Tampilkan postingan dengan label Bayi Baru Lahir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi Baru Lahir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

,

Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 48 Jam Tanpa Menyusu



Ibu yang baru saja melahirkan bayi kadang bingung dan khawatir karena air susunya (ASI) belum keluar. Tapi sebenarnya bayi yang baru lahir bisa bertahan hingga 48 jam tanpa menyusu. Jika ASI belum keluar, ibu tetap harus menjaga kontak kulit dengan bayi agar ia merasa nyaman.

"Bayi bisa bertahan 24-48 jam, karena ia sudah dibekali dari kandungan. Tapi yang terpenting jangan dipisahkan dari ibunya," ujar Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, FABM saat ditemui disela-sela acara seminar 'Ibu Bekerja Bukan Alasan Menghentikan Pemberian ASI Eksklusif' di Hotel Birawa, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

Dr Tami menuturkan ketika mendengar bayi menangis pasti yang terlintas pertama kali adalah bayi tersebut lapar sehingga harus disusui. Padahal bayi yang dipisahkan 6 jam saja dari ibunya akan memiliki tingkat stres yang 2 kali lipat lebih tinggi yang bisa membuatnya menangis.

Hal ini karena selama di kandungan bayi selalu dekat dengan ibunya, dan jika kadar hormon stresnya meningkat akan membuat daya tahan tubuhnya berkurang sebesar 50 persen.

Lebih lanjut Dr Tami mengungkapkan jika bayi menangis, maka gendonglah ia sehingga bisa mendapatkan skin to skin contact (kontak kulit) dengan ibu dan tetaplah berusaha menyusui agar bisa mendapatkan kolostrum meski hanya 1-2 tetes saja.

"Kolostrum ini berfungsi untuk membantu mematangkan usus bayi dengan menutup lubang-lubang yang ada di usus agar tidak diisi oleh benda-benda asing," ujar dokter yang berpraktek di di Klinik Lakstasi RS St Carolus Salemba.

Selain itu hampir sekitar 50 persen keberhasilan menyusui bergantung pada pikiran si ibu. Sedikit saja si ibu memiliki pikiran negatif maka akan langsung membuat produksi ASI-nya menjadi drop.

Dr Tami menjelaskan dari sisi kedokteran ada 2 hormon yang mempengaruhi ASI yaitu hormon prolaktin yang berfungsi memproduksi ASI dan hormon oksitosin yang berfungsi mengalirkan ASI.

"Hormon oksitosin terpengaruh oleh pikiran ibu, jadi kalau ibu sedang sedih, stres, kesel atau mangkel maka hormon oksitosin akan berkurang yang mempengaruhi produksi ASI," ungkapnya.

Untuk itu proses menyusui tidak hanya melibatkan 2 orang, tapi 3 orang yaitu ibu, bayi dan juga ayah. Dalam hal ini ayah memiliki kekuatan atau pengaruh yang cukup signifikan, atau disebut dengan breastfeeding gender.

Kamis, 22 September 2011

, , , ,

Bayi Baru Bisa Bedakan Wajah Manusia & Monyet di Usia 6 Bulan



Bayi yang baru lahir tidak dapat melihat dengan jelas, bahkan hampir buta. Baru pada usia 4 minggu mata bayi mulai belajar mendeteksi di satu lokasi dengan cara berkedip. Karena matanya belum bisa jelas membedakan obyek, baru pada usia 6 bulan bayi mulai belajar membedakan wajah manusia dan monyet.

Sejak lahir, bayi biasanya tertarik pada wajah yang ditemuinya. Bayi cenderung melihat semua hal dalam bentuk bulat yang memiliki 2 mata dan 1 mulut di tempat yang tepat.

Tapi bayi belum dapat melihat dengan jelas, sehingga hanya dapat melihat dengan samar-samar. Baru ketika sudah memasuki usia 4-5 bulan, preferensi bayi lebih nyata, dan bayi telah mulai untuk memproses wajah berbeda dari objek lain.

