Tampilkan postingan dengan label Makan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makan Bayi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

, ,

Bayi Menangis dan Muntah Setiap Diberi Makan



Belajar makan merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu baik kualitas maupun kuantitas. Artinya memberikan makan bukan dalam jumlah besar pada satu waktu pemberian dan bukan harus 2-3 kali sehari. Bila volume makannya sedikit, pemberian makanan dapat 5-6 kali sehari. Yang penting target asupan makanan tercapai.

Jangan memaksakan jumlah suapan dalam sekali makan bila anak sudah menolak. Coba istirahat sebentar kemudian diberikan lagi, namun bila tetap menolak, berikan jeda waktu agak lama. Dan yang penting juga untuk diperhatikan adalah cara kita memberikan harus dengan sabar serta jangan dengan paksaan.

Pemberian makan juga perlu diperhatikan kekentalan dan rasa. Ajarkan bayi dengan makanan dari kekentalan yang cair menjadi lebih padat secara bertahap. Demikian juga rasa makanan, jangan mengganti makan terlalu cepat. Karena bayi membutuhkan waktu untuk belajar rasa suatu makan. Namun tidak boleh juga tetap satu rasa saja. Dr Aditya Suryansyah SpA

Rabu, 03 Agustus 2011

, ,

Jangan Paksa Bayi Makan Berlebih


Penelitian baru menunjukkan, para ibu yang memanjakan permintaan bayi mereka akan makanan kapan saja yang mereka menginginkannya atau tidak memanjakan mereka, dan pada faktanya telah menetapkan mereka pada jalur yang tepat pada gaya hidup sehat.

Berdasarkan Telegraph, para peneliti menemukan bahwa para ibu harus "mempercayai" bayi mereka untuk memutuskan kapan dan seberapa banyak yang ingin mereka makan dan bahkan menggunakan makanan untuk menenangkan mereka saat mereka menangis.

Dalam penelitian yang disebut memberi makan "sesuai permintaan" mengantar pada berat badan lebih sehat pada hidup bayi di kemudian hari daripada memberi makan sesuai jadwal tradisional.

Para ibu harus menghindari memainkan permainan dan menyediakan makanan alternatif untuk membuat mereka makan. Bagaimanapun juga memberi makan bayi untuk menenangkan mereka dianggap baik-baik saja selama mereka tidak menggunakan "metode paksaan" untuk "mengesampingkan" nafsu makan bawaan bayi.

"Pencegahan obesitas perlu dimulai sangat awal," kata Profesor Lynne Daniels, dari Queensland University Technology di Brisbane, Australia.

"Bayi memiliki kapasitas bawaan untuk mengatur asupan mereka. Kami menyarankan para ibu untuk mempercayai bayi mereka. Orang tua menyediakan dan bayi memutuskan. Para ibu menyediakan nutrisi dan bayi memutuskan seberapa banyak yang mereka ingin makan."

Bayi-bayi secara tradisional diberi makan sesuai jadwal yang ketat, mula-mula setiap empat jam, dengan keyakinan bahwa itu akan memberi mereka dalam rutinitas awal. Tetapi, baru-baru ini banyak ibu yang disarankan bahwa memberi makan sesuai permintaan lebih baik, artinya mereka menyediakan makanan, seperti air susu ibu dan susu formula, bila dan saat bayi menginginkannya.

Dalam rangka untuk menguji apa yang terbaik, Profesor Daniels dan timnya mengikuti 293 ibu baru selama dua tahun pertama kehidupan bayi mereka. Setiap ibu diwawancara mengenai gaya mengasuh mereka dan praktek pemberian makan dan kemudian berat badan bayi mereka ditimbang pada usia 14 bulan.

"Kami menemukan bahwa dengan pemberian makanan responsif di mana memberi makan sesuai permintaan para bayi lebih cenderung memiliki status berat badan lebih rendah," kata dia. Daniels mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan manfaat tepatnya tetapi itu penting. Dia mengatakan menyusui tampaknya menjadi metode termudah untuk memberi makan sesuai permintaan sebagaimana itu lebih mudah dan membuat sebotol susu lebih sulit dilakukan setiap waktu bayi ingin makan.

"Menggunakan metode paksaan untuk membuat mereka makan mengajari anak untuk makan demi alasan lain selain kelaparan atau kekenyangan (memenuhi perut)," kata dia. Riset itu dipresentasikan dalam European Congress on Obesity di Istanbul.