Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

, ,

Waspadai Hipertensi Pada Bayi



Siapa bilang penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi hanya terjadi pada orang dewasa? Anak-anak atau bayi juga bisa memiliki tekanan darah tinggi.

Hipertensi memang jauh lebih umum dikalangan orang dewasa, tapi diperkirakan jumlah anak yang mengalami hipertensi juga bisa meningkat seiring terjadinya peningkatan obesitas dikalangan anak-anak.

Sedangkan pada bayi, hipertensi disebabkan oleh kelahiran prematur atau adanya masalah pada jantung atau ginjalnya.

Tekanan darah tinggi yang terjadi pada anak-anak atau remaja umumnya tidak memiliki masalah dengan kesehatan lainnya. Tapi jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, otak, ginjal dan mata. Jika kondisi ini dapat terdeteksi sejak awal, maka anak tetap bisa memiliki kehidupan yang normal dan aktif.

Umunya anak-anak yang memiliki hipertensi disebabkan oleh adanya riwayat hipertensi di keluarganya, gaya hidup tidak sehat, pola makan buruk, kelebihan berat badan, stres dan kurang aktivitas fisik.

Bila seseorang memiliki tekanan darah tinggi, maka jantung dan pembuluh darah memiliki beban kerja yang jauh lebih berat. Jantung harus memompa lebih keras dan arteri menjadi jauh lebih tertekan saat harus membawa darah.

Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, maka jantung dan pembuluh darah mungkin tidak bisa lagi bekerja secara optimal. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi organ lain yang menerima asupan darah dari jantung.

Meski demikian umumnya hipertensi tidak selalu menimbulkan gejala. Tapi jika kondisi hipertensinya sudah berat, bisa saja timbul sakit kepala, perubahan penglihatan, pusing, mimisan, jantung berdebar-debar dan mual.

Seperti dikutip dari Kidshealth, Selasa (18/5/2010) tekanan darah yang normal tergantung dari jenis kelamin, usia dan tinggi badan si anak.

Pada anak-anak disebut mengalami hipertensi jika tekanan darahnya lebih tinggi 95 persentil untuk usia, tinggi dan jenis kelaminnya. Dengan kata lain tekanan darahnya 95 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia, tinggi dan jenis kelamin yang sama.

Anak-anak yang diukur tekanan darahnya cenderung akan merasa gugup, sehingga dokter seringkali mengukur sebanyak tiga kali dan menggunakan angka di rata-ratanya untuk menentukan apakah seorang anak memiliki hipertensi atau berisiko mengembangkan kondisi tersebut.

Jika hipertensi yang terjadi pada anak-anak akibat penyakit tertentu, maka dengan mengobati penyakit tersebut tekanan darah normal akan bisa didapatkan kembali.

Namun jika tidak ada penyakit yang mendasari, maka dokter akan merekomendasikan untuk mengurangi berat badan, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, mengurangi asupan garam, meningkatkan aktivitas fisk, mempelajari teknik-teknik relaksasi serta menghindari anak dari asap rokok.

Sebagian besar dokter memilih untuk tidak memberikan resep obat bagi anak-anak yang memiliki hipertensi ringan. Namun jika perubahan gaya hidup ini tidak memberikan perbaikan dan kondisinya semakin parah, maka pemberian resep obat mungkin diperlukan.

Karena itu tak ada salahnya bagi para orangtua untuk selalu meminta dokter mengukur tekanan darah anaknya pada saat konsultasi atau pemeriksaan rutin lainnya, terutama bagi anak yang mengalami obesitas.

Rabu, 07 September 2011

, , ,

Demam Saat Bayi Tumbuh Gigi Hanya Mitos



Orangtua percaya bahwa saat anak tumbuh gigi biasanya disertai dengan munculnya demam. Padahal anak yang tumbuh gigi tak harus mengalami demam, karena demam yang timbul bisa jadi adanya indikasi infeksi.

Orangtua seringkali menyalahkan berbagai penyakit yang timbul sebagai akibat dari tumbuhnya gigi baru, termasuk mengalami demam. Tapi studi menemukan bahwa proses tumbuh gigi tidak menyebabkan perubahan suhu tubuh.

"Masyarakat sudah menyakini mitos tersebut. Sebenarnya usia 6 bulan sampai 3 tahun anak-anak berisiko mengalami peningkatan infeksi ringan seperti pilek atau flu yang bisa menyebabkan demam," ujar ike Morgan, ketua Program Kesehatan Mulut Melbourne Dental School di University of Melbourne seperti dikutip dari The Conversation, Selasa (6/9/2011).

Demam pada anak terjadi jika suhu tubuhnya naik hingga 38 derajat celsius yang menandakan adanya infeksi. Tapi jika suhunya mencapai 39 derajat celsius atau lebih maka menajdi indikasi adanya infeksi yang serius.

Sedangkan gejala yang muncul pada anak selama tumbuh gigi sangat bervariasi, beberapa anak tidak memiliki reaksi apapaun tapi kebanyakan mengalami pembengkakan di gusi dan pipi yang memerah.

Ketidaknyamanan yang timbul pada anak saat bisa diatasi dengan memberikan obat gel yang bisa meringankan rasa sakit ketika gigi tumbuh. Tapi jika bayi sedang menyusu maka hindari penggunaannya karena bisa membuat bayi mati rasa dan sulit menyusu.

"Setelah gigi pertama muncul, sebaiknya segera disikat dengan lembut untuk melindunginya dari pembusukan dan gunakan pasta gigi yang mengandung flouride rendah setiap harinya," ungkap Mike.

Umumnya gigi pada bayi atau dikenal dengan gigi susu mulai terbentuk sejak awal kehamilan (sekitar 8 minggu setelah pembuahan). Gigi ini sudah ada di dalam tulang rahangnya saat dilahirkan, dan nantinya ia akan terdorong keluar ketika berusia 6 bulan dan memiliki gigi lengkap ketika berusia 3 tahun.

Sabtu, 03 September 2011

, ,

Metabolisme Bayi Lebih Baik Berkat ASI



Menyusui bayi yang baru lahir hanya dengan ASI terbukti meningkatkan metabolisme buah hati Anda.