Seperti dikutip dari CNNHealth, Rabu (21/9/2011), sensor terbaik dari sistem penglihatan bayi adalah sensor gerak. Sensor gerak pada sistem penglihatan bayi, merupakan sensor yang berkembang lebih awal.

Pada usia 4 minggu, bayi dapat mendeteksi stimulus berkedip dalam satu lokasi hampir sebaik orang dewasa. Lalu sekitar usia 7 minggu, bayi dapat membedakan arah gerakan dan perkembangan semakin cepat ketika usia 20 minggu.

Penglihatan gerak bayi yang dilihatnya seperti tetesan air hujan melalui kaca depan mobil yang bergerak, akan meningkat pesat antara usia 3-5 bulan dan kemudian terus berkembang perlahan-lahan hingga melalui tengah masa kanak-kanak.

Saat bayi usia 4-5 bulan, ia mulai belajar pematangan area wajah fusiform, sebuah daerah di korteks temporal khusus untuk pengolahan wajah. Hal ini memungkinkan spesialisasi otak orang dewasa biasa dapat mengalahkan program terbaik di dunia komputer dalam mendeteksi perbedaan halus antara wajah.

Area wajah fusiform mulai diaktifkan oleh wajah-wajah yang sudah sering dijumpai bayi saat memasuki usia 2 bulan. Pengalaman visual mempengaruhi perkembangan wajah yang dimulai pada masa bayi.

Ketika usia 6 bulan bayi mulai membedakan antara monyet dan manusia meskipun masih belum jelas. Baru ketika bayi sudah berusia 9 bulan, akan menjadi lebih baik dalam mengidentifikasi orang dan kehilangan kemampuan untuk mengenali wajah monyet.

Selama periode ini, bayi juga menjadi lebih baik dalam membedakan wajah-wajah dalam kelompok ras sendiri daripada dalam kelompok-kelompok ras lain. Hal tersebut mungkin disebabkan karena sebagian besar bayi memiliki lebih banyak pengalaman visual dengan kelompok ras mereka sendiri dibandingkan ras yang lain. Proses ini mungkin melibatkan proses menyempurnakan koneksi sinaptik oleh pengalaman untuk menyempurnakan persepsi dengan karakteristik lingkungan setempat.

Pengalaman penglihatan bayi ini dalam pengolahan gerak adalah yang paling rentan mengalami gangguan. Aspek pengolahan gerak dapat terganggu dalam beberapa gangguan perkembangan, termasuk disleksia, autisme, fragile-X syndrome, dan sindrom Williams.

Anak-anak yang mengalami masalah penglihatan seperti katarak sejak lahir akan memiliki perkembangan yang berbeda dibandingkan dengan bayi normal. Kondisi tersebut menyebabkan sistem penglihatan bayi tidak dapat berkembang seperti kondisi normal. Bahkan hingga usia 9 bulan, bayi yang terlahir dengan katarak belum dapat melihat seperti bayi normal lainnya.

Dengan pengalaman visual yang dialami bayi, dapat menunjang perkembangan ketajaman penglihatan bayi yang kian meningkat. Tetapi pada usia 3-8 bulan pertama bayi memiliki ketajaman penglihatan kira-kira 3 kali lebih buruk dibandingkan bayi pada usia 5 tahun yang normal.

Persepsi gerak global dipengaruhi oleh katarak hanya dalam 3 bulan pertama kehidupan. Jadi perkembangan ketajaman penglihatan bayi, akan tetap berjalan baik. Namun orang tua perlu berhati-hati untuk kasus-kasus yang luar biasa, yang biasanya memerlukan perhatian lebih lanjut.

Rabu, 24 Agustus 2011

, ,

Bayi Prematur Sebaiknya Dirawat di Rumah?



Adakah anda salah satu orang tua yang sedang menunggu kelahiran buah hati anda? Dalam kelahiran bayi ada dua kondisi, normal dan prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kandungan kurang dari 36 minggu, biasanya umur kandungan pada ibu yang melahirkan secara normal sekitar 40 minggu. Kelahiran prematur sangat dihindari karena memiliki dampak yang cukup besar pada buah hati.

