Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

,

Menghindari Puting Lecet Pada Mama Menyusui


Bagi Mama yang baru pertama kali menyusui, puting yang sakit adalah hal yang lumrah. Tapi bukan berarti Mama harus menderita setiap kali Mama harus menyusui si kecil.
Puting yang sakit hanya normal bila hanya terjadi selama beberapa detik saat si kecil mulai menyusui. Bila rasa sakit bertahan selama proses menyusui, berarti ada sesuatu yang salah, entah dari posisi menyusui Mama, atau pun dari si kecil. Bila Mama terus merisaukan rasa sakit itu, lama kelamaan puting Mama akan lecet, bahkan berdarah, sehingga proses menyusui akan sangat menyakitkan.

Untuk pertolongan pertama terhadap puting yang kering dan lecet, pastikan posisi dan teknik pengisapan si kecil sudah benar. Selain itu, jangan gunakan minyak atau krim yang perlu dibersihkan sebelum menyusui untuk merawat puting Mama. Gunakanlah Lansinoh, zatlanolin murni yang hipoalergenik dan bebas pestisida. Lansinoh menyembuhkan dengan menghasilkan pelembab jaringan yang normal dan tidak perlu dicuci sebelum si kecil menyusui.
Bila pertolongan pertama itu tidak berhasil menghilangkan rasa sakit saat menyusui, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab rasa sakit Mama selain puting yang kering, yaitu:
1. Hisapan dangkal

Yang dimaksud dengan hisapan dangkal adalah si kecil hanya menghisap bagian puting Mama saja. Bila Mama melihat puting Mama berubah bentuk menjadi seperti tube lipstik baru, atau ada garis melintang di tengah puting Mama, berarti penyebab rasa sakit Mama adalah hisapan dangkal si kecil. Ubah posisi menyusui Mama agar lebih banyak bagian payudara Mama yang masuk ke mulut si kecil.
2. Trauma breast pump
Pemakaian breast pump yang salah juga bisa melukai puting Mama. Bisa jadi breast pumpMama terlalu kecil untuk puting Mama. Atau Mama terlalu tinggi mengatur tingkat penghisapan breast pump Mama.
3. Sariawan
Bila si kecil terkena thrush infection (sejenis infeksi jamur mirip sariawan) di mulutnya, infeksi ini bisa menulari Mama dan menyebabkan puting Mama sakit. Tanda bila puting Mama terkena thrush infection termasuk rasa gatal, puting menjadi kemerahan, dan rasa sakit di payudara Mama selama dan sesudah menyusui.
4. Lidah terikat (toungue-tie)
Lidah terikat terjadi bila membran (frenulum) yang menempelkan lidah ke dasar mulut lebih pendek dari normal. Selain menghambat proses menyusui, bila tongue-tie tidak segera ditangani sampai anak agak besar, anak bisa mengalami kesulitan melafalkan beberapa konsonan yang akhirnya mengganggu proses bicara anak. Bila si kecil mempunyai tongue tie, dokter anak bisa dengan mudah menggunting frenulum di bagian bawah lidah, sehingga bayi bisa menghisap dengan lebih efisien. Pengguntingan frenulum adalah prosedur yang sangat cepat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan dapat dilakukan di ruang praktek dokter Mama.
5. Milk bleb (luka melepuh pada payudara)
Hal ini terjadi karena ada lapisan tipis kulit yang tumbuh di atas saluran ASI, sehingga ASI tidak bisa keluar dan menyumbat saluran ASI. Gejalanya berupa titik putih atau kekuningan di puting yang menyakitkan bila titik tersebut disentuh.
6. Puting lecet
Luka lecet kekuningan atau bahkan berdarah pada puting yang mengakibatkan rasa sakit yang sangat saat menyusui. Puting lecet bisa terjadi karena penyebab yang telah disebutkan di atas. Tapi bila Mama memiliki sejarah penyakit herpes, hentikan proses menyusui dan segera temui dokter dan konsultan laktasi, karena Mama bisa menularkan herpes ke si kecil bila proses menyusui diteruskan. Untuk sementara, pompa ASI Mama dengan breast pump untuk menghindari bengkaknya payudara Mama. Tapi jangan berikan ASI Mama kepada si kecil. Bila hanya payudara Mama yang terluka, Mama masih bisa menyusui dengan payudara Mama yang tidak terluka.
7. Vasospasme (penyempitan otot)
Bila puting Mama terlihat pucat dan mulai terasa sangat sakit setelah menyusui, lalu kembali normal setelah beberapa saat, hal ini bisa disebabkan pembuluh darah di puting yang mengalami kejang.
Untuk mengatasi masalah di atas, pilihan paling baik bagi Mama adalah untuk berkonsultasi ke dokter dan klinik laktasi, agar payudara Mama segera pulih dan Mama bisa kembali menyusui dengan tenang.

