Tampilkan postingan dengan label Bayi Menangis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi Menangis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2011

, , ,

Kenali Gejala Pusing Pada Bayi



Bayi menangis terus, tapi Anda tidak tahu kenapa? Bisa jadi anak Anda pusing.

Tidak hanya orang dewasa saja, bayi yang belum bicara juga bisa sakit kepala. Tapi, bagaimana Anda bisa tahu kalau dia pusing? Lihat gejala yang ada padanya:

1. Menghindari arah cahaya.

2. Kulitnya lebih pucat dari biasanya, dan ada lingkaran hitam di bawah matanya.

3. Mengerutkan kening.

4. Seperti ingin tidur tapi sulit memejamkan mata.

5. Suhu badannya agak panas.

Pusing bukanlah suatu penyakit yang harus dibawa ke ruang gawat darurat dengan segera. Ada pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan di rumah. Coba lakukan hal berikut:

1. Redupkan lampu.

2. Ajak anak berbaring dan menutup matanya.

3. Kompres keningnya dengan air dingin.

4. Buat dia tetap tenang dengan membacakan cerita atau mendengarkan musik bersama.

5. Beri obat sakit kepala dengan dosis yang sesuai dengan usianya.

Jika suhu badan anak semakin tinggi, pusing masih terasa setelah 24 jam, muntah, dan muncul gejala lain, maka segera konsultasikan ke dokter.

Senin, 05 September 2011

, , ,

Larutan Gula Cegah Bayi Menangis Saat Imunisasi



Saat diimunisasi, biasanya bayi akan menangis karena suntikan menyebabkan nyeri. Menurut sebuah penelitian, tangis si kecil bisa dikurangi dengan cara memberikan larutan gula.

Dikutip dari BBC, Kamis (13/5/2010), penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Toronto menunjukkan beberapa tetes larutan gula bisa mengurangi jumlah bayi yang menangis hingga 20 persen saat disuntik. Selain itu, larutan tersebut dapat mengurangi lamanya bayi menangis hingga 10 persen.

Kesimpulan ini berdasarkan data klinis dari 14 studi sebelumnya, yang mengamati 1.674 kali suntikan. Larutan gula yang digunakan memiliki kadar 30 persen, sedangkan usia bayi yang terlibat kurang dari 1 tahun.

Larutan yang terdiri dari sukrosa dan glukosa itu hanya diberikan dalam jumlah kecil, berkisar antara beberapa tetes hingga 1/2 sendok teh. Pemberian dilakukan melalui mulut, sebelum bayi disuntik serta sesudahnya.

Adam Finn, profesor dari University of Britol mendukung penelitian tersebut. Menurutnya segala bentuk upaya untuk mengurangi rasa sakit saat imunisasi bisa diterima, karena bayi cenderung menolak untuk disuntik.

"Saya mendukung bila ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Orang tua tentunya juga akan senang jika bayinya tidak menangis," kata Finn.

Penelitian ini dipubliksaikan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood.

Selasa, 09 Agustus 2011

, ,

Bayi Menangis dan Muntah Setiap Diberi Makan



Belajar makan merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu baik kualitas maupun kuantitas. Artinya memberikan makan bukan dalam jumlah besar pada satu waktu pemberian dan bukan harus 2-3 kali sehari. Bila volume makannya sedikit, pemberian makanan dapat 5-6 kali sehari. Yang penting target asupan makanan tercapai.

Jangan memaksakan jumlah suapan dalam sekali makan bila anak sudah menolak. Coba istirahat sebentar kemudian diberikan lagi, namun bila tetap menolak, berikan jeda waktu agak lama. Dan yang penting juga untuk diperhatikan adalah cara kita memberikan harus dengan sabar serta jangan dengan paksaan.

Pemberian makan juga perlu diperhatikan kekentalan dan rasa. Ajarkan bayi dengan makanan dari kekentalan yang cair menjadi lebih padat secara bertahap. Demikian juga rasa makanan, jangan mengganti makan terlalu cepat. Karena bayi membutuhkan waktu untuk belajar rasa suatu makan. Namun tidak boleh juga tetap satu rasa saja. Dr Aditya Suryansyah SpA

Sabtu, 06 Agustus 2011

, ,

Jangan Khawatir Jika Bayi Menangis Terus Menerus



Dua puluh persen bayi usia 2 sampai 4 bulan secara alami mengalami kolik infatil atau menangis berkepanjangan. Namun tangisan bayi tidak berlangsung sebentar, bahkan terkadang membuat orangtua panik karena bayi menangis seperti tampak kesakitan, sambil meraik kaki ke arah perut, kepalanya bergerak-gerak, wajahnya terlihat kemerahan dan sering disertai dengan kentut atau flatus.

Tapi jangan khawatir jika bayi Anda mengalaminya, tak perlu panik meski penyebabnya tidak jelas, Anda tidak perlu terburu-buru membawa anak ke dokter. Biasanya kolik timbul pada sore dan malam hari.

Jika anak mengalami kolik infatil tangisan yang terjadi bisa berlangsung lebih dari 3 jam per hari, bisa pula terjadi lebih dari 3 hari per minggu dan bahkan ada yang terjadi hingga lebih dari 3 minggu.

“Memang belum ada research yang meneliti tentang penyebabnya, tapi biasanya bayi yang mengalami kolik, faktor resikonya bisa karena bayi lahir dengan berat rendah, ibu inteligensia dan pendidikan tinggi, bisa pula karena risiko emosi ibu. Sebab jika ibu belum berpengalaman mengurus bayi dan merasa cemas, bayipun juga bisa ikut cemas,” kata dr. Badriul Hegar, Dokter spesialis saluran cerna pada anak yang ditemui dalam acara Women Health Expo 2010 di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat 5 Februari 2010.

Untuk mengatasinya agar tangis tak berkepanjangan, apa yang harus dilakukan orangtua untuk membuatnya tenang, berikut triknya:

1. Jika bayi ingin tenang, orangtua juga harus tenang

2. Berikan rasa nyaman pada bayi

3. Berikan makanan atau ASI pada bayi lebih sering dan beri dekapan lembut

4. Ibu mencari teman berbagai

5. Berikan pijatan pada bayi, ini bisa membuatnya rileks

Lakukan lima hal tersebut, jika bayi Anda terus menangis. Jadi tidak perlu panik dan terburu-buru membawanya ke dokter.