Organ pada bayi prematur masih sangat lemah, baik organ dalam seperti paru-paru dan jantung maupun organ bagian luar. Hal ini disebabkan karena pada bayi prematur masa berkembang bayi di rahim ibu kurang.

  1. Bayi yang lahir prematur membutuhkan perawatan yang lebih intensif dari pada bayi yang lahir secara normal. Beberapa hal yang harus diperhatikan apabila kita merawat bayi prematur di rumah.

  2. Nutrisi yang diberikan harus lebih banyak dari bayi cukup umur biasa. Terutama pemberian ASI

  3. Bila bayi belum memiliki reflek menelan yang baik, maka nutrisi dapat diberikan lewat selang.

  4. Pada bayi yang berumur kurang dari 34 minggu perlu dipasang alat pantau pernafasan untuk mencegah penghentian nafas secara sejenak atau sering disebut apnea.

  5. Menjaga kualitas tidur bayi.

  6. Bila ingin memberikan susu formula pengganti ASI pada bayi, konsultasikan pada dokter karena apabila salah memberikan susu pada bayi dapat berakibat fatal. Bayi terlihat gemuk akan tetapi tulangnya keropos.

  7. Terus konsultasi pada dokter spesialis perkembangan yang terjadi.

Tentunya semua orang tua tidak menginginkan bayi mereka lahir prematur. Resiko bayi prematur sangat mungkin dihindarkan. Usahakan bagi para ibu sering makan sayur dan buah. Kondisi kejiwaan ibu juga sangat berpengaruh pada kelahiran. tekanan, gelisah, rasa kurang bahagia dan kecemasan dapat menjadi pemicu bayi lahir prematur.

Walaupun saat ini penanganan bayi prematur di rumah sakit sudah sangat baik, diharapkan para ibu tetap menjaga kandungan agar anak tidak lahir secara prematur. Dalam perawatan bayi prematur di rumahpun haruslah sangat hati-hati. Kondisi bayi prematur yang masih rentan yang harus terus dipantau.

Minggu, 21 Agustus 2011

,

Tips Menolong Bayi Beradaptasi dengan Dunia Baru



Menghadapi perubahan yang ada dalam rahim dan dunia nyata tentu tidaklah mudah bagi seorang bayi yang lemah. Untuk itu, ia perlu pertolongan ibu.

Sembilan bulan lamanya buah hati 'berenang' dalam sungai kenyamanan rahim ibunya. Jauh dari gangguan, rasa lapar, atau cuaca dingin. Setelah si kecil lahir, ia tak lagi senyaman itu. Ada kalanya ia menangis karena lapar. Saat kedinginan atau digigit serangga pun, ia juga menangis karena hanya itu bahasa yang bisa ia pakai.

Beberapa teknik di bawah ini dipercaya bisa membantu si kecil tetap bisa tenang, stabil, tidak mudah rewel, dan jauh dari gelisah. Mari kita pelajari bersama ibu!

Pentingnya kontak tubuh

Sandarkan bayi di depan dada ibu selama 2-3 jam sehari, boleh dalam posisi menimang atau berbaring. Cara yang sering disebut dengan kangaroo care (perawatan ala kangguru) ini berkaitan erat dalam usaha menenangkan si kecil, meningkatkan kemampuan bernafasnya, mengurangi resiko infeksi, dan peningkatan sinkronisasi momen tidur antara ibu dan anak. Banyak budaya yang sudah mengikuti cara ini. Jadi, tunggu apa lagi?

Menggendong ala kangguru

Selain perawatan ala kangguru, ibu juga harus meneladani cara induk kangguru saat menggendong anaknya. Pegang bayi di depan tubuh ibu sebisa mungkin. Ini adalah cara paling ideal untuk menggendong bayi yang baru lahir. Kedekatan fisik bisa membantu perkembangan saraf dan emosional anak. Selain itu, dalam posisi ini, si kecil mampu mengenali bau ibunya, mendengarkan detak jantung dan merasakan kehangatan dari sang ibu.