Kita semua tahu bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bagi yang baru lahir hingga mencapai usia enam bulan, semakin baik bila pemberian ASI mencapai usia 2 tahun buah hati. Karena itulah, program pemberian ASI eksklusif semakin gencar. Jika Anda memutuskan untuk menyusui bayi Anda dan tidak bermasalah dengan jumlah ASI yang harus diberikan, inilah manfaat ASI berdasarkan penelitian terbaru.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Perancis, seperti diberitakan oleh Los Angeles Times menyebutkan bahwa para peneliti menemukan hasil penelitian selama tiga tahun bahwa bayi-bayi yang diberi ASI pada empat bulan setelah dilahirkan memiliki perbedaan pertumbuhan dan metabolisme dibandingkan bayi-bayi yang menerima asupan susu formula.

Penelitian tersebut dilakukan pada 234 bayi. Pada masa empat bulan awal setelah dilahirkan, mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok bayi pertama adalah bayi-bayi yang hanya mengonsumsi ASI, sedangkan pada kelompok kedua adalah bayi-bayi yang mengonsumsi susu formula yang memiliki kadar protein rendah hingga tinggi. Hasil yang berbeda ditunjukkan pada dua kelompok tersebut.

Pada 15 hari setelah kelahiran, Times melaporkan bahwa bayi yang hanya meminum ASI menunjukkan level insulin yang lebih rendah dalam darah mereka dibandingkan bayi yang meminum susu formula. Sedangkan pada saat usia mereka menginjak tiga tahun, balita yang pada saat bayi mengonsumsi susu formula protein tinggi memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan bayi yang diberi ASI, walaupun hasil tersebut masih dianggap normal.

Hasil penelitian tersebut tidak hanya bertujuan untuk membeberkan manfaat ASI bagi bayi, tetapi juga pertimbangan para ibu yang memberikan susu formula. Pediatric Academic Societies yang melakukan pertemuan di Denver beberapa bulan lalu menyebutkan, "Jika memberikan ASI tidak memungkinkan, ada baiknya jika para orang tua memilih susu formula yang memiliki kemampuan metabolisme yang dekat dengan ASI," pada Times.

Selasa, 30 Agustus 2011

, , , ,

Pentingkah Pemberian Jus Buah Pada Bayi?



Apakah si kecil suka sekali minum jus buah? Jus buah memang sangat baik karena bisa memberi asupan nutrisi dan vitamin buat si kecil. Tetapi pemberian jus buah harus dalam takaran yang benar. Karena jika terlalu sering justru membuat si kecil mengalami kegendutan. Yuk, intip riset terakhir tentang hal ini!

Mengkonsumsi jus buah segar ternyata tidak selalu menyehatkan. Apabila jumlahnya berlebihan, justru akan membahayakan kesehatan si kecil. Inilah yang baru-baru ini dilansir oleh The American Academy of Pediatrics. Menurut AAP, minum jus buah dalam porsi yang tidak seharusnya dapat membuat Bayi Anda kelebihan berat badan, kerusakan gigi, diare hingga konstipasi.

Dan menurut The American Academy of Pediatrics, ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk menyiasatinya, diantaranya:

1. Berilah buah hati Anda jus buah yang berasal dari buah alami, bukan minuman yang memiliki rasa buah. Selingi dengan buah-buahan segar agar asupan sertanya juga terpenuhi secara maksimal.
2. Jangan berikan jus buah pada bayi berusia dibawah satu tahun kecuali memang disarankan oleh dokter.
3. Jumlah yang diberikan sebaiknya sekitar 120-180 ml per hari, untuk anak usia 1-6 tahun.

Meskipun jus buah sangat baik untuk kesehatan, sebaiknya jangan perkenalkan Bayi Anda dengan jus sampai dengan usia 6 bulan. Hal ini guna menghindari Anak Anda terbiasa dengan jus buah yang kandungan gula dan karbohidratnya lebih tinggi sehingga membuat ia mersa kenyang. Ini bisa mengakibatkan anak Anda menolak untuk minum susu.

Jus buah sangat membantu anak Anda yang mengalami kesulitan buang air besar, karena biasanya kandungan serat dalam buah ikuit larut bersama dengan air. Pemberian jus buah bisa menjadi solusi untuk anjuran konsumsi buah segar per hari yang dianjurkan yaitu 2-4 porsi untuk anak-anak. Satu gelas (180 ml) 100% jus buah asli sama (meskipun tidak persis sama) dengan satu porsi buah-buahan segar. Menurut anjuran AAP, sebagian dari porsi buah per harinya yang dianjurkan bisa diganti dengan jus buah asli.

Sabtu, 20 Agustus 2011

, , ,

Bayi Alergi Terhadap Susu Sapi



Bayi yang alergi terhadap susu sapi biasanya diberi susu soya (kedelai), bagaimana cara agar bayi/anak anda tidak alergi terhadap susu sapi?

Dewasa ini banyak sekali ibu yang tidak bisa memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Alasan utama yang dihadapi ibu adalah karena dirinya bekerja, sedangkan ASI sering tidak bisa keluar sehingga tidak dapat disimpan di rumah sebagai persediaan bayi. Untuk mengatasi hal ini, banyak ibu yang bekerja ataupun mengalami kesulitan menyusui akhirnya memutuskan untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI.

Bila anda memilih untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI, maka harus waspada bila bayi anda sering buang air besar dan lemas setelah diberi susu sapi. Ada kemungkinan bayi/anak anda alergi terhadap susu sapi. Bayi yang baru lahir sampai dengan usia kurang dari 2 tahun memang rentan terkena alergi susu sapi. Ini dikarenakan tubuh bayi menolak adanya protein yang terdapat pada susu sapi sehingga protein tersebut tidak tercerna dengan baik dan bahkan menimbulkan gangguan pencernaan / alergi yang ditandai dengan sering buang air besar sampai gatal-gatal.

Alergi ini disebabkan karena sistem pencernaan bayi belum mampu mencerna bahan pembentuk protein susu sapi yang memang berbeda dengan bahan pembentuk protein yang terkandung pada ASI (Air Susu Ibu). Atas dasar penolakan tubuh bayi atas protein susu sapi, masyarakat kemudian beranggapan bayi yang terkena alergi susu sapi sebaiknya diganti dengan susu soya/kedelai. Ini dikarenakan komposisi protein yang terkandung dalam susu soya/kedelai berbeda dengan protein susu sapi. Inilah alasan kenapa anda harus mencoba memberikan susu soya/kedelai kepada bayi yang alergi susu sapi.

