Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2014

,

Keadaan Psikologi Ibu Menyusui terhadap Bayi


Kondisi psikologi ibu setelah melahirkan tentu akan berbeda-beda, bahkan tidak sedikit ibu yang memiliki perasaan yang lebih peka, mudah tersinggung dan lebih sensitif. Kondisi ini bisa terjadi di minggu awal kehadiran bayi bahkan beberapa ibu mengalami perubahan psikologi hingga berbulan-bulan. Perbedaan kondisi psikologi ibu ini dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama dukungan dari suami dan anggota keluarga yang lain.

Kemampuan wanita dalam beradaptasi dengan rutinitas merawat bayi sangat dibutuhkan terutama bagi ibu menyusui anak pertama. Banyak diantara ibu yang tidak mampu beradaptasi, akhirnya mengalami baby blues (kondisi sedih, tidak percaya diri, mudah tersinggung, bingung dan khawatir) saat menyusui. Gangguan psikologis ini, harus segera diatasi sehingga tidak menyebabkan ibu menyusui menjadi depresi.

Langkah awal menjaga psikologi bayi tetap baik, adalah dengan memotivasi diri bahwa menyusui bayi akan membentuk hubungan batin yang lebih kuat antara ibu dan buah hati. Penelitian lain menemukan, bahwa memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan dapat memberikan dampak positif kepada wanita.

Saat menyusui, otak ibu menunjukan sensitivitas yang tinggi sehingga lebih cepat melakukan respon terhadap tangisan bayi dan lebih memahami perasaan bayi.Psikologi Ibu Menyusui yang lain adalah dapat menyebabkan wanita lebih agresif untuk melindungi bayi, sensitif, mempunyai keberanian ekstra untuk melindungi bayi dan tekanan darah dapat terkontrol.

Cara mengatur Psikologi Ibu Menyusui

Menyusui bayi memang dapat memicu perubahan hormon yang positif dan perubahan hormon yang negatif, sehingga ibu menyusui harus mampu mengontrol perubahan yang terjadi di dalam diri dan lingkungan ketika sedang menyusui, dengan cara-cara sebagai berikut: 

Meminta bantuan orang terdekat (keluarga) untuk membantu kebutuhan anda sehari-hari, selama menyusui. 
Pastikan waktu istirahat yang cukup, 
Mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, 
Melakukan kegiatan menyenangkan (hobi) disaat ada waktu luang selama menyusui, 

Ringkasan: 
Kondisi psikologi ibu menyusui antara satu dengan yang lain akan berbeda-beda, 
Menyusui dapat meningkatkan hubungan batin antara ibu dan anak, 
Melakukan kegiatan menyenangkan (hobi) akan mengurangi resiko stres saat menyusui. 



Minggu, 30 November 2014

,

Kalau bayi nangis terus-menerus...


Bayi mengungkapkan ketidaknyamanan yang dia rasakan melalui tangisan. Kadang ibu pun bingung dibuatnya, karena tidak tahu apa maksud dari tangisan buah hatinya tersebut. Gendongan dan susu pun menjadi jurus andalan para ibu untuk menenangkan sang bayi. Tapi, jika bayi tetap tak henti-hentinya menangis, waspadai adanya gangguan pencernaan atau yang disebut kolik.

Menurut pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) sekaligus anggota koligium Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr Muhammad Juffrie, kolik merupakan nyeri perut yang cukup hebat pada bayi. Kondisi tersebut kerap dialami bayi yang meminum ASI maupun susu formula.

"Saat mengalami kolik, bayi akan menangis terus, bisa lebih dari tiga jam," ujar Juffrie, dalam diskusi "Pentingnya Kesehatan Pencernaan pada Bayi", baru-baru ini.

Meski kerap dialami oleh bayi yang lahir dalam hitungan bulan, penyebab kolik belum diketahui pasti. Namun, menurut hipotesis yang ada, para dokter anak menduga bahwa kolik disebabkan oleh intoleransi makanan, alergi protein susu sapi, serta aktivitas laktase yang rendah.

"Bayi yang baru lahir hingga berusia empat bulan biasanya paling sering mengalami kolik. Hal ini terjadi karena saluran cernanya belum sempurna. Akibatnya, makanan yang mengandung laktosa tidak dicerna baik, sehingga membuat bayi kembung dan akhirnya menangis," lanjut Juffrie.

Diketahui, bayi sering kali mengalami kolik pada malam hari. Akibatnya, dia pun menangis terus-menerus pada jam-jam istirahat. Sebagai dampaknya, pola tidur sang bayi maupun orang tuanya pun terganggu.

Meski demikian, Juffrie menyebut bahwa kolik normal dialami setiap bayi. Dia pun menyarankan agar tidak sembarangan memberi obat saat bayi kolik, karena masalah itu akan hilang dengan sendirinya.

"Jangan asal memberi obat saat bayi kolik. Bayi itu komplikasinya lebih banyak. Nanti juga akan hilang sendiri," katanya.





Sabtu, 22 November 2014

,

Binatang dan Kesehatan Anak

http://cdn.klimg.com/vemale.com/headline/650x325/2013/07/27197-kesehatan-anak-dan-hewan-peliharaan-033655.jpg

Benarkah memelihara hewan dapat membuat si kecil belajar tanggung jawab? Bagaimana dengan penyakit yang ditularkan oleh hewan, apakah tidak berbahaya bagi si kecil? Lalu bagaimana jika si kecil suka hewan?

Sebagai orangtua, terkadang kita heran melihat tingkah anak-anak jika sedang bermain dengan binatang kesayangannya. Bahkan ada anak yang menangis tersedu-sedu ketika binatang kesayangannya mati. Ada hubungan yang unik antara anak dan binatang.

Mengapa Suka Hewan?
Barangkali Anda memiliki anak yang suka memelihara hewan tertentu. Padahal Anda sendiri tidak suka. Entah itu kucing, anjing, kelinci, hamster, ayam yang memang sudah biasa dipelihara. Atau bahkan binatang-binatang yang tak lazim seperti ular, iguana, monyet, tikus, bahkan… anak macan.

Selain lucu, bulunya yang halus, bentuk wajahnya yang iut, sebenarnya secara psikologis ada beberapa hal yang membuat anak-anak suka memelihara hewan. Olin Eugene Myers, Jr., seorang psikolog dari Western Washington University, Amerika Serikat mengatakan, ada beberapa faktor yang menentukan interaksi antara anak dengan hewan.


A. Reaksi Positif


Reaksi anak terhadap binatang tergantung respon awal mengenai binatang tersebut. Ini tentu saja akan didapat anak dari lingkungannya. Ketika seorang anak ‘berkenalan’ dengan binatang itu dengan cara positif, misalnya seekor anak kucing yang lucu dan lincah tiba-tiba mendekati anak Anda. Kemudian mereka akrab bercanda, si kucing juga nurut dibelai-belai, maka respon positif telah tertanam pada diri anak Anda. Maka jika anak Anda kemudian berniat memelihara kucing, Anda jangan heran.

Namun ketika kucing tesrebut tiba-tiba galak lalu mencakar anak Anda hingga berdarah, dan anak Anda menangis kesakitan sampai ia ketakutan jika dekat dengan kucing, maka telah terjadi respon negatif. Anak Anda tak akan lagi mau mendekati kucing, apalagi memeliharanya.

Ketika Anda mengajak anak-anak ke kebun binatang, tanpa disadari sebenarnya Anda telah menanamkan ‘kesan’ kepada anak-anak. Padahal mungkin tujuan Anda hanya ingin memperkenalkan binatang pada mereka. Respon positif anak-anak terhadap binatang itulah yang mendorong hatinya untuk mencintai binatang.