Minggu, 10 Maret 2013

Mengenai Infeksi Vagina (Vulvovaginitis)



Beberapa waktu ini banyak pertanyaan dalam rubrik konsultasi kesehatan bayi dan anak mengenai infeksi vagina (vulvovaginitis) pada anak.

Artikel tanya-jawab ini dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang infeksi vagina pada anak sehingga selanjutnya banyak pertanyaan dari pembaca yang dapat terjawab dengan membaca artikel ini.
Apakah vulvovaginitis?

Jika putri Anda mengeluh sakit atau menggaruk kemaluannya, dia mungkin menderita vulvovaginitis, yaitu peradangan pada daerah vulva dan vagina. Hal ini merupakan masalah ginekologi yang paling umum pada wanita.

Meskipun infeksi vagina sering dikaitkan dengan aktivitas seksual, anak perempuan yang belum mencapai pubertas sangat rentan terhadap vulvovaginitis untuk alasan yang tidak berhubungan sama sekali dengan masalah seks.

Karena putri Anda belum memiliki rambut kemaluan atau lemak di daerah kemaluan sebagai perlindungan terhadap infeksi – pakaian, bahan kimia, sabun, dan obat-obatan dengan mudah dapat mengiritasi kulit daerah kemaluan. Bahkan benda asing yang tertinggal di situ – seperti sisa kertas toilet – dapat menyebabkan peradangan.

Tidak seperti wanita dewasa, putri Anda belum memiliki cukup hormon estrogen untuk melindungi saluran vagina, dan pH vaginanya tinggi, menciptakan lingkungan yang subur bagi bakteri untuk tumbuh. Putri Anda juga mungkin belum dapat mencuci/ membersihkan daerah kemaluannya dari depan ke belakang. (lihat arah panah pada gambar).


Apa gejala dari vulvovaginitis?

Pada mulanya Anda mungkin melihat putri Anda menggaruk atau menggosok daerah selangkangannya, duduk atau berjalan dengan cara yang tidak nyaman. Selanjutnya putri Anda akan mengeluhkan nyeri di daerah kemaluan. Ketika Anda memeriksanya, daerah kemaluan akan tampak merah dan mungkin bengkak.

Seringkali, meskipun tidak selalu, Anda akan melihat keluarnya cairan berwarna kuning, hijau atau kecoklatan dari daerah vagina. Cairan tersebut biasanya memiliki bau yang tidak enak. Putri Anda mungkin mengeluh nyeri waktu buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh air seni yang menyentuh daerah yang teriritasi/terinfeksi - meskipun hal ini sering disalahartikan sebagai tanda infeksi saluran kemih. Jika anak Anda memiliki gejala-gejala tersebut, periksakan segera ke dokter anak.

Apa yang menyebabkan vulvovaginitis?

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan vulvovaginitis, berikut ini adalah beberapa penyebab utamanya :
  • Ketidakseimbangan bakteri. Dalam keadaan normal, di daerah vagina hidup banyak bakteri yang tidak membahayakan tubuh. Vulvovaginitis terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan bakteri tersebut. Alasan pasti dari pertumbuhan bakteri yang berlebih ini tidak selalu diketahui, meskipun kadang-kadang keseimbangan tersebut terganggu akibat pemakaian antibiotik, atau dengan adanya bakteri baru – disebabkan karena menyentuh kemaluan dengan tangan yang kotor.
  • Hygiene/ Kebersihan. Secara anatomi, pada wanita jarak antara vagina dan anus sangatlah dekat , dan juga diperparah dengan cara membersihkan/mencuci daerah kemaluan yang salah. Hal ini menyebabkan kuman E. coli dan bakteri lain dari saluran pencernaan dapat dengan mudah masuk ke lubang kemaluan.
  • Posisi saat buang air kecil. Seperti pada kebanyakan anak, putri Anda mungkin buang air kecil dengan lutut yang rapat (tidak terbuka lebar). Hal ini meningkatkan kemungkinan air seni akan naik ke vaginanya dan menyebabkan infeksi.
  • Cacing kremi. Infeksi parasit ini sering terjadi pada anak. Cacing kremi biasanya bertelur di sekitar anus, jika putri Anda memiliki cacing kremi, maka cacing tersebut akan menyebabkan rasa gatal dan iritasi dan akan menyebar ke daerah kemaluan.
  • Benda asing. Sisa kertas toilet atau benda lainnya dapat ditemukan dalam kemaluan putri Anda, menyebabkan bau dan keluarnya cairan, bahkan dapat berdarah.
  • Iritasi eksternal. Kadang-kadang pada cuaca yang panas dan penggunaan pakaian/celana yang ketat dapat menyebabkan peradangan pada kulit kemaluan. Gelembung mandi dan sabun yang keras juga dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.
  • Jamur Candida. Walaupun infeksi jamur adalah gangguan umum untuk wanita dewasa, infeksi ini biasanya tidak menggangu gadis yang belum masuk masa pubertas. Jamur ini menyebabkan cairan dari kemaluan berwarna kuning keputihan seperti keju.
  • Pelecehan seksual. Jika hasil pemeriksaan laboratorium putri Anda positif untuk penyakit menular seksual: trichomoniasis, chlamydia, dan gonorrhea – maka ia perlu dievaluasi untuk kasus pelecehan seksual.