Membedung itu sebenarnya untuk..

Beberapa ibu berpikir bahwa membungkus bayi dengan selimut bisa menghangatkan tubuh bayi, lainnya berpikir cara ini untuk kenyamanan si bayi. Semua itu tak salah, meski sebenarnya, tujuan utama dari membedung bayi adalah untuk membatasi gerakan refleks bayi yang bisa menggugahnya bangun karena terkejut.

Pijatan setiap hari

Tunggu beberapa tahun untuk ibu bisa membawa si kecil keliling belanja, atau saling menggelitik di tempat tidur. Lalu, bagaimana dengan beberapa bulan pertama? Apa yang bisa dilakukan untuk mempertahankan ikatan intim antara ibu dan anak?

Cara terbaiknya adalah lewat pijatan yang menenangkan, baik untuk bayi maupun ibu sendiri. Pijat ringan pada bayi yang baru lahir bisa membantunya tetap tenang, menstimulasi saraf otak sehingga penyerapan makanan lebih baik, meningkatkan fungsi imun, serta membantu bayi terlelap lebih cepat. Waktu memijat terbaik adalah saat dia dalam keadaan tenang atau hendak tidur dan jangan lupa pasang musik yang lembut ya bu.

Kamis, 18 Agustus 2011

, , ,

1000 Hari Pertama sang Bayi Kunci Masa Depan Sepanjang Hidup



Banyak orangtua yang berjuang keras dan memberikan sekolah terbaik buat si anak demi masa depannya. Tapi sebenarnya kunci untuk kehidupan masa depan si anak bukan saat ia mulai sekolah melainkan di awal-awal hidupnya yakni 1000 hari pertama sejak di dalam kandungan (9 bulan) hingga ia berumur 2 tahun.

Periode 1000 hari pertama manusia itu, secara permanen dapat mempengaruhi kesehatan dan peluang si anak di masa depan dengan tubuh sehatnya. Periode tersebut menentukan apakah di masa depan si anak akan terkena diabetes, kelebihan berat badan hingga serangan jantung.

Teori ini dikembangkan setelah puluhan tahun diteliti oleh Profesor David Barker dan rekannya di Southampton University. Profesor Barker menemukan ada serangkaian tahapan yang kritis dalam perkembangan anak. Jika tahapan tersebut dilalui tidak sempurna maka akibatnya akan timbul di kemudian hari saat anak dewasa dan tua.

Profesor Barker percaya banyak masalah kesehatan yang muncul bisa ditelusuri kembali dengan melihat riwayat saat si anak di dalam rahim atau perkembangannya yang buruk di 2 tahun usia pertamanya.

Dicontohkannya, ibu yang mengonsumsi gizi buruk saat hamil, merokok, stres atau minum obat-obatan akan mempengaruhi seberapa baik plasenta bekerja dan bagaimana kondisi berat badan bayinya saat lahir.

Hasil penelitiannya menunjukkan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg maka peluangnya terkena penyakit jantung di kemudian hari, 2 kali lebih besar dibandingkan bayi yang lahir dengan berat sampai 4,2 Kg.

Menurut Profesor Barker ketika makanan di rahim tidak mencukupi, itu sangat mempengaruhi pertumbuhan awal otak si janin dan membuat jantungnya melemah karena berkurangnya aliran darah. Lalu bibit-bibit diabetes juga akan muncul sebelum proses kelahiran karena sel-sel pankreas yang berfungsi membuat insulin, perkembangannnya ada di dalam rahim. Kondisi di dalam rahim juga akan mempengaruhi berat badan si anak di masa mendatang.

Profesor Barker mengatakan banyak faktor-faktor yang terbentuk sejak dini yang tidak bisa diubah atau dibatalkan. Maka itu penting untuk menjaga kesehatan perempuan dan makan dengan baik agar generasi berikutnya tumbuh dengan baik.