B. Tubuh Hewan Unik


Tubuh binatang yang lebih kecil dari tubuh anak, bentuk badannya yang unik, bulu yang halus atau tingkahnya yang lucu membuat anak-anak Anda ‘jatuh cinta’. Secara keseluruhan mereka bisa membelainya, menggendongnya dan menciuminya. Akhirnya anak akan menemukan kesenangan lain. Berbeda jika mereka membelai boneka sekali pun itu boneka binatang.

Semakin mereka merasakan kesenangan dengan membelai tubuh biantang kesayangannya, semakin mereka merasakan ada sesuatu ‘ikatan’ dengan binatang kesayangannya itu. Mereka merasakan keunikan dari binatang itu.


C. Ekspresi Balik


Ketika anak Anda membelai, mencium dan memeluk binatang kesayangannya itu, tentu saja si binatang ikut merasakan betapa ia disayang. Si binatang juga akan memberikan respon balik dengan gerak-geriknya. Ketika ia dibelai-belai, binatang itu akan diam manja. Ketika ia diajak bercanda, ia akan senang meloncat-loncat. Itulah ekspresi balik binatang melalui feeling-nya.

D. Saling Berinteraksi
Kucing ini membujuk anak untuk berhenti menangis:

Ketika seorang anak telah punya kesan positif dan merasa telah mendapatkan ‘sesuatu’ dari hewan peliharaannya itu, anak akan menganggap binatang peliharaannya sebagai ‘teman’. Mereka saling berinteraksi satu sama lain. Anak punya rasa kepedulian dan tanggung jawab menjaga binatang kesayangannya itu dan si binatang seolah-olah merasa punya ‘hutang budi’ pada tuannya.

Benarkah Bermanfaat?
Anak Jadi Lebih Peduli:


Secara psikologis, anak yang memelihara binatang jadi lebih peduli, lebih bertanggung jawab, juga lebih sayang. Tampaknya memelihara binatang ada sisi positifnya. Berdasarkan hasil penelitian, berteman dengan hewan mengajarkan anak tanggung jawab, mendorong tumbuhnya kepedulian, rasa solidaritas, pertemanan, keamanan, kenyamanan dan sarana menyalurkan kasih sayang.

Beberapa anak bahkan menggunakan binatang peliharaannya sebagai teman saat mereka bosan, kesepian, atau ketika sedang sedih. ahkan beberapa negara telah menggunakan binatang sebagai sarana terapi bagi anak-anak yagn sulit menjalani hubungan orang lain. Tapi, kata Myers, sebaiknya tidak memilih hewan-hewan yang tidak lazim seperti ular, iguana atau anak macan, kecuali orangtua memang sudah memeliharanya lebih dulu. Jadi, biarkanlah anak-anak Anda memelihara binatang kesukaannya.

Jika Anak Anda Memelihara Binatang



Pastikan bahwa binatang yang akan dipelihara bukan binatang buas dan bebas dari penyakit. Bawalah binatang tersebut ke dokter hewan untuk memastikannya. Secara berkala bawalah binatang tersebut ke dokter hewan untuk memastikan bahwa binatang itu sehat.

Ajari anak Anda untuk selalu menjaga kebersihan binatang peliharaannya. termasuk di mana binatang itu mengeluarkan kotoran, makan dan sebagainya.

Mintalah anak untuk memberi sendiri makan dan minum binatang kesayangannya. Tegaskah bahwa itulah konsekuensi jika ingin memelihara binatang.

Tekankan pada mereka bahwa binatang hanya ‘jembatan’ bagi mereka untuk dapat lebih baik bersosialisasi dengan orang lain


Sumber 
Diskusi lebih lanjut di SINI
Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :


Rabu, 22 Januari 2014

,

Bagusan diasuh Ibu atau nenek ?

 

Tak perlu khawatir jika pola asuh Anda dan kakek nenek Si Kecil cenderung berbeda. Hal ini justru dapat menjadi stimulasi emosi yang berguna untuk perkembangan buah hati. Masalah perbedaan cara asuh memang lumrah terjadi. Ada kalanya, orangtua yang mencoba mendidik anak untuk disiplin harus berkompromi dengan sikap Sang Nenek yang justru ingin memanjakan cucunya. Atau, bisa juga sebaliknya. Anda memanjakan anak sementara orangtua Anda sangat keras dan disiplin kepada cucunya. Bahkan, tak jarang Anda ditegur karena pola asuh yang dinilainya salah.
Perbedaan pola asuh memang mungkin saja terjadi. Setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda saat memperlakukan cucu atau buah hatinya. Bahkan bukan tak mungkin jika seorang nenek menerapkan pola pengasuhan yang disiplin kepada anaknya, namun justru bersikap sangat memanjakan pada cucunya,.

Hangat & Dekat
Jika ditarik dari sejarah, meski setiap individu memilik cara yang berbeda, namun kecenderungan pola asuh zaman dahulu kental dengan gaya disiplin yang kaku. Dalam artian, anak tidak memiliki banyak pilihan dan hukuman yang diberikan pada setiap kesalahannya seolah dianggap lumrah. Sampai aliran behaviorisme ditemukan dan dipopulerkan di masyarakat, terbentuklah pemikiran bahwa pengasuhan yang baik itu bukan selalu menghukum, melainkan juga memberikan pujian. Jadi lebih ke reward dan punishment .

Penemuan di dunia parenting yang menyebutkan bahwa attachment orangtua dan anak sangat penting. Di atas segala jenis pola asuh, yang terpenting adalah kehangatan, kedekatan, dan rasa sayang antara ibu dan anak, yang disertai dengan batasan-batasan yang jelas. Jika pola attachment orangtua dan anak sudah kuat, Si Kecil tak akan terpengaruh dengan pola asuh yang diberlakukan orang lain kepadanya.

Harus Konsisten
Terkadang, sikap orangtua yang mencampuri cara Anda membesarkan buah hati terasa mengganggu. Anda pun terjebak dalam dilema. Di satu sisi, keakraban Sang Nenek dengan cucunya adalah hal yang begitu Anda harapkan. Di sisi lain, Anda juga khawatir Si Kecil akan bingung dengan perlakuan atau peraturan yang berbeda.

Rasa khawatir semacam ini justru tidak perlu. Perbedaan pola asuh Anda dan orangtua Anda yang diberlakukan pada Si Kecil justru dapat menstimulasi aspek sosial buah hati. Dia akan mendapat pelajaran mengenai cara membedakan perilaku orang dan berperilaku yang pantas pada orang yang berbeda. Maka, itu membantu dia belajar mengenai perkembangan sosial. Hal ini juga akan berguna untuk buah hati di kemudian hari.

Satu hal yang penting dan seringkali dilupakan adalah menjaga konsistensi. Anda harus konsisten pada pola asuh yang telah diberlakukan sehingga dapat menetap di pikiran anak. Jangan sampai hari ini mengizinkan, besok melarang. Jika Anda memberlakukan pola asuh disiplin dengan konsisten, lambat laun anak akan tahu bahwa itu yang diharapkan Anda dan ia akan berusaha mematuhinya. Dan tak masalah jika Anda yang melarang namun Sang Nenek atau Sang Kakek mengizinkan karena akan menguntungkan anak. Ia akan kaya dengan nuansa perbedaan individuala.

Jangan Berjarak
Semakin sering terjadi interaksi antara nenek dan cucu memang memperbesar terjadinya perbedaan pola asuh yang diterima buah hati. Sebagai orangtua, Anda tetap paling berhak menentukan apa yang sebaiknya diterapkan pada Si Kecil. “Maka jika eyang, orangtua, dan anak tinggal dalam satu atap, Anda dan buah hati harus memanfaatkan area privat semaksimal mungkin.

Sebut saja jika buah hati sedang tantrum. Nenek atau kakek bersikeras untuk menggendong buah hati dan mengabulkan keinginannya. Sementara Anda memiliki cara sendiri untuk meredakan tantrumnya. Sebelum orangtua Anda turun tangan, bawa buah hati ke kamar dan ajak ia bicara hingga tangisnya mereda.

