Tampilkan postingan dengan label Alergi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alergi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

, , , , ,

Melindungi Bayi Sebaiknya Tidak Ekstrim



Para ibu selalu mensterilkan botol susu, menggunakan sabun anti bakteri, pembersih, dan akan melakukan apapun demi kesehatan buah hati. Sayangnya, pada waktu bersamaan, jumlah anak yang menderita alergi bukannya menurun malah meroket jika dibandingkan 30-40 tahun silam. Mengapa bisa demikian? Apakah ada kemungkinan hal ini dikarenakan kita terlalu ekstrim dalam melindungi anak?

Cara kerja imun bayi

Perlu ibu ketahui, agar dapat berkembang maksimal, sistem imun buah hati (sayangnya) perlu berlatih 'memerangi' kuman. Bayi yang baru lahir memang mendapat perlindungan dari ASI yang ibu berikan, namun ASI sendiri takkan mampu melindunginya dari semua jenis bakteri/ kuman penyakit.

Ketika sistem imun bertemu dengan bakteri yang belum pernah dihadapinya sebelumnya, maka imun tersebut akan mengirim antibodi untuk melawan bakteri. Kadang bakterilah yang menang dan anak jadi sakit, mungkin demam atau batuk. Namun setidaknya dari pengalaman tersebut, sistem imun sudah 'merekam' si bakteri, dan lain hari saat bakteri itu menyerang lagi, maka sistem imun sudah lebih siap menghadapinya.

Suntikan imunisasi juga bekerja dengan prinsip yang sama, memperkenalkan jenis bakteri/ kuman dengan sistem imun sehingga imun bisa siap menghadapi serbuan kuman yang lebih besar nantinya. Melihat cara kerja sistem imun di atas, boleh dikata bahwa perlindungan yang terlalu ekstrim justru hanya akan melemahkan daya tahan tubuh anak.

Lalu, bagaimana cara melindungi bayi dengan sewajarnya?

1. Cuci tangan. Seiring bertumbuhnya buah hati, ajari ia untuk melakukannya juga, terutama setelah dari WC atau sebelum makan.

2. Tetap sterilkan botol susu dan pentilnya. Susu merupakan sarang bakteri yang bisa menyebabkan timbulnya radang lambung dan usus. Selalu buang susu tersisa, tak perlu memanaskannya ulang karena bisa memicu pertumbuhan bakteri.

3. Bersihkan area pantat secara teratur untuk mencegah timbulnya ruam dan infeksi akibat pemakaian popok. Untuk bayi perempuan, cara membersihkannya adalah dari depan ke belakang.

4. Hati-hati terhadap makanan. Biarkan makanan beku hingga kembali ke suhu kamar sebelum diolah. Ibu juga perlu mewaspadai pengolahan telur, selalu masak telur hingga matang untuk menghindari infeksi bakteri salmonella. Sedapat mungkin jauhkan telur mentah dalam kulkas dari makanan lainnya. Jika ibu memanaskan ulang makanan (lakukan hanya sekali saja), panasi dengan temperatur tinggi, dan biarkan makanan hingga benar-benar dingin sebelum disimpan dengan wadah di dalam kulkas.

Selasa, 27 September 2011

, , , , , , ,

Daftar Istilah Alergi Susu Sapi



Alergi pada bayi memang salah satu masalah yang merepotkan baik bagi orang tua maupun bayi sendiri. Bayi yang mengalami alergi susu sapi misalnya, dia tidak dapat menerima asupan susu sapi sedikitpun dan begitupula jenis makanan turunannya seperti keju.

Beberapa dokter menyatakan alergi dapat hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-3 tahun, namun demikian terdapat penelitian baru yang mengindikasikan alergi susu sapi dapat bertahan hingga 8 tahun. Adalah hal yang patut dicoba untuk memberikan susu sapi setelah anak berumur 2 tahun, namun demikian kewaspadaan akan munculnya reaksi alergi tetap harus dijaga.

Untuk lebih mengenal mengenai alergi susu sapi dan alergi lainnya yang mungkin terjadi pada bayi, berikut adalah beberapa istilah yang digunakan dalam dunia alergi susu sapi.

