Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

, , ,

Ini Makanan yang Bisa Bikin Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan

Mungkin ini bukanlah yang pertama kalinya Anda mendengar bahwasannya makanan yang Anda konsumsi pada saat hamil akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi secara fisik, akan tetapi apakah Anda juga sudah tahu bahwasannya makanan juga bisa berpengaruh padakecerdasan sang bayi yang masih ada dalam kandungan? Sebagai seorang ibu yang sedang hamil, Anda tentunya harus bisa memastikan bahwasannya makanan yang Anda konsumsi mengandung nutrisi yang penting untuk kecerdasan sang bayi. Nah, berikut ini ada beberapa makanan dengan kandungan nutrisi yang berguna bagi kecerdasan sang bayi yang ada dalam kandungan, yang bisa Anda jadikan referensi.



Suplemen prenatal asam folat
Suplemen prenatal atau masa sebelum kelahiran dengan asam folat ini sangat berperan penting bagi kecerdasan sang janin di dalam kandungan. Asam folat merupakan nutrisi terpenting dalam pembentukan sel otak. Yang mana berdasarkan temuan peneliti yang telah diterbitkan dalam Journal of American Medical Association telah menunjukkan bahwasannya wanita yang mengkonsumsi asam folat selama 4 minggu sebelum kehamilan dan juga 8 minggu setelah kehamilan mempunyai sekitar 40 persen kemungkinan terhindar dari autis. Sumber terbaik dari asam folat ini diantaranya sayuran hijau, seperti kubis, brokoli, dan bayam.

Makanan kaya omega 3
Asam lemak omega 3 ini sangat penting sekali karena berperan dalam pembentukan neuron. Neuron ini merupakan saraf yang telah mengirimkan impuls listrik ke otak dan juga pesan ke organ tubuh yang lain. Anda bisa mendapatkan kandungan omega 3 ini dari berbagai jenis ikan, daging merah, tahu, bayam, wallnut, telur, dan juga kacan-kacangan.

Buah dan sayuran
Anatioksidan merupakan nutrisi yang bisa membantu dalam melawan radikal bebas yang bisa merusak jaringan otak calon bayi Anda. Antioksidan ini banyak dalam sayuran dan buah seperti sayuran yang berdaun hijau tua, tomat, pepaya, tomat, dan juga buah berri. Pastikan buah dan sayuran tersebut dalam kondisi bersih sebelum Anda mengkonsumsinya.


Itulah beberapa makanan yang bisa bikin anak pintar sejak dalam kandungan yang bisa kami infokan, semoga saja bisa bermanfaat.

Senin, 09 Maret 2015

Daftar Menu Makanan Sehat Untuk Anak Usia 1 Tahun

Pada umur 1 tahun anak harus mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi, karena pada usia ini anak sedang mengalami fase produktif untuk kecerdasan otaknya. Selain itu perkembangan karakter dan kesehatan anak juga sangat baik pada usia 1 tahun. Sebagai seorang ibu sudah layaknya menyediakan makanan yang dapat mencukupi asupan nutrisi sang anak. Namun banyak ibu yang merasa kebingungan menetapkan menu makanan anak 1 tahun. Karena biasanya anak pada umur tersebut akan mengalami kesulitan saat makan atau tidak berselera makan.

Daftar Menu Makanan Sehat Untuk Anak Usia 1 Tahun

Pagi Hari
Untuk menu pagi anda dapat memberinya tim tahu cincang. Cara membuat tim ini tidaklah rumit sehingga ibu juga akan merasa nyaman saat memasaknya. Bahan-bahannya adalah tahu cincang (50 gr), tepung beras (50 gr), wortel yang telah diparut (50 gr), garam secukupnya, air (500 cc), daun bayam (20 gr), tomat yang telah diiris tipis (50 gr). Untuk cara membuatnya adalah masukkan tahu, wortel dan tepung beras ke dalam mangkuk yang tahan terhadap panas. Aduk-aduk adonan tersebut hingga merata lalu tim lah hingga matang. Setelah matang masukkan sisa bahan yang telah dipersiapkan. Untuk tomatnya sendiri digunakan untuk membuat air tomat. Yaitu rendam tomat ke dalam air mendidih dan hancurkan, ambil airnya. Campurkan sedikit gula pada air tomat lalu siramkan ke dalam tim yang telah anda saring terlebih dahulu.