Setelah urusan Anda dan buah hati usai, baru keluar dari kamar. Pasalnya, pada siapa pun Anda memercayakan pengasuhan, baik pada eyang atau pada pengasuh, namun tetap saja ibu dan anak membutuhkan waktu khusus untuk menebalkan ikatan tadi. Sementara ketika Anda mulai merasa orangtua terlalu banyak turun tangan dalam menangani Si Kecil, Anda tak perlu menciptakan jarak antara orangtua Anda dan buah hati. Dekati orangtua, bukan justru memberi jarak. Pasalnya, jika Anda dekat dengan orangtua dan orangtua melihat perlakuan Anda yang tegas namun penuh kasih sayang pada buah hati, misalnya, pada akhirnya orangtua akan respek pada Anda dan mempercayakan pola pengasuhan yang Anda terapkan.

Proses membuat orangtua Anda percaya memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun pada akhirnya, jika pola asuh yang Anda yakini terbukti membawa hasil menyenangkan pada buah hati, orangtua Anda pun akan percaya dan menghargai Anda.

3 Pola Asuh
Tiga jenis pola asuh yang dikategorikan oleh Diana Baumrind, ahli psikologi perkembangan dari New Yorka. Secara umum pola asuh memiliki tiga jenis, yaitu:

1. Otoriter: Tipe pengasuhan ini umumnya bersifat parent center. Jadi, memberi hukuman pada anak lumrah saja karena semua dilakukan atas kehendak orangtua.
2. Permisif: Tipe pengasuhan ini bersifat child center, orangtua cenderung sangat memanjakan anak dan mengikuti apa saja yang diinginkan anaknya.
3. Otoritatif: Tipe pengasuhan yang menyeimbangkan sisi otoriter dan permisif, yaitu tidak melulu menghukum atau memanjakan, namun bisa mengatur dan menghargai dengan disesuaikan pada konteksnya.

Tipe otoritatif dianggap paling ideal karena hubungan orang tua dan anak akan hangat namun anak juga mengenal batasan. Namun, masih sulit untuk menanamkan pola ini pada orangtua. Karena yang banyak terjadi justru otoriter sekalian atau permisif sekalian. Jarang ada yang dapat menyeimbangkan keduanya.

Tantangan Baru
Nina memaparkan sebuah fenomena yang bisa dikatakan baru yaitu bertambahnya orangtua yang justru takut kepada anaknya. “Takut membuat anak sedih, kecewa, atau marah. Akhirnya segala keinginan anak dituruti saja. Itu termasuk pada pola permisif,” ujarnya.

Nina juga memaparkan bahwa kini, baik orangtua maupun anak memiliki tantangan baru. “Tantangan itu utamanya dilihat dari dunia yang kian mengglobal. Perkembangan internet dan teknologi tak dapat dibantah sangat memengaruhi perubahan sikap seseorang menjadi lebih menuntut kecepatan dan kemudahan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih tidak sabar dalam mencapai tujuan, termasuk dalam pola pengasuhan. Padahal, dalam membentuk sikap yang menetap pada buah hati tentu tidak dapat diraih dengan instan, kan?

Di lain sisi, jika dilihat dari perkembangan kognitif dan emosional anak, tingkatan perkembangan anak zaman dahulu dan sekarang sebenarnya sama saja. Misalnya usia anak belajar berjalan, mulai berbicara, itu dari dulu hingga sekarang, kan, sama. Perkembangan kognitif dan emosional anak memang akan tetap sama, hanya dengan tantangan yang berbeda.[tabloidnova]

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Rabu, 20 Maret 2013

Cara Mengatasi Anak Bayi Menagis Dengan Mudah

Tips mudah mengatasi anak bayi menangis - Penting bagi bunda untuk memahami Arti - Penyebab tangisan pada bayi, Coba perhatikan, tangisan laparnya berbeda dengan tangisan karena popoknya basah. bila ibu sudah menguasi bahasa tangisannya, ibu akan memberikan respon yang tepat dan menenangkannya, sehingga sikecil merasa aman dan nyaman.

Penyebab bayi menangis

Mengapa Bayi Menangis?

Berikut 7 penyebab bayi/sikecil menangis :

Lapar 

Si kecil menjadi rewel dan jika ibu menggendongnya maka si kecil akan mencari-cari puting ibu.

Popok Basah

Tidak semua bayi akan menangis kalau popoknya basah. ada juga bayi menikmati popoknya yang basah dan tidak menangis ataupun rewel karenanya.

Kedinginan atau Kepanasan

Bayi baru lahir senang dibungkus dan mendapat kehangatan. Maka tak heran jika si kecil akan menangis ketika bunda terlalu lama membiarkannya dalam keadaan telanjang, Namun sebaiknya hindari membungkus si kecil dengan berlapi-lapis pakaian, karena kalu kepanasan bayi ibu juga akan rewel :)

Ingin Digendong

Bayi akan mersa senang dan aman ketika dipeluk, digendong, melihat wajah ibu/ayah, mendengar suara, dan mendengan suara detak jantung ayah dan bundanya, Setelah disusui, disendawakan atau diganti popoknya dan tidak ada salahnya jika ibu menggendongnya sebentar saja.

Merasa Bosan

Memang si kecil pencari perhatian yang ulung, tetapi ketika bunda memberikan perhatian yang terlalu berlebihan maka se kecilpun akan menangis.

Tidak Enak Badan

Sudah kenyang disusui, Popoknya juga baru diganti, tapi kenapa masih menangis?? Coba bunda periksa suhu tubuhnya, mungkin demam? Tangisan sakit berbeda sekali dengan tangisan karena lapar atau bosan, dan jika ibu sudah mengenali tangisan sakitnya segera bawa ke dokter.

Kolik

Terkadang Bayi anda rewel dan susah sekali ditenangkan, mungkin disebabkan kolik, dikatakan kolik jika si kecil teru-terusan menangis selama minimal 3 jam/hari dan kejadian ini berualang minimal 3kali/minggu. Pola tangisan ini tidak jelas penyebabnya, dan dijumpai pada bayi usia dibawah 3 bulan yang sehat dan cukup mendapatkan ASI.

Demikianlah Tips mudah dalam mengatasi anak bayi menangis, kali ini, dan semoga ini bisa bermanfaat bagi anda semua.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Sabtu, 16 Maret 2013

Cara2 Menenangkan Bayi yang Menangis

[imagetag]

Bayi baru lahir hanya memiliki tangisan sebagai bahasa sehari-hari. Kendati demikian, banyak orangtua tak tega melihat sang buah hati menangis. Berikut beberapa kiat menenangkan bayi yang menangis seperti yang dipublikasikan oleh Tabloid Nova.

1. Gendongan Kain

Dalam banyak kebudayaan, bayi menghabiskan banyak waktu terayun dalam gendongan kain di punggung atau dada ibu mereka. Jika meletakkan bayi kolik dalam gendongan kain atau carrier , bayi bisa meringkuk dan terbuai tidur oleh gerakan Anda. Gendongan kain juga dapat mengistirahatkan lengan Anda.

2. Beri Empeng

Bayi memiliki insting mengisap yang kuat, sehingga empeng juga dapat menenangkan bayi yang kolik. Bonus: penelitian telah menemukan, empeng juga dapat membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

3. Shhhh!

Membisikkan "sshhh.." langsung di telinga bayi kolik dapat menenangkannya. Kendati Anda perlu memulai dengan lembut dan tenang. Para ahli mengatakan jangan takut-takut melakukannya. Jika bayi menangis keras, lakukan "sshhh.." lebih keras sehingga bayi dapat mendengar Anda.