Namun demikian menurut penelitian, 30% dari bayi yang terkena alergi susu sapi ternyata juga mengalami alergi susu soya/kedelai. Bagi anda yang termasuk dalam 70% lainnya memang masih bersukur bayi anda tidak alergi terhadap susu soya/kedelai. Anda yang termasuk dalam kategori 30% lainnya memang patut waspada, karena bayi anda tetap memerlukan susu sebagai pelengkap asupan gizi lain sebagai pengganti ASI.

Dewasa ini terdapat susu dengan formula terhidrolisa sebagian (partially hydrolyzed) maupun susu dengan formula terhidrolisa penuh (extensively hydrolyzed). Susu jenis ini cocok untuk diberkan kepada bayi yang alergi terhadap susu sapi maupun bayi yang alergi terhadap susu soya/kedelai. Protein yang terdapat pada kedua jenis susu ini telah di potong - potong sedemikian rupa sehingga sistem pencernaan bayi mudah untuk mencerna dan menyerap protein tersebut. Susu ini relative sulit untuk mencarinya jadi sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk masalah ini.

Bagi bayi yang terlanjur alergi susu sapi, sebaiknya sangat menghindari komposisi protein susu sapi dalam formula susu sapi maupun makanan lain yang mengandung protein susu sapi agar alergi bayi tidak berlanjut. Alergi yang sangat akut bahkan dapat menimbulkan bahaya seperti kematian yang mendadak.

Riset membuktikan bahwa penyebab utama bayi alergi terhadap susu sapi adalah bayi tidak mendapat kolostrum (ASI yang keluar selama 2-3 bulan pertama sejak melahirkan). Untuk menghindari terjadiny alergi bayi terhadap susu sapi sebaiknya anda memberinya ASI sesegera mungkin setelah melahirkan. Perlu anda ketahui bahwa inisiasi untuk menyusu (oleh bayi) sangat ditentukan di masa-masa tersebut. Ibu pun lewbih mudah menyusui apa bila ibu bisa memberikan kolostrum awalnya kepada bayi.

sumber : Mira Retno S
, ,

4 Manfaat Mendengar Musik untuk Si Kecil



Manfaat musik tidak sebatas untuk bayi baru lahir. Di hari-hari berikutnya, musik dapat dijadikan sebagai bagian hidup si kecil. Perdengarkanlah musik, sedikitnya tiga kali sehari. Di waktu pagi saat bangun tidur, pengantar tidur siang setelah lelah bermain, hingga sebagai senandung pengantar tidur.

Mendengarkan musik tidak hanya untuk kesehatan fisiknya, tapi juga kesehatan mental dan perkembangan otak atau kognitifnya. Berbasis penelitian, sejumlah ahli menyebutkan bukti-bukti manfaat mendengar musik untuk anak:

1. Meningkatkan kemampuan motorik.

Penulis buku Learning Before Birth: Every Child Deserves Giftedness, Dr Brent Logan, menyatakan, bayi (bahkan janin) yang mendengarkan musik, perkembangan detak jantung dan fisiknya menjadi lebih baik. Irama musik terbukti mampu menstimulus bayi untuk senang bergerak. Respons ini tentunya membantu perkembangan fisik bayi, dalam hal kekuatan, koordinasi dan kontrol motoriknya.

2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Masih menurut Logan, musik bisa membantu perkembangan otak bayi dalam menerima informasi. Kemampuan ini kelak memengaruhi keterampilannya dalam berkomunikasi.

Pakar Neuroscience, Dr Dee Joy Coulter, yang juga penulis buku Early Childhood Connection: The Journal of Music and Moment-Based Learning, mendukung pernyataan ini. Menurut Coulter, permainan yang melibatkan musik akan cepat meningkatkan keterampilan berbahasa anak sekaligus cepat menambah kosakatanya. Kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang mampu mengorganisasikan ide serta cepat memecahkan masalah.

3. Memiliki pencernaan lebih baik.
Bayi yang terekspos musik akan memiliki pencernaan lebih baik karena rasa rileks yang diterimanya. Dampaknya, efisiensi metabolismenya meningkat dan akhirnya pertambahan berat badannya lebih baik.

4. Meningkatkan kemampuan matematika.
Menurut hasil penelitian psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat, ada kaitan erat antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi. Juga keterampilan di bidang sains, ketika kelak anak sudah bersekolah. Musik juga mampu meningkatkan inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebanyak 46 persen dibanding anak-anak yang tidak terekspos musik.

Kamis, 18 Agustus 2011

,

Manfaat Tertawa Bagi Bayi



Melihat bayi Anda tertawa tentu merupakan hal yang sangat menyenangkan. Sudah jadi hal yang lumrah bagi orang tua mengajak buah hatinya bermain dan bercanda yang kadang bisa membuat buah hatinya tertawa riang. Di samping kegiatan itu bisa mendekatkan ikatan antara ibu dan bayinya, ternyata bisa bermanfaat juga bagi kesehatan bayi kita.

Bunda, sebenarnya bayi Anda meniru Anda. Ia melihat bagaimana orang lain tertawa ketika melihat atau mendengar sesuatu. Ia mulai mencerna dan akhirnya meniru . Jadi ketika ada hal yang menurutnya lucu, ia langsung tertawa. Jangan kaget pula bila tawa bayi terkadang terdengar aneh, layaknya orang bernyanyi dengan teknik stakato dan bahkan tertawa terkekeh-kekeh dengan volume cukup keras. Sebenarnya ini karena laring-nya belum terbentuk sempurna sehingga ia belum bisa mengontrol tawanya.

Berikut manfaat tertawa yang bisa di dapat bayi Anda:

* Bagi bayi, tertawa selama 1 menit sama seperti melakukan olahraga 20 menit. Jadi, saat bayi Anda tertawa, ia berolahraga.

* Tertawa dapat merangsang otak bayi untuk memproduksi hormon yang bisa memicu pelepasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit)

Mengetahui manfaatnya tentu kita jadi lebih semangat mengajaknya bermain dan bercanda. Namun, kadang sulit juga sampai bisa membuatnya tertawa. Untuk bisa tertawa, kita butuh “kejutan” (suprise). Berikut adalah beberapa “kejutan” yang bisa merangsang si kecil tertawa.

* Gerak-gerakkan wajah Anda. Kadang-kadang, dengan menjulurkan lidah Anda dan sedikit tarikan wajah. Bahkan, kerlingan mata Anda pun sudah bisa membuat bayi tergelak-gelak.