Alergi

Reaksi sistem kekebalan tubuh untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Allergen

Substansi /zat yang menyebabkan alergi.

Amino Acid

Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Asam Amino)

Amino Acid Formula

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Asam Amino Formula atau Formula Asam Amino)

Asam Amino

Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Amino Acid)

Asam Amino Formula

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula atau Formula Asam Amino)

Asma

Gangguan pernapasan yang sering bersifat alergis, ditandai dengan sulit bernapas dan rasa sesak dalam dada.

Bakteri

Makhluk hidup terkecil, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dengan cepat, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit.

Basic Formula

Formula yang terbuat dari susu atau kedelai dengan rantai protein lengkap atau kompleks, sehingga dapat menyebabkan reaksi alergi susu sapi.

CAP-RAST

Tes alergi jenis RAST yang lebih spesifik (lihat RAST) yang dapat mengukur tingkat IgE secara tepat dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini tidak dapat menunjukkan seberapa parah reaksi alergi yang dialami.

Casein

Protein yang ditemukan pada hasil pengolahan susu yg mengendap dalam asam lemak, dan tidak larut dl air.

Dehidrasi

Kondisi kehilangan cairan tubuh.

Diagnosis

Penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti atau memeriksa gejalanya.

Eksim

Penyakit kulit, biasanya berasa amat gatal, yang menimbulkan bintik-bintik atau gelembung-gelembung kecil, bercak berwarna kemerah-merahan yg mengerisik.

Extensively Hydrolyzed Formula (eHF)

Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Formula Hydrolysate)

Feces

Kotoran atau hasil buangan yg dikeluarkan dari alat pencernaan ke luar tubuh melalui dubur, mengandung zat-zat makanan yang tidak dapat dicernakan dan zat-zat yang bukan berasal dari makanan, misal jaringan yg aus, mikroba yg mati; tinja; kotoran.

Formula Asam Amino

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula dan Asam Amino Formula)

Formula Hydrolysate (eHF)

Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Extensively Hydrolyzed Formula)

Hay Fever

Iritasi pada hidung, tenggorokan dan mata yang diakibatkan oleh debu atau benang sari.

Hipoalergenik

Produk yang cenderung tidak menimbulkan reaksi alergi.

Histamine

Zat kimia yang dilepaskan oleh sel tubuh pada saat sistem kekebalan tubuh bekerja untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Hives

Penyakit kulit yang berupa bercak dan benjol merah akibat reaksi alergi.

Infeksi

Kemasukan bibit penyakit; ketularan penyakit; peradangan.

Lactose

Gula susu yg keras, berupa bubuk putih berasa manis, tidak berbau, stabil di udara, larut dl air, berguna dl pembuatan makanan bayi, mentega, dan ragi; C12H22O11.2H2O

Milk Allergy Gastrointestinal

Alergi susu sapi yang berpengaruh pada sistem pencernaan, seperti muntah-muntah.

Mucus

Cairan pekat dan licin (seperti dahak, ingus) yang dihasilkan oleh kelenjar pada selaput lendir, menyebabkan permukaan yg dilapisi selalu basah.

Non-Alergenik

Bersifat tidak menimbulkan reaksi alergi.

Oral Antihistamines

Obat untuk meredakan reaksi alergi dengan cara diminum.

RAST

Radio Allergo Sorbent Test adalah tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini hanya menunjukkan bahwa tubuh terdapat IgE yang tidak dapat menerima allergen, tidak dapat menunjukkan apakah tubuh akan bereaksi alergi atau tingkat keparahan reaksi alergi.

Skin Prick Test

Dikenal juga dengan istilah tes cukit. Tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dengan cara memberikan sejumlah kecil allergen, histamin dan saline pada kulit di bagian lengan. Apabila pada lengan timbul kemerahan atau benjol pada kulit, menunjukkan tubuh alergi terhadap allergen. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi.

Topical Antifungals

Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati infeksi kulit akibat jamur.

Topical Steroids

Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati penyakit kulit, seperti eksim, radang kulit, dll.

Virus

Mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, seperti cacar, influenza, dan rabies.