4. Posisi Berbeda

Jika menggendong bayi kolik dengan posisi wajah ke atas, ini tidak membantu penderitaannya. Cobalah posisi lain. Gendong bayi menghadap ke bawah dengan tangan di bawah perut dan kepala di lengan. Ini mungkin menenangkannya. Tekanan pada perutnya dapat membantu mengurangi gas dan rasa tidak nyaman.

5. Jalan-jalan

Bayi dalam rahim terbiasa dibawa bergerak. Meniru hal ini, bisa dengan membawa bayi bergerak untuk membuatnya tertidur. Taruh bayi di ayunan, kursi goyang, beri kursi mobil bergetar, namun jangan pernah meninggalkan bayi sendiri, karena selalu ada bahaya terjatuh. Bawa bayi kolik berjalan-jalan dengan mobil, juga dapat dilakukan.

6. Pijat Bayi

Ingat kekuatan dari sentuhan pada bayi kolik. Banyak bayi sentuhan skin to skin . Penelitian telah menemukan, bayi yang dipijat berkurang menangis dan tidur lebih baik. Coba tanggalkan pakaian bayi dan pijat lembut, pijat lembut bagian kaki, lengan, punggung, dada, dan wajah. Ini juga dapat menenangkan Anda.

7. Istirahat Sebentar

Menghibur bayi setelah menangis keras di malam sebelumnya karena kolik, merupakan hal penting. Anda mungkin merasa kewalahan, frustrasi, dan kurang efektif dalam bekerja. Jika tidak ada dampak yang terlihat, istirahatlah. Serahkan bayi pada pasangan Anda atau anggota keluarga lain. Ketika itu bukan pilihan, ingatlah jika sah-sah saja membiarkan bayi menangis dalam keranjang tidurnya sebentar sementara Anda mengumpulkan energi.

8. Upayakan Sendawa

Ketika bayi menangis, Ia bisa menelan banyak udara. Itu dapat membuatnya kembung dan tidak nyaman, lalu membuatnya menangis lebih keras. Cobalah gendong dengan posisi vertikal dan urut lembut punggungnya. Posisi klasik (kepala bayi di atas bahu Anda) kerap efektif walaupun dapat membuat bayi gumoh di punggung. Metode lain: baringkan bayi dengan kepala di bagian lutut, atau tarik bayi menyerupai gerakan sit-ups dengan salah satu lengan mendukung dada dan leher nya.

9. Lampin

Bagi orang dewasa, dibungkus selimut mungkin terasa seperti dikekang. Tetapi bagi bayi yang menangis dan rewel, lampin terasa seperti rahim sempit, akrab, dan menghibur. Namun seberapa ketat lampin dapat dililitkan, lilit dengan kekuatan cukup saja sehingga lampin bayi tidak lolos, maupun lengan dan kakinya bebas dan memukul dirinya sendiri.

10. Konsultasi dengan Dokter

Jika Anda khawatir akan tangisan bayi yang menderita, bawalah ke dokter. Dokter anak dapat memberikan petunjuk dan menyimpulkan penyebab medis. Kendati beberapa bayi tidak beralasan khusus menangis atau bayi hanya lebih mudah menangis keimbang bayi lain. Jadi pada saat bayi Anda menangis, ingat-ingat dua hal: Ini bukan kesalahan dan hal ini tidak akan berlangsung selamanya.


Jumat, 04 Januari 2013

,

Cara Jitu Membuat Anak Cerdas Sejak Bayi

Cara Membuat Anak Cerdas sejak Bayi. Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi tahukah Anda, 4 hal ini tidak hanya baik tapi juga dapat membuat anak lebih cerdas dan sehat sejak bayi. 

Nah… bagi para orang tua, silakan ikuti Tips berikut ini Cara membuat anak cerdas sejak bayi hingga dewasa nanti, seperti  disadur dari laman Parenting berikut ini :

1. Bicara dengan cerdas
Ajak bayi Anda bicara sesering mungkin

Menurut Dr.Jean Ashton –pengajar dan pemerhati pendidikan anak usia dini dari Universitas Sydey, Asutralia, mengajak bayi bicara bukan hanya terbatas pada memuji, mengeluarkan kata-kata lucu atau memanggil-manggil namanya.

“Ajak bayi Anda bicara dan belajar juga menjadi pendengar yang baik untuknya. Bayi mungkin belum bisa menjawab dengan kata-kata, namun mereka pandai merespon melalui ekspresinya. Respon ini yang perlu diperhatikan dan dihargai sebagai bentuk awal bayi belajar berkomunikasi dengan lingkungannya.”

Anda juga dapat mengajak bayi berbicara cerdas dengan memanggil namanya, menanyakan sesuatu, menjelaskan hal sesuai logika serta menggunakan kalimat lengkap.

2. Ikut bermain
Masih menurut Dr. Ashton, keterlibatan Mama saat anak bermain dapat megajarkan cara bermain yang seharusnya. Kegiatan ini juga akan membantu mempercepat proses belajar anak, mengembangkan potensi sosialnya, mengenali kemampuan atau bakat, minat, hingga kebutuhan emosionalnya.

3. Bacakan cerita
Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai membacakan cerita untuk anak. Seperti yang dikatakan Dr.Rosmarie Truglio, seorang ahli pendidikan, “Membaca dapat menumbuhkan kecintaan anak pada buku, meningkatkan kemampuan kosakata serta membantu mengembangkan keterampilan berbahasa.”
Pilih buku-buku sederhana dengan gambar dan warna yang menarik agar anak dapat turut melihat dan memainkannya.

4. Bernyanyilah!
Pilih lagu yang memiliki syair berima, memiliki nada-nada atau bunyi-bunyi unik serta membuat Anda bergerak. Cicak-cicak di dinding, hap! Mudah, bukan? “Ini cara yang sangat menyenangkan untuk mengajak anak mempelajari beragam bunyi dan menamabah perbendaharaan kata. Anak juga akan terdorong untuk ikut bergerak dan bergembira.

bayi pintar....

Rabu, 19 Desember 2012

Kebutuhan Pakaian Dan Perlengkapan Bayi


Umumnya orangtua akan mulai menyiapkan berbagai perlengkapan bayi saat usia kehamilan telah memasuki bulan ketujuh atau lebih. Hal ini untuk menjaga kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi pada calon bayi maupun calon ibu. Saat ini ada berbagai perlengkapan bayi yang beragam jenisnya. Anda bisa memilihnya sesuai dengan keinginan dan anggaran dana anda. Jika tidak, ada kemungkinan anda akan kalap dan memborong banyak barang yang sebenarnya tidak penting untuk bayi anda. Berikut ini adalah panduan untuk beberapa perlengkapan bayi yang bisa anda gunakan. Dengan mengikuti panduan ini maka anda akan mengetahui kebutuhan pakaian dan perlengkapan bayi apa saja yang sebaiknya anda miliki.

- Minimal 2 lusin (24 buah) popok kain. Pilih bahan yang tidak terlalu tipis tapi mudah menyerap air (misalnya kain tetra.

- Jika anda memutuskan untuk memakai popok sekali pakai, perhatikan dengan seksama jenis dan modelnya. Bayi yang baru lahir bisa anda pakaikan popok sekali pakai yang memang khusus untuk bayi baru lahir. Popok jenis ini mempunyai lekukan di bagian depannya, tujuannya untuk tidak menutupi pusar yang belum lepas.

- 1 lusin atau 12 buah blus tanpa lengan. Pilih bahan yang mudah menyerap keringat, seperti katun atau bahan kaus yang halus dan tidak tebal.

- 1 lusin atau 12 uah blus berlengan pendek. Pilih bahan yang sama seperti blus tanpa lengan.

- 3 – 6 buah blus tangan panjang dengan jenis bahan yang sama seperti kedua jenis blus diatas. Jika anda tinggal di daerah yang cuacanya dingin, mungkin bayi anda memerlukan lebih banyak jenis pakaian ini.