Bagaimana vulvovaginitis didiagnosis dan diobati?

Pertama, dokter akan berbicara dengan Anda dan putri Anda tentang gejala dansetiap penyakit baru atau obat yang telah digunakan, tentang bagaimana putri Anda mandi dan jenis pakaian apa yang dia suka pakai, dan tentang bagaimana dia mencuci/ membersihkan daerah kemaluan.

Selanjutnya dokter akan memeriksa daerah sebelah luar kemaluan putri Anda. Pemeriksaan ini tidak akan menyakiti atau mengganggu secara fisik. Jika ada cairan yang keluar, dokter akan mengambil sampel usapan pada vagina untuk selanjutnya diperiksakan ke laboratorium. Selanjutnya dokter Anda akan mengobati infeksi vulvovaginitis ini sesuai dengan penyebabnya.

Cara untuk meringankan rasa sakitnya, dengan mandi air hangat sering (tanpa menggunakan sabun pada daerah kemaluan). Perlu juga dibiasakan cara mencuci/membersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang ; mengenakan pakaian katun longgar untuk memungkinkan udara masuk dan menjaga kemaluan tidak lembab/basah .

Bagaimana cara pencegahan vulvovaginitis ?
  • Jaga daerah kemaluan sebersih mungkin dengan memastikan ia mencuci/ membersihkan kemaluan dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Ajari putri Anda untuk kencing dengan kedua lutut terbuka (tidak merapat), yang akan mencegah air seni naik ke daerah vaginanya.
  • Kurangi aktivitas yang terlalu banyak memberikan tekanan langsung pada daerah kemaluan, misalnya: bersepeda, menunggang kuda, dsb.
  • Hindari berendam di air panas. Jangan berenang di kolam dengan chlorin yang terlalu tinggi. Setelah berenang atau saat pakaian/celana basah – segera ganti dengan yang kering.
  • Bila putri Anda terlalu gemuk (obesitas), maka perlu untuk menurunkan berat badannya sampai mencapai berat badan ideal. Kegemukan membuat daerah kemaluan tertutup dan menjadi lebih basah/lembab – yang meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi/infeksi.
  • Hindari mandi gelembung dan sabun yang keras, juga hindari antiseptik dan sampo pada daerah kemaluan putri Anda. Bilas dengan baik setelah mandi. Jika putri Anda sering mendapatkanvulvovaginitis, coba beralihlah menggunakan shower.
  • Lihat bahwa putri Anda benar-benar kering (termasuk daerah kemaluan) setelah mandi, sebelum dia berpakaian.
  • Aturan berpakaian yang baik : Jangan gunakan jeans ketat, celana nilon, piyama dengan kaki dijahit, atau pakaian lain yang mengganggu sirkulasi udara. Lebih banyak gunakan katun yang longgar. Batasi waktu penggunaan baju ketat, celana ketat, dan pakaian mandi/berenang dari nilon. Cuci pakaian dalamnya dengan deterjen ringan dan tidak menggunakan aditif pengering seperti pelembut kain.

dr Sony Prabowo, Sp.A

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Jumat, 28 Desember 2012

TIPS JIKA BAYI DIGIGIT SERANGGA

 

Gerakan tubuh aakan memperparah penyebaran racun akibat gigitan serangga.

Jadi, jika bayi Anda digigit semut merah, laba-laba, lebah, atau nyamuk, usahakan agar ia tidak banyak bergerak supaya racun tidak semakin menyebar.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengeluarkan alat penyengat dari tubuh bayi.

Gunakan jari atau benda tipis tetapi tidak tajam, misalnya kartu kredit, untuk mengeluarkan penyengatnya.

Jangan mencubit tempat gigitan serangga sebab akan memperparah penyebaran bisa. Setelah penyengat terlepas, kompres bagian yang bengkak karena gigitan dengan waslap yang sudah dibasahi dengan air dingin atau es.

Biasanya, enam jam setelah dikompres bengkak akan hilang.

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Selasa, 27 September 2011

, , , , , , ,

Daftar Istilah Alergi Susu Sapi



Alergi pada bayi memang salah satu masalah yang merepotkan baik bagi orang tua maupun bayi sendiri. Bayi yang mengalami alergi susu sapi misalnya, dia tidak dapat menerima asupan susu sapi sedikitpun dan begitupula jenis makanan turunannya seperti keju.