* Gelitik pinggang atau telapak kakinya dengan jari-jari Anda, atau ciumi perutnya, biasanya bayi akan tertawa terbahak.

* Bermain ciluk ba. Tutup dan buka kembali wajah Anda dengan telapak tangan, dengan sedikit tarikan wajah yang menunjukkan senyum atau tawa Anda. Bayi akan bertambah senang jika disertai sedikit suara yang mengagetkan. Atau, buat “tirai” yang membatasi bayi dengan Anda. Ketika “tirai”-nya dibuka dengan cepat, bayi akan melihat wajah Anda yang semula “hilang”, muncul kembali dengan penuh tawa.

* Menyanyikan lagu anak-anak dengan mengayun-ayunkan tubuhnya di pangkuan Anda. Pada akhir lagu, buat sedikit kejutan dengan mengeraskan beberapa kata. Biasanya, bayi akan menyukainya dan tertawa tergelak-gelak.

Minggu, 14 Agustus 2011

Probiotik, Amankah untuk Bayi?



Beberapa dari orang tua tak mau repot dalam menangani penyakit yang sering terjangkit pada balitanya. Dengan kemajuan teknologi, kabarnya probiotik dapat mencegah bayi mudah terjangkit penyakit. Namun, apakah Anda yakin dengan memberi probiotik kepada bayi, sudah bisa menyelesaikan masalah?

Apa itu probiotik?

Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain, seperti bakteri asam laktat dan bifido. Beberapa orang percaya memiliki manfaat kekebalan bagi usus bila dikonsumsi. Seperti yang telah kita ketahui, baru-baru ini probiotik sering digunakan dalam makanan dan minuman yang diperkaya, seperti yoghurt, jus buah, dan susu.

Probiotik sering dianjurkan sebagai pengganti bakteri baik dalam tubuh kita di mana peran yang dilakukannya adalah mengambil antibiotik di dalam tubuh akibat suatu pengobatan. Namun, banyak peneliti telah menemukan bahwa efek yang diberikan probiotik ini hanya sementara. Dalam arti kata lain tidak permanen, di mana jika Anda berhenti mengonsumsinya, bakteri lain akan memakan habis probiotik, sehingga probiotik tak lagi berfungsi.

Amankah untuk bayi?

Tampaknya beberapa orang terlanjur percaya dengan manfaat yang diberikan probiotik terhadap bayi. Bahkan beberapa dokter telah menunjukkan jumlahnya dalam dosis yang benar. Dikarenakan peran probiotik yang dapat menyembuhkan bayi dari selulit dan colic, dan juga bermanfaat bagi bayi yang terkena antibiotik awal melalui ASI dari ibu yang memiliki infeksi.

Namun seperti halnya orang dewasa, probiotik akan bekerja dengan efek yang tidak berkepanjangan pada bayi Anda. Sehingga, jika bayi Anda sudah memiliki tubuh yang sehat, dianjurkan bagi Anda untuk tidak memberikan probiotik kepada mereka.

Bagaimana dengan bayi yang baru lahir?

Bayi yang baru lahir, akan menerima ASI dengan jumlah yang besar, di mana mereka akan menerima kekebalan alami dari ibunya. ASI pertama biasanya mengandung kolostrum, yang berisi komponen-komponen bioaktif sebagai faktor pertumbuhan dan antimikroba. Biasanya seorang ibu akan memberi kolostrum dalam proses menyusui bayi dalam 3-5 hari pertama. Cairan kolostrum berwarna kekuningan dan sedikit kental yang mengandung antibodi yang disebut immunoglobulin. Zat ini merupakan komponen utama sistem kekebalan tubuh yang akan membantu bayi Anda untuk melawan infeksi.

Kolostrum sangat kaya akan protein, vitamin A dan natrium klorida. Sehingga kolostrum benar-benar dipercaya memberi awal mula yang baik bagi bayi Anda dalam mengembangkan sistem pencernaan bayi yang belum matang. Jika bayi Anda lahir prematur atau mengonsumsi minuman dengan formula di botol maka ia cenderung telah mengurangi tingkat bifidobacteria pada ususnya dibanding dengan bayi yang mengonsumsi ASI. Memang, hal ini tidak terlalu bermasalah baginya, namun kini beberapa peneliti menemukan, bahwa bayi baru lahir yang langsung mengonsumsi susu formula dapat mengurangi manfaat probiotik alami di dalam tubuhnya.

Probiotik untuk mengobati penyakit pada bayi

Ada banyak kontroversi yang hingga kini masih berlanjut mengenai apakah probiotik dapat membantu penyakit pada usus yang dialami bayi, seperti diare dan sembelit dan kolik. Seorang ilmuwan, Henry Tissier, peneliti Bifidobacteria pertama kali. Tissier menemukan bahwa bifido lebih dominan terdapat dalam usus bayi yang mengonsumsi ASI, dan ia mengetahui manfaat yang terkandung dalam bifido sebagai obat diare bagi seorang bayi. Sementara itu, studi baru lainnya telah menemukan temuan yang sama dan meyakini bahwa probiotik dapat bermanfaat bagi bayi dengan gejala gastrointestinal akut.

Perlu Anda ketahui, bahwa probiotik tidak memiliki manfaat lebih selain mengobati penyakit diare akut dan virus perut lainnya bagi bayi Anda. Konsultasikanlah kesehatan bayi pada dokter Anda.

Kamis, 11 Agustus 2011

,

ASI Eksklusif Tidak Bisa Ditawar-tawar Lagi



Jumlah ibu-ibu yang memberikan ASI (Air Susu Ibu) masih belum optimal. Untuk meningkatkan jumlah tersebut, diharapkan masyarakat menjadikan menyusui sebagai gaya hidup. Karena pemberian ASI eksklusif (6 bulan) tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Jadikan menyusui sebagai gaya hidup agar anak bisa tumbuh optimal dan anak tetap mendapatkan hak nya," ujar Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dr Slamet Rijadi Yuwono saat membacakan pidato Menkes di acara Temu Nasional Konselor Menyusui 1 di gedung Kemenkes, Kamis (11/8/2011).

"ASI eksklusif adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi kalau ingin menghasilkan masa depan yang optimal," lanjut dr Slamet Rijadi.

Pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak adalah memberikan ASI saja sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan, meneruskan ASI sampai anak berusia 24 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi mulai usia 6 bulan.