Siang Hari
Untuk menu makan siang adalah memberikan makanan yang mengandung omega 3 dan protein. Seperti ikan laut. Bahan-bahannya adalah tahu sutera sebanyak 2 potong, bawang putih satu suing dan sudah di cincang halus, daun salam, air perasan jeruk, secangkir air, setengah lembar fillet ikan. Cara membuatnya adalah lumuri fillet ikan yang telah and siapkan dengan air jeruk nipis dan jahe cincang kemudian sisihkan. Rebuslah air yang telah disiapkan, setelah mendidih masukkan cincangan bawang dan daun salam. Setelah itu masukkan fillet ikan ke dalam air rebusan tunggu hingga setengah matang lalu masukkan tahu sutera, tunggu hingga masak. Makan siang anak sudah siap.

Malam Hari
Menu makanan untuk anak 1 tahun pada malam hari, anda dapat membuat makanan berikut: Bahannya adalah udang yang telah dicincang halus, lada, bawang putih halus, dan garam secukupnya saja, dan sayuran ( anda dapat mengambil brokoli atau wortel yang dipotong memanjang seperti korek api). Untuk sumber karbohidratnya nada dapat menyiapkan nasi lembek dan di tim. Untuk lauknya cara membuatnya adalah lumuri udang yang telah anda siapkan dengan lada, garam dan bawang halus. Siapkan kocokan telur, lalu goring dengan bentuk seperti pancake dan tipis. Letakkan adonan udang ke atas telur yang telah digoreng kemudian di gulung dan di ikat. Setelah itu kukuslah hingga matang. Potonglah menjadi beberapa bagian lalu sediakan bersama nasi tim tersebut.

Itulah beberapa menu makanan anak 1 tahun yang dapat anda buat sendiri. Makanan ini sangat mengandung banyak nutrisi sehingga cocok diberikan kepada anak anda.

Kamis, 04 Agustus 2011

, , ,

Penyebab Keterlambatan Bicara Pada Anak



Keterlambatan bicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 – 10% pada anak sekolah. Penyebab gangguan bicara dan bahasa sangat luas dan banyak, terdapat beberapa risiko yang harus diwaspadai untuk lebih mudah terjadi gangguan ini. Semakin dini kita mendeteksi kelainan atau gangguan tersebut maka semakin baik pemulihan gangguan tersebut.

Semakin cepat diketahui penyebab gangguan bicara dan bahasa pada maka semakin cepat stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut. Deteksi dini gangguan bicara dan bahasa ini harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini, mulai dari orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak yang merawat anak tersebut. Pada anak normal tanpa gangguan bicara dan bahasa juga perlu dilakukan stimulasi kemampuan bicara dan bahasa sejak lahir bahkan bisa juga dilakukan stimulasi sejak dalam kandungan. Dengan stimulasi lebih dini digarapkan kemampuan bicara dan bahsa pada anak lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasinya. Penanganan keterlambatan bicara dilakukan pendekatan medis sesuai dengan penyebab kelainan tersebut. Biasanya hal ini memerlukan penanganan multi disiplin ilmu di bidang kesehatan, di antaranya dokter anak dengan minat tumbuh kembang anak, Rehabilitasi Medik, Neurologi anak, Alergi anak, atau klinisi atau praktisi lainnya yang berkaitan.

PENYEBAB
Penyebab gangguan bicara dan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerus impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Berikut ini adalah beberapa penyebab gangguan bicara. Gangguan bicara pada anak dapat disebabkan karena kelainan organik yang mengganggu beberapa sistem tubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan penyebab ganguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Beberapa anak juga ditemukan penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan. Hal lain dapat juga di sebabkan karena diluar organ tubuh seperti lingkungan yang kurang mendapatkan stimulasi yang cukup atau pemakaian 2 bahasa. Namun bila penyebabnya karena lingkungan biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah sebagai berikut:

GANGGUAN PENDENGARAN.
Anak yang mengalami gangguan pendengaran kurang mendengar pembicaraan disekitarnya. Gangguan pendengaran selalu harus difikirkan bila ada keterlambatan bicara. Terdapat beberapa penyebab gangguan pendengaran, bisa karena infeksi, trauma atau kelainan bawaan. Infeksi bisa terjadi bila mengalami infeksi yang berulang pada organ dalam sistem pendengaran. Kelainan bawaan biasanya karena kelainan genetik, infeksi ibu saat kehamilan, obat-obatan yang dikonsumsi ibu saat hamil, atau bila terdapat keluarga yang mempunyai riwayat ketulian. Gangguan pendengaran bisa juga saat bayi bila terjadi infeksi berat, infeksi otak, pemakaian obat-obatan tertentu atau kuning yang berat (hiperbilirubin). Pengobatan dengan pemasangan alat bantu dengar akan sangat membantu bila kelainan ini dideteksi sejak awal. Pada anak yang mengalami gangguan pendengaran tetapi kepandaian normal, perkembangan berbahasa sampai 6-9 bulan tampaknya normal dan tidak ada kemunduran. Kemudian menggumam akan hilang disusul hilangnya suara lain dan anak tampaknya sangat pendiam. Adanya kemunduran ini juga seringkali dicurigai sebagai kelainan saraf degeneratif.

KELAINAN ORGAN BICARA.
Kelainan ini meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan mandibula (rahang bawah), kelainan bibir sumbing (palatoschizis/cleft palate), deviasi septum nasi, adenoid atau kelainan laring. Pada lidah pendek terjadi kesulitan menjulurkan lidah sehingga kesulitan mengucapkan huruf ”t”, ”n” dan ”l”. Kelainan bentuk gigi dan mandibula mengakibatkan suara desah seperti ”f”, ”v”, ”s”, ”z” dan ”th”. Kelainan bibir sumbing bisa mengakibatkan penyimpangan resonansi berupa rinolaliaaperta, yaitu terjadi suara hidung pada huruf bertekanan tinggi seperti ”s”, ”k”, dan ”g”.

RETARDASI MENTAL
Redartasi mental adalah kurangnya kepandaian seorang anak dibandingkan anak lain seusianya. Redartasi mental merupakan penyebab terbanyak dari gangguan bahasa. Pada kasus redartasi mental, keterlambatan berbahasa selalu disertai keterlambatan dalam bidang pemecahan masalah visuo-motor.

GENETIK HERIDITER DAN KELAINAN KROMOSOM
Gangguan karena kelainan genetik yang menurun dari orang tua. Biasanya juga terjadi pada salah satu atau ke dua orang tua saat kecil. Biasanya keterlambatan. Menurut Mery GL anak yang lahir dengan kromosom 47 XXX terdapat keterlambatan bicara sebelum usia 2 tahun dan membutuhkan terapi bicara sebelum usia prasekolah. Sedangkan Bruce Bender berpendapat bahwa kromosom 47 XXY mengalami kelainan bicara ekpresif dan reseptif lebih berat dibandingkan kelainan kromosom 47 XXX.

KELAINAN SENTRAL (OTAK)
Gangguan berbahasa sentral adalah ketidak sanggupan untuk menggabungkan kemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan berbahasa yang selalu lebih rendah. Ia sering menggunakan mimik untuk menyatakan kehendaknya seperti pada pantomim. Pada usia sekolah, terlihat dalam bentuk kesulitan belajar.

AUTISME
Gangguan bicara dan bahasa yang berat dapat disebabkan karena autism. Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.

MUTISM SELEKTIF
Mutisme selektif biasanya terlihat pada anak berumur 3-5 tahun, yang tidak mau bicara pada keadaan tertentu, misalnya di sekolah atau bila ada orang tertentu. Atau kadang-kadang ia hanya mau bicara pada orang tertentu, biasanya anak yang lebih tua. Keadaan ini lebih banyak dihubungkan dengan kelainan yang disebut sebagai neurosis atau gangguan motivasi. Keadaan ini juga ditemukan pada anak dengan gangguan komunikasi sentral dengan intelegensi yang normal atau sedikit rendah.

GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU LAINNYA
Gangguan bicara biasanya menyerta pada gangguan disfungsi otak minimal, gejala yang terjadi sangat minimal sehingga tidak mudah untuk dikenali. Biasanya diserta kesulitan belajar, hiperaktif, tidak terampil dan gejala tersamar lainnya

ALERGI MAKANAN
Alergi makanan ternyata juga bisa mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan salah satunya adalah keterlambatan bicara pada anak. Gangguan ini biasanya terjadi pada manifestasi alergi pada gangguan pencernaan dan kulit. Bila alergi makanan sebagai penyebab biasanya keterlambatan bicara terjadi usia di bawah 2 tahun, di atas usia 2 tahun anak tampak sangat pesat perkembangan bicaranya.