Whey

Cairan dari sisa susu yang berubah bentuk menjadi padat.

Sabtu, 20 Agustus 2011

, , ,

Bayi Alergi Terhadap Susu Sapi



Bayi yang alergi terhadap susu sapi biasanya diberi susu soya (kedelai), bagaimana cara agar bayi/anak anda tidak alergi terhadap susu sapi?

Dewasa ini banyak sekali ibu yang tidak bisa memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Alasan utama yang dihadapi ibu adalah karena dirinya bekerja, sedangkan ASI sering tidak bisa keluar sehingga tidak dapat disimpan di rumah sebagai persediaan bayi. Untuk mengatasi hal ini, banyak ibu yang bekerja ataupun mengalami kesulitan menyusui akhirnya memutuskan untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI.

Bila anda memilih untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI, maka harus waspada bila bayi anda sering buang air besar dan lemas setelah diberi susu sapi. Ada kemungkinan bayi/anak anda alergi terhadap susu sapi. Bayi yang baru lahir sampai dengan usia kurang dari 2 tahun memang rentan terkena alergi susu sapi. Ini dikarenakan tubuh bayi menolak adanya protein yang terdapat pada susu sapi sehingga protein tersebut tidak tercerna dengan baik dan bahkan menimbulkan gangguan pencernaan / alergi yang ditandai dengan sering buang air besar sampai gatal-gatal.

Alergi ini disebabkan karena sistem pencernaan bayi belum mampu mencerna bahan pembentuk protein susu sapi yang memang berbeda dengan bahan pembentuk protein yang terkandung pada ASI (Air Susu Ibu). Atas dasar penolakan tubuh bayi atas protein susu sapi, masyarakat kemudian beranggapan bayi yang terkena alergi susu sapi sebaiknya diganti dengan susu soya/kedelai. Ini dikarenakan komposisi protein yang terkandung dalam susu soya/kedelai berbeda dengan protein susu sapi. Inilah alasan kenapa anda harus mencoba memberikan susu soya/kedelai kepada bayi yang alergi susu sapi.

Namun demikian menurut penelitian, 30% dari bayi yang terkena alergi susu sapi ternyata juga mengalami alergi susu soya/kedelai. Bagi anda yang termasuk dalam 70% lainnya memang masih bersukur bayi anda tidak alergi terhadap susu soya/kedelai. Anda yang termasuk dalam kategori 30% lainnya memang patut waspada, karena bayi anda tetap memerlukan susu sebagai pelengkap asupan gizi lain sebagai pengganti ASI.

Dewasa ini terdapat susu dengan formula terhidrolisa sebagian (partially hydrolyzed) maupun susu dengan formula terhidrolisa penuh (extensively hydrolyzed). Susu jenis ini cocok untuk diberkan kepada bayi yang alergi terhadap susu sapi maupun bayi yang alergi terhadap susu soya/kedelai. Protein yang terdapat pada kedua jenis susu ini telah di potong - potong sedemikian rupa sehingga sistem pencernaan bayi mudah untuk mencerna dan menyerap protein tersebut. Susu ini relative sulit untuk mencarinya jadi sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk masalah ini.

Bagi bayi yang terlanjur alergi susu sapi, sebaiknya sangat menghindari komposisi protein susu sapi dalam formula susu sapi maupun makanan lain yang mengandung protein susu sapi agar alergi bayi tidak berlanjut. Alergi yang sangat akut bahkan dapat menimbulkan bahaya seperti kematian yang mendadak.

Riset membuktikan bahwa penyebab utama bayi alergi terhadap susu sapi adalah bayi tidak mendapat kolostrum (ASI yang keluar selama 2-3 bulan pertama sejak melahirkan). Untuk menghindari terjadiny alergi bayi terhadap susu sapi sebaiknya anda memberinya ASI sesegera mungkin setelah melahirkan. Perlu anda ketahui bahwa inisiasi untuk menyusu (oleh bayi) sangat ditentukan di masa-masa tersebut. Ibu pun lewbih mudah menyusui apa bila ibu bisa memberikan kolostrum awalnya kepada bayi.

sumber : Mira Retno S