Pemberian ASI pada bayi tidak hanya sekedar rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), tapi juga diakui oleh agama sebagai makanan bayi dan anak ciptaan Tuhan yang tidak bisa digantikan dengan makanan atau minuman lain. Selain itu ada banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh ibu dan juga bayi jika memberikan ASI pada buah hatinya.

"Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar anak dapat tumbuh optimal adalah memberikan makanan terbaik untuk anak, dan hal ini harus dipersiapkan sejak dini," ujar dr Slamet.

Berdasarkan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 2004-2009, diketahui cakupan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif secara terus menerus dari usia 0-6 bulan meningkat dari 19,5 persen (2005) menjadi 34,3 persen (2009).

"Meskipun ada kenaikan cakupan, tapi keadaan ini belum menggembirakan sehingga diperlukan upaya yang makin kuat dan komprehensif diantara para pemangku kepentingan," ujar Menkes Endang Sedyaningsih.

Berbagai hal diketahui menjadi faktor yang mempengaruhi belum optimalnya pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah gencarnya promosi pemberian susu formula.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah belum optimalnya penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui (10 LMKM) serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ASI.

Sabtu, 06 Agustus 2011

, , ,

Alternatif Sehat Bagi Si Kecil



Tubuh bayi itu tampak kurus dan lemah. Terdapat benjolan sebesar bola bekel di selangkangan dan ketiaknya. Kondisi bayi yang berumur empat bulan itu sudah kritis ketika dibawa oleh ibunya ke Layanan Kesehatan Cuma-Cuma, Jakarta. Dokter yang memeriksa menyimpulkan bayi tersebut sakit karena keracunan susu formula. Ibu sang bayi mengaku menderita hepatitis sehingga tidak mampu menyusui.

Melihat kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Ibu Menyusui Farahdibha Tenrilemba kemudian memberikan akses kepada bayi itu agar mendapatkan donor air susu ibu (ASI). Selain itu, sang ibu juga diberi pelatihan agar dapat menyusui bayinya. Mengurangi ketergantungan bayi kepada susu formula, menurut dia, bukan perkara gampang. Perubahan rasa manis ke tawar biasanya yang menjadi penyebab bayi tidak menyukai ASI. Namun, dengan proses merangsang produksi ASI atau relaktasi, kendala tersebut bisa disiasati.

Ada banyak alasan para ibu tidak memberikan ASI esklusif. Sebagian besar, menurut Farahdibah, karena faktor psikologis. Tekanan pekerjaan, produksi ASI sedikit, dan tidak mendapat dukungan keluarga biasanya yang menjadi pemicu. Padahal secara statistik, hanya satu dari seribu ibu yang tidak dapat menyusui bayinya. Namun, ada juga alasan medis yang membuat wanita tidak dapat menyusui, seperti terinfeksi HIV, tuberkolosi, atau kekurangan gizi. Jika hal itu terjadi, maka susu formula bisa menjadi pilihan terakhir dalam mencukupi kebutuhan gizi bayi.

Susu formula berasal dari susu sapi segar yang telah melewati proses pasteurisasi atau pemanasan pada suhu tinggi. Beberapa produsen kemudian menambah kandungan kalori, protein, dan mineral yang tinggi pada susu, sebelum dikemas dengan steril. Jenis susu ini mudah diserap pencernaan bayi karena memiliki komposisi lemak yang tidak panjang.

Menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, dokter Saptawati Bardosono, penggunaan susu formula harus berdasarkan rekomendasi dokter. Komposisi susu formula memang disusun mendekati gizi ASI. Tapi produk itu bukan berarti tanpa risiko bagi si kecil. Penelitian yang dilakukan di negara maju menunjukkan ada banyak risiko dari meminum susu formula. Infeksi telinga tengah, diare, asma, kegemukan, diabetes mellitus, hingga sindrom kematian bayi mendadak, hanyalah sebagian dari risikonya bila digunakan secara tak hati-hati.

Karena itu, ahli naturopati Riani Susanto merekomendasikan bayi meminum susu organik yang berasal dari hewan atau tumbuhan sebagai penggganti susu formula. Susu kemasan ataupun formula yang berasal dari perahan sapi industri, menurut dia, tidak aman dikonsumsi. Sapi-sapi itu biasanya telah disuntik hormon dan diberi antibiotik sehingga mencemari susu.

Hewan-hewan yang menghasilkan susu organik dipelihara secara alami di lahan terbuka, tanpa diberi hormon, antibiotik atau rekayasa genetik. Untuk susu dari kedelai, tanamannya tidak diberi pestisida dan bahan kimia lain. Produk akhir susu organik diolah tanpa perasa dan pemanis buatan. Proses pembuatan ini membuat harganya lebih mahal dibanding susu kemasan lain. Di negara maju jenis susu tersebut sudah banyak diproduksi. Alokasi subsidi pemerintah ke sektor peternakan turut mendorong keberhasilan produk tersebut. Para peternak menjadi melek teknologi, sadar pada kelestarian lingkungan, dan risiko kesehatan.

Di Indonesia produk susu organik masih jarang diperjualbelikan. Para peternak lokal masih dalam tahap menyediakan susu segar. Namun, hewan atau tanaman penghasil susunya belum diolah secara organik. Susu segar lokal biasanya telah melewati proses pasteurisasi, kemudian dikemas dengan steril, tanpa tambahan kandungan gizi. Namun karena susu segar biasanya berasal dari industri rumahan, faktor kebersihan dan kandungan nutrisi di dalamnya biasanya tidak terjamin. Saptawati tidak menyarankan anak berumur di bawah satu tahun mengkonsumsi susu segar.

Susu sapi murni, kata dia, memiliki kandungan protein dan garam mineral tinggi. Hal ini membuat susu sulit dicerna usus bayi dan membebani fungsi ginjal. “Kandungan gizi susu sapi murni tidak sesuai dengan kebutuhan bayi,” ujar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Hal serupa juga terjadi untuk susu yang berasal dari hewan lainnya. Susu kedelai, menurut dia, bukanlah susu, dalam arti bisa memberi zat gizi untuk bayi. Ia menyarankan bayi yang diberi susu kedelai tetap diberikan ASI atau susu formula sesuai dengan rekomendasi dokter.

Orang tua bisa memberikan susu segar kepada anak berusia satu hingga lima tahun, sebagai alternatif susu sapi formula. Metabolisme anak umur satu hingga lima tahun sudah dapat mengkonsumsi susu cair. Dari segi harga, susu segar relatif lebih murah dibandingkan susu formula. Bahan bakunya bisa berasal dari susu hewan atau keledai.