DEPRIVASI LINGKUNGAN
Dalam keadaan ini anak tidak mendapat rangsang yang cukup dari lingkungannya. Apakah stimulasi yang kurang akan menyebabkan gangguan berbahasa? Penelitian menunjukkan sedikit keterlambatan bicara, tetapi tidak berat. Bilamana anak yang kurang mendapat stimulasi tersebut juga mengalami kurang makan atau child abuse, maka kelainan berbahasa dapat lebih berat karena penyebabnya bukan deprivasi semata-mata tetapi juga kelainan saraf karena kurang gizi atau penelantaran anak.

Berbagai macam keadaan lingkungan yang mengakibatkan keterlambatan bicara adalah :

LINGKUNGAN YANG SEPI
Bicara adalah bagian tingkah laku, jadi ketrampilannya melalui meniru. Bila stimulasi bicara sejak awal kurang, tidak ada yang ditiru maka akan menghambat kemampuan bicara dan bahasa pada anak.

STATUS EKONOMI SOSIAL
Menurut penelitian Mc Carthy, orang tua guru, dokter atau ahli hukum mempunyai anak dengan perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak dengan orang tua pekerja semi terampil dan tidak terampil.

TEHNIK PENGAJARAN YANG SALAH
Cara dan komunikasi yang salah pada anak sering menyebabkan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak, karena perkembangan mereka terjadi karena proses meniru dan pembelajaran dari lingkungan.

SIKAP ORANG TUA ATAU ORANG LAIN DI LINGKUNGAN RUMAH YANG TIDAK MENYENANGKAN
Bicara bisa mengekspresikan kemarahan, ketegangan, kekacauan dan ketidak senangan seseorang, sehingga anak akan menghindari untuk berbicara lebih banyak untuk menjauhi kondisi yang tidak menyenangkan tersebut.

HARAPAN ORANG TUA YANG BERLEBIHAN TERHADAP ANAK
Sikap orang tua yang mempunyai harapan dan keinginan yang berlebihan terhadap anaknya, dengan memberikan latihan dan pendidikan yang berlebihan dengan harapan anaknya menjadi superior. Anak akan mengalami tekanan yang justru akan menghambat kemampuan bicaranya.

ANAK KEMBAR
Pada anak kembar didapatkan perkembangan bahasa yang lebih buruk dan lama dibandingkan dengan anak tunggal. Mereka satu sama lain saling memberikan lingkungan bicara yang buruk, karena biasanya mempunyai perilaku yang saling meniru. Hal ini menyebabkan mereka saling meniru pada keadan kemampuan bicara yang sama –sama belum bagus.

BILINGUAL ( 2 bahasa)
Pemakaian 2 bahasa kadang juga menjadi penyebab keterlambatan bicara, namun keadaan ini tidak terlalu mengkawatirkan. Umumnya anak akan memiliki kemampuan pemakaian 2 bahasa secara mudah dan baik. Smith meneliti pada kelompok anak bilingual tampak mempunyai perbendaharaan yang kurang dibandingkan anak dengan satu bahasa, kecuali pada anak dengan kecerdasan yang tinggi.

KETERLAMBATAN FUNGSIONAL
Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik, dan anak hanya mengalami gangguan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis lain.

DETEKSI DINI KETERLAMBATAN BICARA
Walaupun kecepatan perkembangan setiap anak berbeda-beda, kita harus waspada apabila seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan atau penyimpangan perkembangan. Demikian pula bila terjadi penurunan kemampuan berbahasa dan bicara seorang anak kita harus lebih mewaspadainya. Misalnya pada umur tertentu anak sudah bisa memanggil papa atau mama tetapi beberapa bulan kemudian kemampuan tersebut menghilang. Demikian pula dengan penurunan kemampuan mengioceh, yang sebelumnya sering jadi berkurang atau pendiam.