"Bayi hidup dari tubuh ibu selama kehamilan, jadi ini adalah tentang membangun tubuh bayi agar dapat hidup lebih baik," kata Profesor Barker seperti dilansir dari dailymail, Rabu (17/8/2011).

Itulah mengapa ibu hamil harus benar-benar sehat agar bisa juga memberikan air susu ibu (ASI) ke bayinya. ASI adalah makanan terbaik baik selama 2 tahun masa pertumbuhan badan dan otaknya.

Senin, 08 Agustus 2011

,

Tes untuk Mengetahui Cacat Jantung Bawaan Pada Bayi



Penyakit jantung bawaan yang dialami bayi kadang baru diketahui dikemudian hari. Tapi kini ada tes cepat dan murah untuk mendeteksi apakah bayi memiliki cacat jantung bawaan atau tidak.

Sebuah studi yang dilaporkan dalam majalah kesehatan The Lancet terhadap 20.055 bayi baru lahir menunjukkan bahwa pengujian oksigen dalam darah lebih berhasil untuk mengetahui cacat jantung bawaan dibandingkan dengan pemeriksaan lainnya.

Para peneliti telah menyerukan untuk melakukan tes oksigen di rumah sakit yang ada di Inggris. Sedangkan British Heart Foundation mengatakan tes ini bisa memberikan perbedaan yang nyata untuk kasus-kasus yang tidak diketahui.

Dalam tes ini dokter di 6 rumah sakit bersalin di Inggris menggunakan pulse oximeters, yaitu teknologi yang sudah ada selama 20 tahun untuk mendeteksi kadar oksigen dalam darah. Jika hasilnya terlalu rendah atau bervariasi antara tangan dan kaki, maka pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan.

Pemeriksaan ini memakan waktu sekitar 5 menit dan menemukan sebanyak 75 persen kelainan jantung yang paling serius. Sedangkan jika tes ini dikombinasikan dengan metode tradisional maka kasus yang terdeteksi sebanyak 92 persen.

"Hasil ini menambah nilai dari prosedur skrining yang ada dan mungkin berguna untuk mengidentifikasi kasus kritis cacat jantung bawaan," ujar Dr Andrew Ewer, ketua peneliti dari University of Birmingham, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (8/8/2011).

Cacat jantung bawaan yang dimiliki bayi bisa berupa adanya lubang diantara bilik jantung atau bisa juga adanya kecacatan pada katup. Kondisi ini bisa terdeteksi pada saat USG selama kehamilan atau mendengarkan detak jantung setelah lahir.

Tidak semua bayi yang lahir dengan cacat jantung bawaan menunjukkan tanda atau gejala, sehingga ada kemungkinan masalah tersebut tidak terdeteksi. Padahal deteksi dini dan cepat bisa menjadi kunci dalam meningkatkan kelangsungan hidup.

"Ini adalah hasil penelitian yang menjanjikan karena sebuah tes cepat dan sederhana bisa membantu mendeteksi cacat jantung bawaan dan membuat perubahan yang nyata," ujar Amy Thompson dari British Heart Foundation.

Senin, 01 Agustus 2011

, , , , , ,

11 Penyakit yang Sering Dialami Bayi di Tahun Pertamanya



Inilah 11 penyakit yang sering dialami bayi di tahun pertamanya. Kenali agar ibu tidak mudah panik ketika bayi tiba-tiba sakit, namun tetap waspada.

1. Apnea (tidak bernapas spontan). Apnea merupakan penyakit dimana seseorang tidak bernapas selama beberapa detik secara spontan ketika tidur. Tidak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir dan khususnya bayi prematur pun bisa mengalami apnea.

2. Sesak napas. Bayi yang mengalami sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas, atau napas bayi berbunyi disertai batuk. Waspada jika wajah bayi menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

3. Ruam popok. Ruam popok merupakan penyakit yang membuat kulit bayi iritasi. Biasanya iritasi ini disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar.