Selain dari sapi, susu segar yang umum dipasarkan saat ini adalah susu kambing. Susu ini memiliki asam lemak lebih pendek ketimbang dari sapi sehingga mudah dicerna anak. Selain itu, susu kambing bisa menjadi pilihan untuk anak yang menderita alergi terhadap susu sapi, baik dalam bentuk bubuk maupun cair. Alergi bisa terjadi karena anak tidak punya atau kekurangan enzim laktase sehingga tidak mampu mencerna laktosa dalam susu sapi.

Kandungan serat susu kedelai bermanfaat memberi energi pada anak, ditambah lagi vitamin B, E, dan K yang terdapat pada susu ini. Meski kandungan proteinnya lebih rendah dibanding susu sapi — dua gelas susu kedelai setara dengan satu gelas susu sapi-namun harganya lebih lebih murah dibandingkan jenis susu lain, menjadikan susu kedelai sebagai alternatif yang baik.

Dokter spesialis anak Rifan Fauzie menilai, anak berumur satu hingga lima tahun membutuhkan susu sebagai pelengkap gizi. Anak yang sudah dapat menerima makanan padat, membuat asupan protein bisa diperoleh dari tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Orang tua yang memilih susu segar untuk anak, harus memperhatikan proses penyajian dengan benar. Seringkali dalam porses pasteurisasi ataupun pemanasan, kandungan vitamin dan mineral pada susu malah hilang. Ditambah lagi, pemrosesan yang tidak benar membuat bakteri jahat pada susu masuk ke tubuh anak.

Jika bayi tidak memiliki akses terhadap ASI dan susu formula karena faktor keuangan, Rifan menyarankan orang tua kembali ke air tajin. Air ini merupakan cairan hasil dari menanak nasi. Kandungannya terdapat karbohidrat yang berasal dari beras, tapi gizinya jauh di bawah susu hewan, kedelai, ataupun ASI. “Tapi ini harus alternatif paling akhir.”

Kamis, 04 Agustus 2011

, , , ,

Manfaat dan Tata Cara Pijat Bayi



Siapa bilang kebiasaan memijat bayi itu kuno? Ternyata pijat bayi itu sangat besar manfaatnya untuk si kecil buah hati yang baru lahir ke dunia ini.

Bayi-bayi prematur yang dipijat secara teratur setiap hari menunjukkan perkembangan fisik dan emosional yang lebih baik ketimbang bayi-bayi yang tidak dipijat. Selain itu berat badan bayi prematur yg dipijat akan mengalami peningkatan berat badan 20 hingga 40 persen dibandingkan yang tidak dipijat.

Dan hal ini telah dibuktikan oleh para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Miami pada tahun 1986. Dipimpin oleh Tiffany M Field PhD. Selain itu, katanya, bayi-bayi yang dipijat selama lima hari saja, daya tahan tubuhnya akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibanding bayi-bayi yang tidak dipijat.

Pijat bayi ternyata bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan emosional bayi. Jika dilakukan oleh ayah misalnya, maka pijat bayi itu bisa meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada tubuh ibu dan disebut ”pemberdayaan ayah,” . Tapi bagaimana penjelasannya?

Ketika seorang ayah berinisiatif memijat si bayi, hal itu akan menimbulkan perasaan positif pada istri. Inisiatif suami ini membuat istri merasa disayang, nyaman, dan perasaan positif lainnya. Dan perasaan seperti ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Untuk diketahui, hormon ini sangat berguna untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian menunjukkan, 80 persen produksi hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu.

Selain itu, pijat bayi akan membuat bayi cepat lapar. Makin banyak ASI disedot oleh bayi (menyusui), maka produksi ASI makin meningkat. Ini karena dalam proses produksi ASI berlaku hukum supply and demand. Artinya, makin banyak ASI dikeluarkan, makin banyak pula ASI diproduksi. Begitu pula sebaliknya.

Tata cara pemijatan

Mengingat manfaatnya yang tidak kecil, sudah sepantasnya para orangtua menerapkan terapi sentuhan ini pada bayi mereka. Bagaimana caranya, ikuti tips berikut ini.

Sebelum mulai memijat, lakukan beberapa langkah persiapan, yaitu:

* Mencuci tangan.

* Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi.

* Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak pengap.

* Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar.

* Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan

Proses pemijatan.

* Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih.

* Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman.

* Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara.

Setelah melakukan persiapan itu, pemijatan bisa dimulai. Berikut ini contoh cara memijat beberapa bagian tubuh bayi:

*Pijat Kaki

Mulailah dengan memegang kaki bayi pada pangkal paha seperti cara memegang pemukul softball. Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian seperti memerah susu dan putar.

Pegang pangkal paha dengan tangan secara bersamaan memeras dan memutar kaki bayi dengan lembut dari pangkal paha ke arah mata kaki. Kemudian, telapak kaki diurut dengan dua ibu jari secara bergantian mulai dari tumit ke seluruh telapak kaki. Pijat jari kaki satu-persatu dengan memutar menjauhi telapak, diakhiri tarikan lembut di tiap ujung jari. Lalu, peras dan putar pergelangan kaki dengan ibu jari dan jari lain. Usap kaki bayi dengan tekanan lembut dari pangkal paha hingga akhir.

* Perut bayi

Pijat perut bayi dari atas ke bawah seperti gerakan mengayuh sepeda. Pijat perut mulai bagian kiri atas ke bawah dengan jari-jari tangan membentuk huruf I lalu L terbalik.

* Pijat dada

Buat gerakan ke atas sampai dengan bawah leher lalu ke samping kiri-kanan di atas tulang selangka membentuk gambar jantung lalu kembali ke ulu hati. Gerakan diagonal di dada (huruf X) dari kiri ke kanan.

* Pijat lengan bayi

Peras dan putar dengan kedua tangan dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan. Pijat telapak tangan dengan ibu jari mulai telapak hingga jari-jari. Usap punggung tangan dari arah pergelangan ke jari-jari dengan lembut. Peras sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan telunjuk.

* Pijat muka

Letakkan ibu jari diantara alis mata si bayi. Pijat dengan ibu jari secara lembut pada alis dan di atas kelopak mata. Pijat dari pertengahan alis turun ke bawah melalui samping lipatan hidung.