- Kain flanel. Walaupun tidak berecana untuk membedong bayi, sebaiknya anda tetap menyediakan barang ini. Anda bisa memakainya sebagai selimut harian atau alas perlak. Jika bayi anda memakai popok kain, sediakan minimal 2 lusin atau 24 buah.

- 6 – 12 pasang kaus kaki atau lebih, jika sehari-hari bayi anda lebih sering menggunakan popok kain.

- 2 buah topi bayi.

- 2 buah selimut bayi.

- Minimal 2 buah seprai

- Minimal 2 buah handuk besar untuk alas mandi atau menutup tubuh bayi setelah dimandikan.

- Minimal 2 buah handuk kecil untuk mengeringkan tubuh bayi setelah mandi.

- Minimal 2 buah waslap, tapi disarankan untuk menyediakan 4 buah waslap (2 waslap khusus mandi dan 2 waslap lagi khusus membersihkan bagian bawah tubuh bayi jika dia buang air besar).

- Celana pendek setidaknya 1 lusin da celana panjang lebih sedikit dari celana pendek karena saat ini orangtua cenderung memakaikan popok untuk bayinya hanya 1-2 bulan saja.

* Khusus untuk anda pengguna popok kain, jangan lupa untuk menyediakan:
- 3-4 celana plastik,
- 2 buah perlak. Satu khusus untuk di boks atau tempat tidur bayi, satu lagi untuk diletakkan selain di tempat tersebut,
- Popok sekali pakai untuk cadangan (tidak perlu banyak).




Rabu, 05 Desember 2012

,

Cara Hentikan Kebiasaan Ngedot Pada Anak


Terkadang orangtua memberikan dot atau empeng kepada si kecil karena ini adalah cara mudah untuk membuatnya tidak rewel. Namun, bila balita Anda yang berusai 2-3 tahun masih menggunakan dot, maka kebiasaan itu sebaiknya segera dihentikan.

Tentu saja bukan hal mudah untuk membuat anak mau melepas barang kegemaraanya yang satu ini. Tetapi orangtua berkewajiban untuk membimbing mereka. Bila Anda kesulitan, Parenting USA punya sembilan cara mudah untuk menghentikan kebiasaan "ngedot" si kecil.

Kirim ke Awan
Ketika si kecil mulai mencari dotnya, beritahu dia bahwa benda kesayangannya itu akan Anda kirim ke tempat awal membelinya dengan mengikatnya kebeberapa balon dan terbangkan ke langit. Anda akan punya alasan yaitu jarak yang jauh untuk membelinya lagi.

Tukar dengan Mainan Baru
Si kecil selalu tertarik dengan mainan baru. Katakan padanya bila membeli mainan maka harus dibayar dengan dot. Ini adalah cara yang ampuh agar ia mau melepaskan dotnya tanpa terpaksa.

Sumbangkan ke Bayi Lain
Ajak bayi Anda mengunjungi bayi yang baru lahir. Jelaskan kepadanya bahwa bayi tersebut lebih membutuhkan dot, dan beritahu bahwa anak Anda sudah terlalu besar untuk ngedot.

Mengubur Dot
Walupun Anda akan berbohong kepadanya, tetapi bila ia tahu apabila dot yang dikubur akan tumbuh bunga, maka ia akan dengan senang hati membiarkan dotnya terkubur di dalam tanah. Ingat untuk menambahkan bibit bunga ketika menguburnya.

Memberikan Reward
Bila Anda tidak ingin mengarang cerita, maka Anda bisa mengiminginya dengan hadiah bila ia tidak ngedot. Tetapkan aturan, misalnya 1 atau 2 minggu tidak ngedot maka ia akan mendapatkan es krim atau kue kesukaanya.

Bertahap
Sungguh sulit untuk menghentikan kebiasaan ngedot dari anak. Maka cara terbaik adalah dengan bertahap menjauhkannya dari dot. Misalnya, pertama-tama dia hanya boleh ngedot ketika di dalam rumah, berikutnya dia hanya boleh ngedot ketika tidur, dan pada akhirnya ia akan berhenti dengan sendirinya.

Buang ke Tempat Sampah
Setelah semua cara tidak berhasil, Anda bisa mengumpulkan semua dotnya dan membuangnya ke tempat sampah pada malam hari. Ketika si kecil bangun dan menemukan dotnya ada di tempat sampah, ia akan enggan menggunakannya lagi.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Minggu, 25 November 2012

Palestina Versus Israel: Cinta Mati Versus Takut Mati

Bismillahirrahmanirrahim
Oleh Abu Asybal Usamah

Beberapa hari telah berlalu “perang” antara Palestina, yang diwakili fraksi-fraksi jihad terutama brigade Al-Qassam, dengan Israel. Pada dasarnya, perang ini bukanlah perang antara Palestina dan Israel, tapi Islam dengan Yahudi. Hal ini telah disinyalir oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

لا تقوم الساعة حتى تقاتلوا اليهود، حتى يقول الحجر وراءه اليهودي: يا مسلم هذا يهودي ورائي فاقتله
“Tidak akan datang hari kiamat hingga kalian (muslim) memerangi Yahudi. Hingga berkata batu yang di belakangnya yahudi ‘wahai muslim, ini yahudi di belakangku, bunuhlah ia’” ( Al-Jami’ Ash-Shaghir no 7414) dan hadits yang senada juga diriwayat Imam Muslim.

Rabu, 14 November 2012, menjadi hari dimana seolah-olah warga Palestina, terutama brigade Izuddin Al-Qassam, merasa seperti disiram “bensin” akibat syahidnya salah satu simbol perjuangan Palestina, komandan Ahmad Al-Ja’bary. Selang beberapa saat, brigade Izuddin Al-Qassam mengirimkan 45 roket buatan sendiri ke kota Be’er Sheva. Kemudian disusul “pengiriman” roket-roket ke Tel Aviv.

Genderang perang telah di tabuh. Israel hanya mampu melancarkan serangan lewat pesawat-pesawat pengintai. Hal yang sama juga ia lakukan ketika membunuh Syaikh Ahmad yasin -rahimahullah- dan Dr Abdul ‘Aziz Al-Rantisi - rahimahullah -, kini disusul oleh Ahmadain, Komandan Ahmad Sa’id Khalil Al-Ja’bary dan komandan Ahmad Abu Jalal.

Ketakutan melanda warga Israel hingga tentara mereka pun merasakan hal itu. Hal itu Nampak dalam beberapa video yang diunggah di YouTube, menggambarkan ketakutan mereka. Sampai-sampai, tentara yang berada di pangkalan militer tidak menemukan tempat berlindung yang bagus. Tenda saja mereka anggap tidak cukup mengamankan mereka. Maka, mereka mencoba sembunyi di kamar mandi dan toilet yang berada di pangkalan.

Hal ini menjadi nyata, ketika sirine peringatan, ketika datangnya roket-roket Izuddin Al-Qassam, dibunyikan. Ketakutan, histeris, isak tangis dan teriakan menggema, terutama di Tel Aviv. Kalau kita melihat kondisi ini, maka ingatan kita akan dihantarkan pada surah Al-Hasyr ayat 14

“ Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka (yahudi dan munafiqin) berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.”

Sedangkan kaum muslimin, mereka rindu akan kesyahidan dan rindu akan janji Allah. Rasulullah (dalam riwayat Imam Ahmad) pun merindukan syahid:

“Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya. Aku cinta berperang di jalan Allah lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu terbunuh”

Gambar-gambar anak-anak gaza selalu menghiasi media, yang menggambarkan jiwa ksatria maju tanpa takut menghadapi moncong-moncong senjata Israel. Mereka tidak takut, karena mereka yakin akan janji Allah. Mereka siap untuk perang, karena mereka telah ditempa diatas kehidupan yang keras. Mereka hidup datas puing-puing reruntuhan. Ya, mereka terbiasa dengan itu. Sedangkan yahudi? Mereka hanya cinta kehidupan. Mereka tidak ingin merasakan kesengsaraan dan ingin mnikmati hidup. Maka sungguh sangat beda, mereka yang cinta kematian melawan mereka yang takut kematian.

Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsrannasi la ya’lamun

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Sabtu, 13 Oktober 2012

,

Tokoh2 Kartun Yang Suka Ditiru Anak-Anak

Kartun Karakter # 7: Powerpuff Girls



Menyimpan hari hanyalah sesuatu anak panutan. Anak-anak meniru Powerpuff Girls karena gaun lucu mereka dan kekuatan dan keberanian untuk melawan monster dan hal-hal buruk lainnya dalam acara kartun. Mereka bahkan sampai memukuli orang-orang jahat.



Kartun Karakter # 6: Winnie the Pooh




Winnie the Pooh juga salah satu kartun klasik tertua karakter hari ini. Penampilan cute dan cara berbicara perlahan juga unik bahwa anak-anak meniru dia. Anak-anak juga menyalin cara berbicara dan tindakan teman-teman Winnie Pooh di kali. Mereka mungkin makan madu dalam botol atau menjadi seperti gelisah seperti Tigger.



Kartun Karakter # 5: Scooby Doo




Program Scooby Doo adalah tentang memecahkan teka-teki dan misteri. Plot ini mempesona anak-anak yang membuat mereka bahkan menonton kartun bahkan lebih. Anak-anak menyukai Scooby Doo karena pada dasarnya, Scooby tahu bagaimana melakukan hal-hal gila anjing normal tidak bisa, dan nomor dua: Dia bisa berbicara beberapa kata saja.



Kartun Karakter # 4: Tom dan Jerry




Tom dan Jerry, seperti yang kita semua dapat mengingat, dimulai pada awal 1940-an. Ya karakter ini bahkan mungkin lebih tua dari Anda, namun keunikan dan hiburan menarik perhatian pemirsa di segala usia. Sama seperti anak-anak, karakter ini suka berlari-lari dan mengejar satu sama lain. Anak-anak di akhir mereka, kadang-kadang meniru bagaimana mereka berbicara dan bagaimana mereka melakukan pranks satu sama lain. Anda harus selalu memeriksa pada perilaku anak-anak Anda ‘jika mereka terus-menerus menonton Tom and Jerry.



Kartun Karakter # 3: Bugs Bunny




Akui atau tidak, Bugs Bunny juga telah di televisi selama beberapa dekade sekarang. Hal ini seperti saluran Kartun tidak lengkap jika mereka tidak memiliki menunjukkan dengan Bugs Bunny. Anak-anak dan bahkan orang dewasa menemukan Bugs Bunny sedikit kurang ajar, menyenangkan, terusik dan cerdas. Jika Anda telah menyadari, anak-anak pada 4 tahun sampai 5 tahun usia meniru bagaimana perundingan Bugs Bunny. Ini anak-anak kecil menemukan cara dia berbicara lucu dan menghibur. Garis terkenal “Wazzup Dok?” Datang dari dia. Ungkapan ini masih digunakan bahkan oleh orang-orang tua yang digunakan untuk menonton program.



Kartun Karakter # 2: SpongeBob Squarepants




Ada sesuatu dengan Sponge bob Squarepants bahwa anak-anak kecil cinta. Karakter ini menarik perhatian dari pemirsa karena keunikan lokasi mereka dan kegiatan yang mereka lakukan di bawah air. Dengan empat tahun sampai lima tahun, anak-anak sangat ingin tahu begitu banyak hal. Dan bawah air hanyalah salah satu dari banyak hal anak-anak cinta untuk mengeksplorasi. SpongeBob memiliki gaya aneh dan unik dari berbicara dan ini hanya menarik anak-anak dan membuat mereka salin tindakan SpongeBob.



Kartun Karakter # 1: Dora the Explorer




Dora telah mempengaruhi gadis kecil sejak awal. Anak-anak menikmati bagaimana Dora pergi ke tempat yang berbeda dan melihat hal yang berbeda. Anak-anak kecil Anda juga menikmati bagaimana Dora berbicara dua bahasa yang berbeda, Inggris dan Spanyol. Tiga sampai empat tahun usia memperoleh dan belajar bahasa lebih cepat dari yang kita bisa, jadi mungkin ingin memeriksa pada gadis kecil Anda jika mereka tahu kata-kata lebih Spanyol daripada yang Anda lakukan.

Minggu, 23 September 2012

Jenis-Jenis Tangisan Bayi Dan Artinya


Ratapan dan rintihan bayi ketika menangis mungkin akan terdengar sama pada awalnya, tetapi jika Anda mendengarkan dengan lebih cermat, tangisan tersebut ternyata berbeda dan memiliki arti tertentu. Tangisan bayi dapat menunjukkan tanda-tanda terkait dengan kondisi fisik maupun mentalnya yang sedang tidak baik. Berikut ini adalah pada bayi yang ditandai oleh tangisan di bawah ini :

1. Lapar: tangisan pendek dan bernada rendah
Bayi yang merasa lapar akan menangis dengan nada rendah dan irama tangisan yang naik turun. Tangisan juga tidak akan berlangsung lama dan biasanya disertai isyarat lapar lainnya seperti mengisap jari-jarinya.

2. Penat: cengeng dan berteriak
Ketika bayi lelah atau tidak nyaman, dirinya akan mudah sekali menangis dan berteriak. Atasi hal ini dengan menggendong bayi di bahu untuk menenangkannya dan agar bayi mengantuk. Cara yang tepat untuk mengobati kelelahannya adalah dengan tidur untuk memulihkan tenaga.

3. Bosan: rewel kemudian menangis
Jika bayi merasa bosan akan menunjukkan tanda seperti rewel dan kemudian menangis. Bayi yang bosan hanya menginginkan perhatian dari orangtuanya, sehingga bayi akan segera tenang kembali setelah Anda meraih dan memeluknya.

4. Sakit: merengek
Bayi yang sakit atau merasakan nyeri di tubuhnya akan merengek lemah sepanjang hari dan merintih lemah seakan tidak memiliki energi yang kuat untuk menangis. Selain itu, bayi mungkin akan menunjukkan tanda-tanda lain seperti lesu dan kehilangan nafsu makan.

5. Kolik: tangisan berlangsung hingga berjam-jam
Kolik adalah suatu keadaani yang belum jelas diketahui penyebabnya sampai sekarang, tetapi salah satu penyebab yang mungkin adalah bayi terlalu banyak menghirup udara tanpa bersendawa yang menyebabkan perutnya kembung dan terasa sakit.

Bayi yang mengalami kolik biasanya akan menangis selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari. Kolik bisa terjadi setiap saat dalam minggu-minggu pertama bayi yang baru lahir dan biasanya akan hilang pada saat bayi berusia 3 bulan.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Rabu, 18 Juli 2012

,

7 Cara Membuat Otak Anak Lebih Jenius


1. Belajar Musik



Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri Minum Air Susu Ibu



Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan Kesehatan



Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. blogbelajarpintar.blogspot.com. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan



Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak Junk Food



Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. blogbelajarpintar.blogspot.com. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk Rasa Ingin Tahu



Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca



Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Selasa, 17 Juli 2012

Mengajak Anak Kecil Berpuasa

Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz; dia berkata, “Rasulullah mengutus untuk mengumumkan pada pagi hari asyura’ di wilayah kaum Anshar yang berada di sekitar kota Madinah.

من كان أصبح صائما فليتمّ صومه ومن كان أصبح مفطرا فليتمّ بقية يومه
‘Barang siapa yang pagi hari ini berpuasa, hendaklah menyelesaikannya. Barang siapa yang tidak berpuasa, hendaknya menahan (makan dan minum) sampai malam.’

Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk melaksanakan puasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit (wol). Jika mereka menangis karena lapar, kami menyodorkan mainan sampai waktu berbuka puasa tiba.” (HR Bukhari dan Muslim)

Di antara pelajaran yang bisa diambil dari riwayat di atas adalah:

[1] Para sahabat sangat perhatian untuk mengajak dan mendidik anak-anak mereka melaksanakan puasa.
Ini jelas terlihat pada strategi mereka membuat mainan dan mengalihkan perhatian anak-anak mereka dari keinginan untuk makan, sehingga puasa mereka tuntas dan sempurna.

[2] Anak-anak yang diperintah berpuasa oleh para shahabat adalah anak-anak yang masih dalam usia kanak-kanak.
Hal ini dipertegas oleh ucapan Rubayyi’ binti Mu’awwidz, “Kami mengharuskamn anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa.” Juga ucapan Rubayyi’, “Maka kami membuat sebuah mainan dari kulit untuk mereka. Jika salah satu dari mereka menangis karena merasa lapar, kami menyodorkan mainan kepadanya.” Ini  tentunya dilakukan kepada anak yang masih berusia kanak-kanak, tidak dilakukan kepada anak yang sudah besar.

[3] Bersikap hikmah dan cerdas saat beramar ma’ruf nahi mungkar terhadap anak-anak.
Termasuk pelajaran yang bisa diambil di sini adalah tindakan para shahabat membuatkan mainan untuk anak-anak mereka –saat melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. Oleh karena itu, hendaknya para orang tua mengambil contoh dari tindakan para shahabat tersebut, serta menerapkannya dalam melakukan amar ma’ruf kepada anak-anak mereka.

[4] Para shahabat sangat perhatian untuk mendidik anak-anak mereka melaksanakan puasa ‘asyura. 

Bagaimana perhatian mereka terhadap puasa Ramadhan setelah diperintahkan? Untuk mengetahuinya, mari kita cermati ucapan Amirul Mu’minin Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu terhadap peminum khamr yang dihadapkan kepadanya pada bulan Ramadhan, “Celaka kamu! Anak-anak kami yang masih kecil saja berpuasa.” Kemudian beliau memukulnya. (Shahih Al-Bukhari, no. 1690)

[5] Salah satu puasa yang dilakukan anak-anak para shahabat adalah puasa ‘asyura.
Puasa ini dihukumi marfu’ (atas persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) karena dilakukan pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkarinya. Berkaitan dengan ini, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Menurut pendapat yang shahih di kalangan ahli hadits dan pakar ushul, jika ada shahabat yang mengatakan, ‘Kami lakukan itu di zaman Nabi,’ maka hal tersebut dihukumi marfu’. Sebabnya, pada dasarnya Rasulullah mengetahuinya, dan kesepakatan para shahabat membenarkannya, serta ada kesempatan bagi mereka untuk bertanya kepada Nabi tentang masalah hukum. Dengan demikian, tidak ada peluang untuk berijtihad dalam masalah ini. Oleh sebab itu, perbuatan yang mereka lakukan adalah berdasarkan tauqifi (perintah syar’i yang tidak bisa dibantah). Wallahu a’lam.” (Fathul Bari, 4:201–202 secara ringkas)

Al-’Allamah Al-’Aini mengatakan, “Sesungguhnya jika ada shahabat yang mengatakan, ‘Kami lakukan demikian di zaman Nabi,’ maka hukumnya marfu’, sebab diamnya Nabi menunjukkan pengakuan beliau atas tindakan itu; jika beliau tidak ridha tentu beliau akan mengingkarinya.” (Umdatul Qari’, 11:70; lihat juga Nailul Authar, 4:274)

[6] Disyariatkan untuk melatih anak-anak berpuasa.
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyimpulkan, “Dalam hadits ini terdapat hujjah (dalil) tentang disyariatkannya pembiasaan bagi anak-anak yang berada dalam usia yang disebutkan dalam hadits, masih belum mukallaf (terkena beban hukum). Mereka melakukannya sebagai ajang latihan.” (Fathul Bari, 4:201; lihat ‘Umdatul Qari, 11:70; Nailul Authar, 4:273)

Ibnu Qudamah menjelaskan perkataan Imam Al-Khiraqi, “Kalau anak berumur sepuluh tahun dan sudah mampu berpuasa maka ia harus diperintakan untuk melakukannya.” Beliau mengatakan, “Artinya, sang anak diharuskan berpuasa dan dipukul bila meninggalkannya. Hal ini ditujukan sebagai pembiasaan dan latihan, sebagaimana dia perintahkan shalat dan disuruh melakukannya (sejak usia dini).”

Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah ‘Atha, Al-Hasan, Ibnu Sirin, Az-Zuhri, Qatadah, dan Asy-Syafi’i.

Al-Auza’i berkata, “Bila anak kecil mampu menahan puasa selama tiga hari berturut-turut, tidak batal, juga tidak merasa lemah, maka (hendaknya) ia dipaksa untuk berpuasa Ramadhan.”

Di sisi lain, Ishaq mengatakan, “Aku menyukai bila anak yang telah menginjak usia dua belas tahun diharuskan berpusa supaya dia terbiasa.” (Fathul Bari, 4:200 dan ‘Umdatul Qari, 11:69)

Kendati demikian, menjadikan usia sepuluh tahun sebagai paramater adalah lebih baik sebab Nabi menyuruh untuk memukul anak kecil jika meninggalkan shalat pada usia sepuluh tahun. Menjadikan patokan usia dalam memerintahkan anak berpuasa dengan menggunakan patokan usia perintah untuk mengerjakan shalat adalah lebih pantas, karena faktor kedekatannya. Juga karena keduanya berstatus ibadah badaniyyah dalam rukun Isam, meskipun puasa lebih berat. Oleh sebab itu, dalam hal ini faktor kemampuan tetap diperhitungkan, sebab ia (anak tersebut, pen.) mungkin bisa mengerjakan shalat tapi tidak mampu berpuasa.” (Al-Mughni, 4:412–413; lihat juga Al-Muhalla, 6:462, masalah no. 805)

Dari pernyataan Ibnu Qudamah kita dapat mengambil pelajaran bahwa anak kecil diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana ia diperintahkan untuk shalat. Sebagian ulama juga menyatakan pendapat demikian meski mereka berbeda pandangan dalam hitungan usia anak mulai diperintah untuk mengerjakan perintah-perintah syariat tersebut.

[7] Perintah kepada anak tidak hanya untuk mengerjakan shalat dan puasa.
Akan tetapi, juga menjadi kewajiban para ayah dan ibu untuk memandu mereka melaksanakan amalan ketaatan lainnya. Tujuannya, agar mereka terbiasa dan terlatih untuk melakukannya sebelum mereka memasuki usia aqil baligh. Bertalian dengan hadits Rubayyi’ binti Mu’awwidz, Imam An-Nawawi menarik sebuah kesimpulan, “Dalam hadits ini tersirat pelatihan bagi anak untuk mengerjakan amalan ketaatan dan membiasakan mereka untuk beribadah walau mereka bukan mukallaf.” (Syarh An-Nawawi, 8:14)

Terbukti, para shahabat dahulu sangat antusias untuk mengikutsertakan anak-anak mereka dalam ketaatan serta melatih dan membiasakan mereka dalam ketaatan. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Ibnu Sa’d dan lainnya meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu ‘Abbas; beliau berkata, “Tanyailah aku tentang tafsir, sesungguhnya aku telah menghafal Alquran pada usia dini.” (Fathul Bari, 9:84)

Ringkasnya, anak-anak diperintahkan untuk mengerjakan amal ketaatan supaya mereka terbiasa dan bersimpati sebelum menginjak usia baligh. Dengan demikian, mereka akan mudah melaksanakannya saat berusia baligh.