Beberapa dokter menyatakan alergi dapat hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-3 tahun, namun demikian terdapat penelitian baru yang mengindikasikan alergi susu sapi dapat bertahan hingga 8 tahun. Adalah hal yang patut dicoba untuk memberikan susu sapi setelah anak berumur 2 tahun, namun demikian kewaspadaan akan munculnya reaksi alergi tetap harus dijaga.

Untuk lebih mengenal mengenai alergi susu sapi dan alergi lainnya yang mungkin terjadi pada bayi, berikut adalah beberapa istilah yang digunakan dalam dunia alergi susu sapi.

Alergi

Reaksi sistem kekebalan tubuh untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Allergen

Substansi /zat yang menyebabkan alergi.

Amino Acid

Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Asam Amino)

Amino Acid Formula

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Asam Amino Formula atau Formula Asam Amino)

Asam Amino

Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Amino Acid)

Asam Amino Formula

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula atau Formula Asam Amino)

Asma

Gangguan pernapasan yang sering bersifat alergis, ditandai dengan sulit bernapas dan rasa sesak dalam dada.

Bakteri

Makhluk hidup terkecil, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dengan cepat, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit.

Basic Formula

Formula yang terbuat dari susu atau kedelai dengan rantai protein lengkap atau kompleks, sehingga dapat menyebabkan reaksi alergi susu sapi.

CAP-RAST

Tes alergi jenis RAST yang lebih spesifik (lihat RAST) yang dapat mengukur tingkat IgE secara tepat dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini tidak dapat menunjukkan seberapa parah reaksi alergi yang dialami.

Casein

Protein yang ditemukan pada hasil pengolahan susu yg mengendap dalam asam lemak, dan tidak larut dl air.

Dehidrasi

Kondisi kehilangan cairan tubuh.

Diagnosis

Penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti atau memeriksa gejalanya.

Eksim

Penyakit kulit, biasanya berasa amat gatal, yang menimbulkan bintik-bintik atau gelembung-gelembung kecil, bercak berwarna kemerah-merahan yg mengerisik.

Extensively Hydrolyzed Formula (eHF)

Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Formula Hydrolysate)

Feces

Kotoran atau hasil buangan yg dikeluarkan dari alat pencernaan ke luar tubuh melalui dubur, mengandung zat-zat makanan yang tidak dapat dicernakan dan zat-zat yang bukan berasal dari makanan, misal jaringan yg aus, mikroba yg mati; tinja; kotoran.

Formula Asam Amino

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula dan Asam Amino Formula)

Formula Hydrolysate (eHF)

Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Extensively Hydrolyzed Formula)

Hay Fever

Iritasi pada hidung, tenggorokan dan mata yang diakibatkan oleh debu atau benang sari.

Hipoalergenik

Produk yang cenderung tidak menimbulkan reaksi alergi.

Histamine

Zat kimia yang dilepaskan oleh sel tubuh pada saat sistem kekebalan tubuh bekerja untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Hives

Penyakit kulit yang berupa bercak dan benjol merah akibat reaksi alergi.

Infeksi

Kemasukan bibit penyakit; ketularan penyakit; peradangan.

Lactose

Gula susu yg keras, berupa bubuk putih berasa manis, tidak berbau, stabil di udara, larut dl air, berguna dl pembuatan makanan bayi, mentega, dan ragi; C12H22O11.2H2O

Milk Allergy Gastrointestinal

Alergi susu sapi yang berpengaruh pada sistem pencernaan, seperti muntah-muntah.

Mucus

Cairan pekat dan licin (seperti dahak, ingus) yang dihasilkan oleh kelenjar pada selaput lendir, menyebabkan permukaan yg dilapisi selalu basah.

Non-Alergenik

Bersifat tidak menimbulkan reaksi alergi.

Oral Antihistamines

Obat untuk meredakan reaksi alergi dengan cara diminum.

RAST

Radio Allergo Sorbent Test adalah tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini hanya menunjukkan bahwa tubuh terdapat IgE yang tidak dapat menerima allergen, tidak dapat menunjukkan apakah tubuh akan bereaksi alergi atau tingkat keparahan reaksi alergi.

Skin Prick Test

Dikenal juga dengan istilah tes cukit. Tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dengan cara memberikan sejumlah kecil allergen, histamin dan saline pada kulit di bagian lengan. Apabila pada lengan timbul kemerahan atau benjol pada kulit, menunjukkan tubuh alergi terhadap allergen. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi.

Topical Antifungals

Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati infeksi kulit akibat jamur.

Topical Steroids

Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati penyakit kulit, seperti eksim, radang kulit, dll.

Virus

Mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, seperti cacar, influenza, dan rabies.

Whey

Cairan dari sisa susu yang berubah bentuk menjadi padat.