Tampilkan postingan dengan label Bayi Stres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi Stres. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

, , , ,

Hati-hati Terhadap Kejamnya Kereta Dorong Bayi



Menurut ahli kesehatan anak terkemuka asal Australia, ibu yang menggendong bayi menghadap ke depan dinilai kejam dan egois. Begitu juga dengan yang menaruh bayi di kereta dorong yang menghadap jauh dari orang tua.

Cathrine Fowler, seorang profesor keperawatan anak dan kesehatan keluarga, mengklaim anak-anak akan ketakutan jika dibawa dalam gendongan atau didorong di kereta bayi tanpa terlihat dari orang tua.

"Bayangkan jika Anda sendiri diikat ke dada seseorang dengan kaki dan tangan menggapai-gapai, tanpa kontrol ke dalam satu pusat perbelanjaan yang padat, itu pastinya akan menakutkan," kata Profesor Fowler seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (22/8). Maka itulah ia menyimpulkan menggendong bayi menghadap depan akan menciptakan situasi yang sangat stress bagi anak.

Komentar Profesor Fowler itu tak hanya diterapkan untuk bayi yang baru lahir, tetapi juga anak-anak sampai usia satu tahun.

Komentar itu dilontarkannya berdasarkan studi pada 2008 yang menemukan bahwa bayi akan menderita bila mereka tal dapat melihat orang tua mereka saat berada di dalam kereta dorong. Dalam penelitian oleh University of Dundee itu, akademisi menemukan bahwa kereta bayi yang menghadapi ke depan bisa membuat anak menjadi mudah cemas saat dewasa. Anak-anak akan merasa sulit mendapatkan perhatian orang tua mereka. Sebaliknya, metode tradisional dengan menggunakan kereta bayi yang menghadap orang tua membuat bayi akan lebih mungkin untuk tertawa, mendengarkan ibu mereka berbicara, dan mudah tidur. Itu otomatis yang menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah.

Minggu, 21 Agustus 2011

, , ,

Gendong Bayi Menghadap Depan Bisa Bikin Bayi Stres



Ada berbagai cara menggendong bayi yang bisa dilakukan orangtua ketika sedang bepergian. Tapi menggendong bayi dengan menghadap ke depan bisa membuat bayi menjadi stres.

Cathrine Fowler seorang profesor keperawatan keluarga dan anak menuturkan anak-anak atau bayi akan merasa ketakutan jika ia dibawa dalam gendongan atau dorongan kereta bayi yang terlihat jauh dari orangtuanya.

"Gendongan bayi yang menghadap ke depan akan membuat bayi seperti dibombardir oleh stimulus atau rangsangan, sehingga menciptakan situasi yang sangat stres bagi bayi," ujar Fowler, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (22/8/2011).

Profesor Fowler menuturkan kondisi ini akan membuat kaki dan tangan bayi bergoyang-goyang. Jika tidak mempertimbangkan perspektif si bayi, maka secara tidak sengaja orangtua cukup kejam terhadap anak-anaknya.

Pendapat dari Profesor Fowler yang bekerja di Sydney’s University of Technology ini didukung oleh sebuah penelitian tahun 2008 yang menemukan bahwa bayi menderita jika ia tidak melihat orangtuanya saat berada di dalam kereta dorong.

Dalam studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Dundee diketahui bahwa bayi yang didorong dalam kereta menghadap ke depan memiliki tingkat kecemasan dan stres yang lebih tinggi. Hal ini karena bayi menjadi sulit mendapatkan perhatian orangtuanya dan jarang diajak berbicara.

Sedangkan bayi yang didorong dengan menghadap ke arah orangtuanya lebih mungkin untuk tertawa, mendengarkan suara ibunya serta memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

"Data yang ada di kami menunjukkan bagi sebagian besar bayi, kehidupan di dalam kereta dorong miskin stimulasi dan cukup membuat stres, sehingga kemungkinan bayi tumbuh menjadi dewasa yang cemas," ujar Dr Suzanne Zeedyk selaku psikolog perkembangan.