Beberapa tanda bahaya komunikasi yang yang harus diwaspadai terjadinya keterlambatan dan gangguan berbahasa dan bicara dapat dilihat:

TANDA BAHAYA GANGGUAN KOMUNIKASI
4 – 6 BULAN
1. Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya;
2. Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh

8 – 10 BULAN
1. Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian;
2. Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya;
3. 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis

12 – 15 BULAN
1. 12 bulan, belum menunjukkan mimik;
2. 12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara;
3. 12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu;
4. 15 bulan, belum mampu memahami arti "tidak boleh" atau "daag";
5. 15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;
6. 15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata;

18 – 24 BULAN
1. 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata;
2. 18-20 bulan, tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian;
3. 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana;
4. 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat;
5. 24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon;
6. 24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain;
7. 24 bulan, tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya;

30 – 36 BULAN
1. 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga;
2. 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga;

3 – 4 TAHUN
1. 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki
2. minat bermain dengan sesamanya;
3. 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti "ayah" diucapkan "aya";
4. 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap.

Rabu, 27 Juli 2011

, ,

Tips Atasi Anak Takut Mandi



Saat anak ogah mandi, apa yang harus dilakukan? Cari tahu trik membujuk mereka di sini.

Pernahkah Anda mengalami kejar-kejaran saat jam mandi dengan si kecil? Atau Anda harus berteriak-teriak dan marah-marah dulu untuk memaksa si kecil mandi? Hmm... ya, menjengkelkan ya kalau sudah begitu. Padahal si kecil kan butuh mandi, dengan segala aktivitasnya di luar ruangan yang membuatnya kotor tentunya ia harus membersihkan sekujur tubuhnya dengan sabun dan air. Bayangkan bagaimana jika ia bermain dengan pasir dan tanah kemudian ngotot tidak mau mandi. Wah bisa jadi malah si kecil sakit nantinya, ya kan?

Tetapi herannya ia masih ngotot tak mau mandi, kenapa sih memangnya? Mandi itu kan segar nak! Berikut ternyata alasan si kecil ogah mandi.

1. Mereka takut 'gelagapan'

Saat air diguyur dari atas kepala terkadang memang sulit untuk kita mengambil nafas, nah inilah rasa takut yang paling membuat si kecil ogah mandi dan keramas. Rasa tidak nyaman itu membuat mereka trauma dan takut lho.

2. Mereka takut ada air yang masuk di telinga

Mungkin dia pernah merasakan ada air yang masuk di telinga mereka, dan tentu saja rasanya tidak nikmat, ya kan? Apalagi jika si kecil yang merasakannya, jadi tidak heran kalau mereka menolak mandi keramas.

3. Takut dingin

Terbiasa dengan air hangat mereka jadi ogah jika mandi dengan air dingin. Bagi mereka mending tidak mandi sekalian daripada kedinginan.

Bagaimana mengatasi mereka?

Jangan dimarahi apalagi dipukul, alasan mereka bukan karena malas, tetapi memang benar karena rasa takut atau trauma yang pernah mereka rasakan. Oleh sebab itu, marah dan memukul bukan solusi yang tepat. Anda harus menghadapi anak Anda dengan penuh kesabaran dan kreativitas.

TIPS:

1. Ajak mereka mandi bersama sepupu atau kakaknya, biarkan mereka menikmati mandi bersama dengan penuh keceriaan. Saat mereka merasa ada teman yang merasakan hal yang sama, tentunya rasa takut itu perlahan akan hilang.

2. Berikan mainan air untuk si kecil, pistol air, bebek mandi atau berikan gayung kecil padanya untuk mengguyur diri mereka sendiri.

3. Buatkan shower khusus untuknya, mengguyurnya dengan gayung mungkin membuat dia takut. Namun dengan shower akan lebih mudah mengalihkan perhatiannya, katakan saja bahwa tiba-tiba di dalam kamar mandi ada hujan setempat. Si kecil pasti menikmati momen mandinya.

4. Ajarkan trik mandi supaya air tidak masuk ke dalam telinga.

5. Jangan biasakan ia mandi hanya dengan air hangat saja, suatu saat air hangat belum tentu ada, sehingga ia harus bisa mandi dengan air hangat atau dengan air dingin juga.

Selasa, 26 Juli 2011

, , ,

Cegah Obesitas pada Bayi dan Balita


Obesitas tak hanya melanda orang dewasa. Kini, balita pun rawan kegemukan. Untuk itu sejak masih kecil sebaiknya balita dibiasakan olahraga setidaknya tiga jam seharinya.

Pakar kesehatan percaya bayi seharusnya berenang dan didorong untuk melakukan senam. Dan balita harus berjalan minimal selama 15 menit seperti berjalan rutin ke kamar bayi.

