Tampilkan postingan dengan label Rambut Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rambut Bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

, , ,

Cara Menghilangkan Kerak di Kepala Bayi



Bayi sering terlihat seperti memiliki ketombe atau disebut dengan kerak di kepala (cradle cap). Meski hal ini sangat umum dijumpai, tapi bisa mengganggu penampilan si bayi. Bagaimana mengatasinya?

Kerak di kepala yang terjadi pada bayi akan terlihat seperti kulit mengelupas, kulit kering, ketombe, terkadang kulit menebal, berminyak, terjadi pengerasan kulit dan berwarna coklat atau kekuningan.

Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan paling sering muncul dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Kondisi kerak di kepala biasanya akan hilang sendiri pada usia 6-12 bulan, meskipun beberapa bayi tetap memiliki kerak kepala hingga usia beberapa tahun.

Saat ini tidak diketahui dengan pasti apa penyabab dari kerak di kepala bayi. Tapi beberapa ahli percaya bahwa hormon yang diterima bayi dari ibunya diakhir kehamilan terlalu berlebihan sehingga mengakibatkan kondisi tersebut. Namun belum ada kesepakatan mengenai penyebab yang sebenarnya.

Satu hal yang pasti kondisi ini tidak menular dan mungkin tidak akan mengganggu bayi kecuali sudah parah dan menimbulkan gatal.

Sebenarnya tidak ada perlakuan khusus untuk menghilangkan kerak di kepala. Tapi jika mulai mengganggu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya, seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (19/5/2010), yaitu:


  1. Cobalah keramas lebih sering dengan menggunakan shampo yang lembut sambil menggosok lembut kulit kepala bayi, setelah itu bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak ada sisa shampo yang menempel di kepala.
  2. Setelah dicuci dengan shampo, sikat dengan lembut kepala bayi atau menggunakan handuk untuk menghilangkan kerak ringan yang menempel di kepala.
  3. Untuk menghilangkan kerak kepala yang keras, cobalah gunakan minyak zaitun, minyak almond atau baby oil untuk membantu melepaskan kerak yang menempel. Setelah dipijat dengan minyak dibiarkan selama 15 menit, kemudian sisir dengan lembut untuk mengeluarkan kerak-kerak tersebut.
  4. Pastikan untuk tidak meninggalkan minyak terlalu lama di kepala, karena bisa menyumbat pori-pori dan membuat kerak tetap ada serta sulit dihilangkan.
  5. Jika kerak tak kunjung hilang, cobalah untuk menggunakan shampo khusus bayi yang mengandung asam salisilat dan coal tar.
  6. Jangan pernah sekali-kali menghilangkan kerak dengan cara mengelupasnya menggunakan kuku, karena bisa menyebabkan luka di kulit kepala dan infeksi.

Jika kerak di kepala tak juga membaik setelah melakukan perawatan selama beberapa minggu, keraknya menyebar ke daerah lain atau menjadi berwarna merah, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah penyebaran.

Jika kondisi yang sama terlihat di sekitar telinga, alis, ketiak atau lipatan lainnya, maka kondisi ini disebut dengan dermatitis seboroik.

Namun jika kerak di kepala sudah benar-benar hilang, maka usahakan untuk mencegahnya agar tidak datang kembali. Usahakan untuk tidak berlebihan dalam memberikan shampo pada bayi, karena hal ini dapat merangsang kelenjar minyak, serta membilas shampo atau minyak di kepala hingga bersih sehingga pori-pori kepalanya tidak tertutup.

Selasa, 26 Juli 2011

, ,

Penyebab Rambut Rontok Pada Bayi


Masalah rambut rontok sepertinya bukan masalah orang dewasa saja. Bayi baru lahir ternyata juga bisa mengalami hal serupa. Namun Anda harus tahu, bahwa rambut rontok pada bayi umumnya normal.

Bayi cenderung kehilangan rambut mereka di awal kehidupannya. Seperti halnya pada orang dewasa, rambut bayi juga mengalami masa pertumbuhan dan istirahat. Dalam kasus bayi baru lahir semua folikel rambut memasuki masa istirahat pada waktu yang sama. Namun ada kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kerontokan rambut pada bayi baru lahir.

Mau tahu penyebab rambut rontok pada bayi?

* Tinea capitis, umumnya dikenal sebagai kurap pada kulit kepala dan merupakan infeksi jamur yang sering terlihat pada anak-anak. Hal ini terlihat seperti bercak bersisik dan mungkin terlihat seperti titik-titik hitam di kulit kepala.

* Alopecia Areata, ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan rambut rontok diduga disebabkan serangan sistem kekebalan pada folikel rambut.

* Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut. Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.

* Posisi tidur. Tidur dalam posisi yang sama selama beberapa jam pada suatu waktu juga dapat menjadi salah satu penyebab hilangnya rambut bayi.

* Stres, demam dan perubahan hormonal. Sekitar 5 sampai 15 persen dari rambut di kulit kepala biasanya akan mengalami fase istirahat pada satu waktu. Namun stres, demam atau perubahan hormon dapat menyebabkan sejumlah besar rambut berhenti tumbuh sekaligus. Penanggalan rambut pada bayi umumnya dimulai ketika memasuki tahap pertumbuhan yakni sekitar usia tiga bulan.

* Kekurangan gizi: Vitamin H atau biotin adalah salah satu vitamin B kompleks yang membantu tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa untuk bahan bakar tubuh. Zinc, mineral penting, yang terlibat dalam berbagai aspek metabolisme seluler. Ini juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan rambut bayi selama kehamilan, masa kanak-kanak dan remaja.

* Masalah Endokrin: Pada beberapa anak, penyebab kerontokan rambut disebabkan oleh hipotiroidisme. Suatu kondisi dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan rendahnya jumlah hormon tiroid untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.

Untuk mengatasi masalah rambut rontok pada bayi, Anda bisa menyiasatinya dengan berbagai cara berikut ini:

* Gunakan bantal pada bayi Anda dengan bentuk tapal kuda.

* Pijat dengan minyak. Memijat kepala bayi Anda dengan minyak tidak mencegah rambut rontok, tetapi dapat membantu dalam sirkulasi darah di kulit kepalanya.

* Cukur. Mencukur rambut bayi tidak berarti ada jaminan rambut tumbuh lebih tebal atau berkurang kerontokannya. Tetapi dengan mencukur rambut setidaknya ada kemungkinan tidak memiliki rambut rontok sama sekali.

* Jika mungkin Anda bisa mencoba untuk mengubah posisi tidur bayi setelah beberapa waktu.

* Jika kerontokan rambut bayi Anda masih berlanjut, lebih baik konsultasikan ke dokter anak dan biarkan dokter yang menanganinya.