* Pijat punggung

Tengkurapkan melintang. Pijat punggung dengan gerakan maju mundur sepanjang punggung mulai dari pantat hingga leher. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari mulai batas punggung sampai dengan pantat

Rabu, 03 Agustus 2011

, ,

Jangan Paksa Bayi Makan Berlebih


Penelitian baru menunjukkan, para ibu yang memanjakan permintaan bayi mereka akan makanan kapan saja yang mereka menginginkannya atau tidak memanjakan mereka, dan pada faktanya telah menetapkan mereka pada jalur yang tepat pada gaya hidup sehat.

Berdasarkan Telegraph, para peneliti menemukan bahwa para ibu harus "mempercayai" bayi mereka untuk memutuskan kapan dan seberapa banyak yang ingin mereka makan dan bahkan menggunakan makanan untuk menenangkan mereka saat mereka menangis.

Dalam penelitian yang disebut memberi makan "sesuai permintaan" mengantar pada berat badan lebih sehat pada hidup bayi di kemudian hari daripada memberi makan sesuai jadwal tradisional.

Para ibu harus menghindari memainkan permainan dan menyediakan makanan alternatif untuk membuat mereka makan. Bagaimanapun juga memberi makan bayi untuk menenangkan mereka dianggap baik-baik saja selama mereka tidak menggunakan "metode paksaan" untuk "mengesampingkan" nafsu makan bawaan bayi.

"Pencegahan obesitas perlu dimulai sangat awal," kata Profesor Lynne Daniels, dari Queensland University Technology di Brisbane, Australia.

"Bayi memiliki kapasitas bawaan untuk mengatur asupan mereka. Kami menyarankan para ibu untuk mempercayai bayi mereka. Orang tua menyediakan dan bayi memutuskan. Para ibu menyediakan nutrisi dan bayi memutuskan seberapa banyak yang mereka ingin makan."

Bayi-bayi secara tradisional diberi makan sesuai jadwal yang ketat, mula-mula setiap empat jam, dengan keyakinan bahwa itu akan memberi mereka dalam rutinitas awal. Tetapi, baru-baru ini banyak ibu yang disarankan bahwa memberi makan sesuai permintaan lebih baik, artinya mereka menyediakan makanan, seperti air susu ibu dan susu formula, bila dan saat bayi menginginkannya.

Dalam rangka untuk menguji apa yang terbaik, Profesor Daniels dan timnya mengikuti 293 ibu baru selama dua tahun pertama kehidupan bayi mereka. Setiap ibu diwawancara mengenai gaya mengasuh mereka dan praktek pemberian makan dan kemudian berat badan bayi mereka ditimbang pada usia 14 bulan.

"Kami menemukan bahwa dengan pemberian makanan responsif di mana memberi makan sesuai permintaan para bayi lebih cenderung memiliki status berat badan lebih rendah," kata dia. Daniels mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan manfaat tepatnya tetapi itu penting. Dia mengatakan menyusui tampaknya menjadi metode termudah untuk memberi makan sesuai permintaan sebagaimana itu lebih mudah dan membuat sebotol susu lebih sulit dilakukan setiap waktu bayi ingin makan.

"Menggunakan metode paksaan untuk membuat mereka makan mengajari anak untuk makan demi alasan lain selain kelaparan atau kekenyangan (memenuhi perut)," kata dia. Riset itu dipresentasikan dalam European Congress on Obesity di Istanbul.

Selasa, 02 Agustus 2011

, , ,

Susah Buang Air Besar Pada Bayi


Pola buang air besar pada bayi memang berubah-ubah. Nah bagaimana Anda bisa tahu bahwa pola buang air besar pada bayi Anda masih tergolong normal?

Pola Buang Air Besar Bayi Pada Umumnya

Untuk bayi yang baru lahir, normalnya ia akan buang air besar hingga sebanyak 4 kali setiap hari. Ini akan berlangsung sampai ia berusia 7 hari. Untuk anak berusia 2 tahun, termasuk normal jika ia dapat buang air besar (BAB) 1-2 kali tiap harinya. Anak usia 4 tahun sudah sama pola BAB-nya dengan orang dewasa – 1 kali setiap hari.

Nah, karena tidak setiap anak memiliki pola yang persis sama, maka umumnya seorang bayi atau anak akan dianggap mengalami sembelit, jika ia tidak BAB hingga 2 minggu atau lebih.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika melihat bayi Anda sepertinya berjuang keras, bahkan terkadang sampai memerah ketika sedang BAB, padahal terkadang fesesnya encer dan tidak keras. Dia kan masih belajar! Anda juga harus ingat… bayi Anda melakukan BAB sambil berbaring lho, tidak seperti orang dewasa… Jadi, reaksi-reaksi seperti ini masih tergolong normal.

Kapan Situasinya Menjadi Gawat?

Jika Anda mendapati bayi Anda mengalami kondisi seperti berikut ini, maka segeralah periksakan ke dokter:

1. Feses/kotoran yang keras
2. Demam
3. Terdapat darah pada kotorannya
4. Berat badannya sulit naik
5. Gagal BAB untuk pertama kalinya dalam 24 jam setelah kelahiran

Bayi dalam Periode ASI Eksklusif

Jika bayi Anda masih dalam periode ASI eksklusif -alias belum memperoleh asupan selain ASI- maka masih tergolong normal jika ia tidak BAB hingga 1 minggu. Bahkan terkadang setelah 1 minggu pun fesesnya sama sekali tidak keras.

Hal ini disebabkan oleh ASI yang masih sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi Anda dan ini juga berarti sebagian besar ASI dapat diserap dengan baik oleh tubuhnya.

Senin, 01 Agustus 2011

, , , , , ,

11 Penyakit yang Sering Dialami Bayi di Tahun Pertamanya



Inilah 11 penyakit yang sering dialami bayi di tahun pertamanya. Kenali agar ibu tidak mudah panik ketika bayi tiba-tiba sakit, namun tetap waspada.

1. Apnea (tidak bernapas spontan). Apnea merupakan penyakit dimana seseorang tidak bernapas selama beberapa detik secara spontan ketika tidur. Tidak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir dan khususnya bayi prematur pun bisa mengalami apnea.

2. Sesak napas. Bayi yang mengalami sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas, atau napas bayi berbunyi disertai batuk. Waspada jika wajah bayi menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

3. Ruam popok. Ruam popok merupakan penyakit yang membuat kulit bayi iritasi. Biasanya iritasi ini disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar.