Panduan olahraga ini dikeluarkan bagi anak-anak balita untuk pertama kalinya dan akan dikeluarkan pekan ini di tengah kekhawatiran ancaman obesitas. Pejabat Kesehatan di Inggris Sally Davies mengatakan dengan berolahraga mereka bergerak dan berguna untuk kesehatan.

“Ada bukti dengan membiarkan anak-anak merangkak, bermain, atau berguling-guling di lantai penting selama tahun pertama”.

“Bermain memungkinkan balita untuk bergerak dan tiga jam sehari adalah penting,” jelasnya.

“Saya pikir ada orangtua yang tidak menyadari betapa pentingnya secara fisik aktif bagi anak-anak mereka minimal selama tiga jam”.

Profesor Fiona Bull, yang merupakan Asisten Direktur British Heart Foundation National Centre for Physical Activity di Loughborough University juga memperingatkan anak-anak seharusnya mengurangi menonton televisi.

Angka NHS menunjukkan hampir seperempat anak-anak berusia empat dan lima tahun kelebihan berat badan atau obesitas. Para ahli memperkirakan 63 persen anak-anak bisa kelebihan berat badan pada tahun 2050 jika tren ini terus berlanjut.

Pedoman yang merupakan peringatan di Inggris ini akan dikeluarkan menghadapi bom waktu penyakit hati, sebab banyak anak-anak yang kelebihan berat badan. Profesor Martin Lombard dari Departemen Kesehatan berkata budaya makan berlebihan menempatkan lebih dari 500.000 nyawa orang muda berisiko.

Jumat, 22 Juli 2011

, , ,

10 Vaksin yang Dibutuhkan Balita


Ancaman kuman dan virus yang semakin merajalela membuat tubuh balita rentan terkena penyakit. Balita memang mempunyai kekebalan tubuh alami, tapi kekebalan tubuhnya itu terkadang tidak mampu melindunginya dari ancaman kuman yang mematikan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 10 vaksin yang dibutuhkan balita. Tetapi tidak semua vaksin ini wajib diberikan tergantung kondisinya.

Seperti dilansir Health, Rabu (9/3/2011) ke-10 vaksin yang diperlukan balita baik yang wajib maupun tidak adalah sebagai berikut:

1.Vaksin Hepatitis

Hepatitis A
Di Indonesia, balita jarang diberikan vaksin hepatitis A tapi langsung hepatitis B karena lebih berbahaya hepatitis B.

Anak-anak gampang tertular hepatitis A dari makanan atau minuman. Ini adalah infeksi virus yang mempengaruhi hati, dan dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk demam, kelelahan, sakit kuning, dan kehilangan nafsu makan.

Pemberian vaksin ini diberikan pada anak-anak usia 12 sampai 23 bulan. Efek sampingnya rasa sakit di tempat suntikan, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan sementara.

Hepatitis B
Vaksin ini wajib diberikan ke balita bahkan sebelum ia meninggalkan rumah sakit. Vaksin ini diberikan 12 jam setelah bayi lahir. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali.

1. Pertama adalah 12 jam setelah lahir
2. Kedua, 1-2 bulan dari vaksin yang pertama harus diberikan lagi
3. Ketiga, 6-18 bulan setelah vaksin yang kedua.

Vaksin ini melindungi bayi dari virus hepatitis B yang sulit disembuhkan yang mana balita bisa terkena dari ibu yang mengidap hepatitis selama proses persalinan.

Virus ini menyebar melalui kontak darah atau cairan tubuh lain. Efek samping setelah divaksin ini adalah demam ringan. Menurut Gabrielle Gold-von Simson, MD, asisten profesor pediatri di NYU Langone Medical Center di New York, demam ringan adalah gejala yang paling umum dialami balita.

2. DPT atau DTP
Vaksin ini wajib diberikan yang merupakan campuran dari tiga vaksin yaitu untuk mencegah penyakit difteri (yang menyerang tenggorokan), pertusis (batuk rejan), dan tetanus (infeksi akibat luka yang menimbulkan kejang-kejang).

Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali dan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Lalu saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Untuk penguatannya bisa dilakukan pada anak umur 12 tahun dan kemudian dilakukan lagi setiap 10 tahun.

"Vaksin DPT bisa diberikan bersamaan dengan hepatitis dan polio," kata Dr Emas-von Simson.