Disarikan dari buku Mendakwahi Anak (Dasar dan Tahapannya), hlm. 58—66, karya Dr. Fadhl Ilahi, Cetakan Kedua (Mei 2006), Darus Sunnah Press, Jakarta Timur.

Sabtu, 07 Juli 2012

Bantu Anak Temukan Bakat Cemerlang yang Tersembunyi

Tahun ajaran baru segara dimulai. Mungkin hampir setiap orangtua tidak menyadari, jutaan pelajar di usia awal sekolah diseleksi, dites dan dipilih demi menemukan mereka yang membutuhkan dukungan pendidikan bakat agar lebih berkembang.

  Bantu Anak Temukan Bakat Cemerlang yang TersembunyiYang terjadi, anak-anak dengan kemampuan lebih dianggap sama dengan yang lain. Celakanya, mereka dipandang sudah seharusnya mampu mengikuti setiap program yang diberikan.

Dalam kapasitas otak, mungkin iya, tetapi bagaimana dengan mental mereka? Jangan heran bila lazim dijumpai anak-anak cermerlang kita menjadi bosan, frustasi, dan bahkan berubah secara sosial dan akademis.

Padahal bisa jadi mereka membutuhkan program khusus untuk belajar dengan kurikulum sesuai percepatan mereka, dan berhubungan ''kawan setingkat'' yang mungkin memiliki ketertarikan sama
Ketika sekolah menjalankan tugas luar biasa untuk menemukan anak-anak hebat dengan metode pemindaian seperti rekomendasi guru dan tes IQ, orang tua jangan lantas tergantung sepenuhnya terhadap sekolah dan hasil pengetesan.

Perlu pula dipahami. program pelatihan guru hanya memberi sedikit--jika ada--pengajaran terhadap anak berbakat lebih. Ironisnya, sistem pengajaran yang ada membuat banyak anak dengan kemampuan lebih, justru tidak mencapai prestasi tinggi di kelas. Prestasinya biasa, atau malah tak begitu bagus dalam hasil ujian.

Anak-anak semacam ini bisa jadi memiliki masalah dalam fokus, perhatian, kemampuan organisasi yang lemah, atau sederhana, tidak cocok dengan gaya pengajaran di kelas. Sehingga mereka dipantau berlebihan dan dicap sebagai anak tertinggal. Mereka pun luput diperhatikan ketika ada seleksi atau program pemilihan anak berbakat.

Cerita seperti ini bukan hal baru. Beberapa pengamat tumbuh kembang anak memperkirakan, mayoritas anak berkemampuan di sekolah sering tidak teridentifikasi. Itu mungkin bukan tragedi besar bagi si anak, tapi sebaliknya, musibah besar dalam dunia pendidikan, bila ternyata terbukti mereka adalah anak-anak cemerlang yang butuh program khusus demi mendukung proses pendidikannya.
 
Sebuah cerita dituturkan oleh David Palmer, seorang doktor psikologi pendidikan di Amerika Serikat. Seorang bocah lelaki tinggal di Arizona dites privat atas permintaan ibunya yang prihatin karena nilai-nilai sang anak di kelas semakin jeblok. Si anak juga kerap berkonflik dengan guru, menjadi semakin tidak tertarik ke sekolah. Dalam hubungan sosial ia pun sering diejek dan diintimidasi secara fisik oleh teman-temannya. Rupaya teman-teman yang mengolok semakin antusias melihat reaksi berlebihan si bocah saat diprovokasi.

 Akhirnya orang tua mempertimbangkan home-schooling, sejak anak mereka kian sulit dan sulit keluar pintu rumah untuk pergi ke sekolah. Baginya sekolah adalah siksaan. Usut punya usut sekolah tidak pernah mengetes anak tersebut demi mengetahui bakat dan kelebihannya. Tes spesifik juga luput dilakukan padanya.

Sangat mungkin, sang anak tidak cocok dengan kompetisi meraih prestasi tinggi, kerjasama, citra anak manis, yang kerap dijadikan pertimbangan para guru saat menyeleksi anak berbakat. Tapi faktanya, ketika anak dipisahkan dari orang tuanya lalu menjalani tes IQ, hasil yang keluar 160. Itu angka serius, menunjukkan anak tersebut memiliki tingkat kecerdasan di luar kebiasaan.

Kisah semacam tadi sebenarnya bukan hal baru dalam kasus anak-anak dengan bakat dan kecerdasan lebih. Akhirnya si anak dites dengan metoda lebih cocok dan ditempatkan di program alternatif, di mana masalah akademis dan sosial dapat dihindari. Pada intinya, orang tua dan guru perlu menjalin pemahaman terhadap permasalah setiap murid dan berkolaborasi dalam prespektif lebih luas dengan solusi.

Karena tak jarang sekolah luput melihat seorang siswa berbakat yang sangat butuh program khusus. Pandangan orang tua sangat pun penting dan dibutuhkan. Semakin banyak pengetahuan yang dimilki orang tua, semakin baik posisi orang tua untuk berkolaborasi dengan sekolah demi memastikan potensi dan kebutuhan sang anak tidak luput dari perhatian.



Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kamis, 28 Juni 2012

,

Permainan yang Harus Dijajal Anak Sebelum Berusia 12 Tahun


Semakin bertambah umur, anak makin malas bermain di alam. Anak sekarang cenderung lebih suka berkutat di depan TV, komputer atau video game. Ajak anak mengenal 20 permainan ini sebelum ia berumur 12 tahun.

Kadang tak cuma anaknya saja yang enggan bermain di luar, orangtuanya pun punya andil membuat anak malas bermain di luar. Alasannya adalah ketika anak bermain bebas di luar rumah, anak akan lebih berisiko untuk jatuh dan terluka.

Berdasarkan survei di Inggris oleh Play England, dari sekian banyak anak, hanya seperempatnya saja yang pernah bermain bebas di luar, sepertiga tidak pernah memanjat pohon dan sisanya bahkan tidak bisa naik sepeda.

Menurut sebuah laporan yang dibuat oleh National Trust, lebih dari 80 persen dari anak-anak ingin memiliki lebih banyak kebebasan untuk bermain di luar, tetapi yang mendapatkan izin dari orang tuanya hanya kurang dari 10 persen saja.

"Bermain adalah bagian yang penting dalam masa perkembangan anak menjadi menjadi dewasa karena dapat menanamkan ketrampilan," kata Adrian Voce, mantan direktur Play England, Inggris seperti dilansir dari mirror, Kamis (28/6/2012).

National Trust kini telah meluncurkan kampanye untuk mendorong anak mendapatkan kebebasan bermain di luar rumah tetapi masih dalam batas yang aman. Pilihlah permainan alam untuk anak yang akan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan dan ketrampilannya.

Ada 20 permainan yang bisa dilakukan anak sebelum ia berumur 12 tahun yaitu:
1. Memanjat pohon
2. Berguling menuruni bukit
3. Berkemah di alam bebas
4. Membuat kandang hewan peliharaan
5. Bermain Congklak
6. Berlarian di tengah hujan
7. Bermain layang-layang
8. Menangkap ikan dengan jaring
9. Memetik buah-buahan langsung dari pohon
10. Mencari kerang di pantai
11. Membuat kue dari lumpur
12. Bermain ayunan
13. Menyaksikan matahari terbit
14. Mendaki bukit kecil
15. Bermain di air terjun
16. Memberi makan burung dari tangan
17. Berburu serangga seperti belalang
18. Menangkap kupu-kupu dengan jaring
19. Menanam bunga
20. Bermain masak-masakan di atas tungku batu

Jumat, 22 Juni 2012

SEPASANG BURUNG Yang membangun Sarangnya...

burung sja mesra loh...