4. Kuning (jaundice). Penyakit kuning ini biasanya membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Sampai batas-batas tertentu, penyakit ini tidak berbahaya, tapi ibu perlu waspada jika kuning pada bayi tidak kunjung hilang.

5. Eksim susu (dermatitis atopi). Eksim susu merupakan salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Mitosnya, dinamakan eksim susu karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi yang menyebabkan bercak merah. Benarkah?

6. Batuk pilek. Virus bisa menjadi penyebab penyakit ini menyerang bayi. Segera bawa ke dokter jika bayi batuk pilek hingga kemampuan minumnya berkurang, atau tidak sembuh lebih dari seminggu.

7. Infeksi saluran napas. Infeksi saluran napas merupakan segala bentuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas (ISPA). Tak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran napas ini bisa saja terjadi pada bayi baru lahir (newborn).

8. Infeksi telinga tengah. Infeksi telinga tengah menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.

9. Sembelit. Biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan padat pertama. Waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.

10. Muntah. Muntah bisa terjadi karena bayi kekenyangan, terlalu banyak udara dalam lambung, dan sebagainya. Waspada bila bayi terus menerus muntah tanpa henti.

11. Diare. Virus yang biasa disebut rotavirus seringkali menjadi penyebab diare, di samping penyebab-penyebab lainnya. Ibu harus waspada jika diare disertai darah.

Sabtu, 30 Juli 2011

, , ,

Imunisasi Apa yang Diperlukan Bayi Usia 0 - 4 Bulan?


Imunisasi saat ini sudah menjadi hal yang wajib untuk diberikan kepada bayi Anda, apalagi pemerintah juga sangat mendukung dengan mencanangkan program pemberian imunisasi dasar lengkap secara gratis. Oleh karena itu agar kita semakin paham dan mengerti pentingnya imunisasi, silahkan simak artikel berikut ini ...

Mengapa anak perlu imunisasi?

Karena usia anak-anak merupakan usia paling rentan terhadap berbagai virus dan penyakit. Maka dari itu, sejak dini anak perlu mendapatkan kekebalan tubuh melalui pemberian vaksin atau imunisasi untuk menghindari si kecil dari penyakit yang mungkin dapat mengakibatkan cacat bahkan kematian.

Bagaimana proses kekebalan itu sendiri terjadi?

Pada dasarnya kekebalan pada seseorang terbentuk dalam dua cara, yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif. Pada kekebalan pasif, tubuh tidak membentuk sendiri kekebalan tubuhnya. Sedangkan pada kekebalan aktif, tubuh ikut berperan dalam membentuk kekebalan. Keduanya itu sendiri dapat berlangsung secara alami melalui dua cara, yaitu bawaan ataupun didapat dari luar.

Lalu, kekebalan seperti apa yang dimiliki bayi di bulan-bulan pertamanya?

Biasanya bayi usia 0 - 4 bulan, memiliki kekebalan pasif bawaan yang didapat pada zat antibodi yang diperoleh dari ibunya melalui plasenta. Karenanya, sampai usia 5 bulan, tubuh si kecil sanggup menahan serangan berbagai penyakit tertentu, seperti campak, difteri dan beberapa penyakit lainnya. Selain kekebalan pasif bawaan, si kecil juga bisa memperoleh kekebalan yang didapat melalui pemberian serum ke dalam tubuhnya, yang biasanya terjadi dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar 2 sampai 3 minggu. Serum ini biasanya diberikan untuk mencegah penyakit campak, tetanus dan lain-lain.

Lalu, bagaimana halnya dengan kekebalan aktif?

Kekebalan aktif juga bisa terjadi secara alami atau buatan. Keuntungannya, kekebalan aktif ini dapat berlangsung lama, meskipun baru dapat terbentuk 3 sampai 4 bulan setelah pemberian zat, karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk zat anti dalam kadar tertentu untuk dapat menolak penyakit.

Imunisasi apa yang diperlukan si kecil usia 0 - 4 bulan?