3. Polio
Vakin ini di Indonesia wajib diberikan karena ancaman polio yang masih ada. Vaksin ini untuk menangkal kelumpuhan akibat virus polio. Vaksin olio pertama diberikan setelah lahir. Kemudian vaksin ini diberikan 3 kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini bisa diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

4. BCG (Bacillus Calmette Guerin)
Vaksin ini wajib diberikan yang gunanya mencegah penyakit TB (Tuberkulosis). Vaksin BCG bisa 80 persen efektif mencegah TBC selama jangka waktu 15 tahun. Imunisasi BCG hanya dilakukan sekali yakni ketika bayi berusia 0-11 bulan. Tapi kebanyakan diberikan saat bayi berusia di bawah 2 bulan.

5. Vaksin Campak, Gondong dan Rubela (MMR)
Vaksin MMR melindungi anak dari tiga virus: campak (yang menyebabkan demam tinggi dan ruam tubuh-lebar), gondong (yang menyebabkan rasa sakit wajah, pembengkakan kelenjar liur, dan kadang-kadang pembengkakan skrotum pada laki-laki), dan rubella atau campak Jerman (yang dapat menyebabkan kecacatan lahir jika infeksi terjadi selama kehamilan).

Vaksin ini pertama diberikan pada anak saat usia 12 hingga 15 bulan dan pada usia antara 4 dan 6 tahun.

6. Cacar air
Cacar air adalah ruam yang sangat menular yang disebabkan oleh virus varicella. Infeksi cacar air dapat sangat berbahaya dan pada orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan atau tidak divaksin di masa kecil dapat menyebabkan herpes zoster.

Pemberian kepada anak-anak dilakukan pada usia 12 sampai 15 bulan dan kemudian dilakukan lagi pada usia antara 4 dan 6 tahun.

Efek samping pemberian vaksin ini menyebabkan rasa sakit dan bekas di tempat suntikan, demam atau ruam ringan.

Keenam vaksin tersebut oleh dokter di Indonesia biasanya wajib diberikan. Namun selain 6 vaksin itu ada juga vaksin lain yang kadang diberikan ke balita sesuai kondisi.

7. Vaksin Hib tipe B (Haemophilus influenza)
"Haemophilus influenza tipe b adalah bakteri yang menyebabkan meningitis," kata Dr Emas-von Simson. Meningitis adalah penyakit peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang yang sangat berbahaya untuk anak-anak di bawah usia 5.

Vaksin Hib umumnya diberikan pada anak usia 2, 4, 6, dan 12 sampai 15 bulan. Efek sampingnya antara lain demam, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan.

8. Vaksin Pneumococcal konjugasi (PCV)
Vaksin ini dikenal sebagai PCV13 (nama merek Prevnar), melindungi terhadap 13 jenis Streptococcus pneumoniae, yang merupakan bakteri yang dapat menyebabkan segala macam penyakit termasuk meningitis, pneumonia, infeksi telinga, infeksi darah, dan bahkan kematian.

Vaksin ini diberikan sebanyak empat kali pada anak usia 2, 4, 6, dan 12 sampai 15 bulan untuk melindungi anak dari kuman yang dikenal sebagai bakteri pneumokokus.

Efek samping yang paling umum dari pemberian vaksin ini adalah mengantuk, bengkak di tempat suntikan, demam ringan, dan mudah emosi.

9. Vaksin Influenza (flu)
Pemberian vaksin ini terutama dilakukan di negara-negara 4 musim yang dilakukan setiap tahun dimulai pada musim gugur.

Centers for Disease Control and Prevention AS atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan pemberian vaksin ini untuk anak-anak usia 6 bulan atau lebih.

Efek samping yang umum dari vaksin ini adalah rasa sakit, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan. Bisa juga mengalami demam dan nyeri.

"Tapi jika anak Anda memiliki alergi telur maka tidak harus dilakukan vaksinasi influenza," kata Dr Emas-von Simson.

10. Vaksin Rotavirus (RV)
Vaksin Rotavirus (RV) dengan merek seperti RotaTeq, Rotarix diberikan kepada anak-anak usia 2 dan 4 bulan. RotaTeq juga diberikan pada anak usia 6 bulan. Vaksin ini melindungi anak terkena diare parah serta muntah-muntah yang banyak terjadi pada anak-anak di seluruh dunia.

Vaksin ini berbentuk cairan dan diberikan melalui mulut bayi. Efek sampingnya anak gampang emosi, diare ringan atau muntah-muntah.