4. Kuning (jaundice). Penyakit kuning ini biasanya membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Sampai batas-batas tertentu, penyakit ini tidak berbahaya, tapi ibu perlu waspada jika kuning pada bayi tidak kunjung hilang.

5. Eksim susu (dermatitis atopi). Eksim susu merupakan salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Mitosnya, dinamakan eksim susu karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi yang menyebabkan bercak merah. Benarkah?

6. Batuk pilek. Virus bisa menjadi penyebab penyakit ini menyerang bayi. Segera bawa ke dokter jika bayi batuk pilek hingga kemampuan minumnya berkurang, atau tidak sembuh lebih dari seminggu.

7. Infeksi saluran napas. Infeksi saluran napas merupakan segala bentuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas (ISPA). Tak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran napas ini bisa saja terjadi pada bayi baru lahir (newborn).

8. Infeksi telinga tengah. Infeksi telinga tengah menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.

9. Sembelit. Biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan padat pertama. Waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.

10. Muntah. Muntah bisa terjadi karena bayi kekenyangan, terlalu banyak udara dalam lambung, dan sebagainya. Waspada bila bayi terus menerus muntah tanpa henti.

11. Diare. Virus yang biasa disebut rotavirus seringkali menjadi penyebab diare, di samping penyebab-penyebab lainnya. Ibu harus waspada jika diare disertai darah.

Rabu, 27 Juli 2011

, ,

Bayi Disayang Jadi Tahan Stres


Walaupun belum mengerti apa-apa, jangan berlaku kasar dan mengacuhkan bayi Anda, karena akibatnya akan melekat sampai dia dewasa.

Saat ini kata stres banyak terdengar di mana-mana, rasanya manusia jadi lebih mudah terserang stres. Mungkin hal ini disebabkan karena Anda lahir di era orang tua harus cukup sibuk untuk memenuhi tuntutan hidup atau justru Anda lahir di era orang tua masih tidak terang-terangan menunjukkan kasih sayang pada anak-anaknya. Mengapa demikian? Karena penelitian yang dilakukan oleh Duke University, North Carolina menunjukkan bahwa pengalaman di awal kehidupan seorang bayi di dunia ternyata memberikan efek positif untuk kesehatan mental bayi tersebut saat dewasa.

Penelitian dilakukan dengan mengamati bagaimana ibu dan bayinya yang baru berumur 8 bulan berinteraksi. Kemudian mereka mengelompokkan tingkat kasih sayang para ibu itu menjadi low, normal dan high. 482 remaja dari bayi-bayi itu diamati terus hingga berumur 34 tahun dan kesehatan mentalnya dianalisa. Analisa ini fokus pada kecemasan, perasaan dimusuhi dan memusuhi, serta tingkat distress.

Hasilnya, dari tingkat kasih sayang, 9% ibu menunjukkan tingkat kasih sayang yang rendah, 85% memberikan kasih sayang pada tingkat normal dan hanya 6% yang memberikan kasih sayang yang sangat tinggi. Dari perlakuan ini, didapatkan bahwa orang yang pada saat bayi diperlakukan dengan kasih sayang sangat tinggi memiliki tingkat distress yang lebih rendah dan juga lebih bisa mengatasi stres dan kecemasan yang melanda kehidupan orang dewasa.

Para peneliti ini menyimpulkan bahwa pengalaman yang dirasakan seorang bayi pada awal kehidupannya, walaupun dia masih belum bisa merespon apa-apa pada saat itu, mempengaruhi kesehatan mentalnya di masa depan. Kasih sayang yang tinggi membuat seseorang merasakan ikatan yang terjamin dan aman. Kondisi ini tidak hanya membuat mereka merasa tenang sehingga jauh dari stres, namun juga memungkinkan mereka mengembangkan hidup pribadi dan sosial, mengembangkan diri serta keterampilannya secara efektif. Dengan demikian mereka akan menjadi pribadi dewasa yang lebih unggul. Penemuan ini juga dipublikasikan dalam the Journal of Epidemiology and Community Health.

Nah, para ibu, walaupun bayi Anda nampaknya masih belum mengerti tentang apa pun yang Anda lakukan--meninggalkan si bayi untuk bersenang-senang sendiri atau marah-marah di hadapannya, hal itu akan melekat dan berpengaruh untuk masa depannya. Jadi apa pun yang terjadi, bayi layak untuk dibanjiri dengan kasih sayang Anda.

Selasa, 26 Juli 2011

, , ,

Cegah Obesitas pada Bayi dan Balita


Obesitas tak hanya melanda orang dewasa. Kini, balita pun rawan kegemukan. Untuk itu sejak masih kecil sebaiknya balita dibiasakan olahraga setidaknya tiga jam seharinya.

Pakar kesehatan percaya bayi seharusnya berenang dan didorong untuk melakukan senam. Dan balita harus berjalan minimal selama 15 menit seperti berjalan rutin ke kamar bayi.

Panduan olahraga ini dikeluarkan bagi anak-anak balita untuk pertama kalinya dan akan dikeluarkan pekan ini di tengah kekhawatiran ancaman obesitas. Pejabat Kesehatan di Inggris Sally Davies mengatakan dengan berolahraga mereka bergerak dan berguna untuk kesehatan.

“Ada bukti dengan membiarkan anak-anak merangkak, bermain, atau berguling-guling di lantai penting selama tahun pertama”.

“Bermain memungkinkan balita untuk bergerak dan tiga jam sehari adalah penting,” jelasnya.

“Saya pikir ada orangtua yang tidak menyadari betapa pentingnya secara fisik aktif bagi anak-anak mereka minimal selama tiga jam”.

Profesor Fiona Bull, yang merupakan Asisten Direktur British Heart Foundation National Centre for Physical Activity di Loughborough University juga memperingatkan anak-anak seharusnya mengurangi menonton televisi.

Angka NHS menunjukkan hampir seperempat anak-anak berusia empat dan lima tahun kelebihan berat badan atau obesitas. Para ahli memperkirakan 63 persen anak-anak bisa kelebihan berat badan pada tahun 2050 jika tren ini terus berlanjut.

Pedoman yang merupakan peringatan di Inggris ini akan dikeluarkan menghadapi bom waktu penyakit hati, sebab banyak anak-anak yang kelebihan berat badan. Profesor Martin Lombard dari Departemen Kesehatan berkata budaya makan berlebihan menempatkan lebih dari 500.000 nyawa orang muda berisiko.