Pada usia ini, ada beberapa imunisasi yang perlu diberikan secara bertahap, yaitu BCG, DPT, Polio dan Hepatitis B.

Rabu, 27 Juli 2011

, , ,

Apa Sih yang Ada di Pikiran Bayi?


Anda mungkin pernah bertanya-tanya apa sih yang ada di dalam pikiran bayi Anda? Apakah sama dengan yang Anda pikirkan? Atau ia malah tidak berpikir apa-apa? Yah siapa yang tahu?

Ada kok yang tahu, adalah dokter Alison Gopnik, penulis dari buku The Philosophical Baby, yang mencoba belajar dan mengamati perkembangan bayi. Dan menurut penelitian yang dilakukan, sesuai dilansir oleh Redbookmag, Gopnik menemukan bahwa bayi dan balita bahkan lebih suka belajar dan memiliki pengalaman lebih banyak daripada kita yang telah dewasa.

Apakah benar si kecil sudah bisa berpikir seperti kita?

Secara kompleks sih tidak, namun menurut Gopnik, mereka sudah tahu bahwa manusia punya keinginan dan tujuan. Hal ini dijelaskan melalui tingkah laku bayi yang melihat pada suatu benda dan ingin Anda mengambilkannya untuknya.

"Michele tiba-tiba menunjuk-nunjuk boneka beruang yang dibelikan ayahnya, dan mengeluarkan suara 'eem...eem..' tandanya ia minta diambilkan boneka itu," Fanny, 29 tahun, ibu rumah tangga

Nah begitulah yang ditunjukkan si kecil, bahkan saat ia masih bayipun, ia bisa berpikir dan menginginkan sesuatu. Ia akan menyusun strategi supaya sesuatu itu sampai di tangannya. Dan karena fisiknya masih belum kuat, maka ia meminta kita yang mengambilkannya untuknya.

Kok ngomong sendiri? Apa dia sedang melihat hantu?

Bukan hantu yang dilihatnya tatkala dia senyum-senyum atau terbahak-bahak saat menatap tembok kamarnya. Namun di dalam benaknya ia berimajinasi tentang sosok orang yang menemaninya.

Sampai usia 4-5 tahun, mereka bahkan mempertahankan khayalannya itu, tetapi tahukah Anda bahwa mereka tahu itu hanya khayalan?

Anda mungkin berpikir itu adalah hantu nenek moyang atau apa, tetapi mereka tahu jelas bahwa itu hanya bayangan mereka saja.

Ribuan bintang layaknya ribuan pertanyaan di benak mereka

Anda mungkin jengkel tatkala si kecil mulai banyak bertanya, tetapi bahkan gadis cilik usia 3 tahun Anda memiliki rasa keingintahuan yang amat sangat besar sekali, bahkan melebihi para ilmuwan tatkala menemukan objek penelitian.

Tak heran jika tangannya yang usil menjelajah ke mana-mana saat ia sudah bisa merangkak. Ia juga ingin tahu bagaimana rasa benda yang ada di depannya, untuk itulah bayi suka menjilat benda-benda di sekelilingnya.

Anak Anda cerdas bukan? Ya, anak-anak sangat cerdas sekali, untuk itu berikan mereka perhatian, kasih sayang dan nutrisi yang cukup, mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa.

Minggu, 24 Juli 2011

10 Pertanyaan di Minggu Pertama Kelahiran Bayi

10 Pertanyaan di Minggu Pertama Kelahiran Bayi

Orangtua seringkali banyak dikhawatirkan oleh kondisi kesehatan bayi yang baru dilahirkan. Tidak semua pertanyaan itu bisa dijawab sendiri tapi kadang harus berkonsultasi ke dokter. Apa saja permasalahan yang muncul di minggu pertama kelahiran bayi?

Pertanyaan yang paling sering diajukan orangtua pada minggu pertama kelahiran bayi seperti dikutip dari WbMD, Senin (25/7/2011).

1. Bagaimana saya bisa melindungi bayi saya dari sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)?
Cara terbaik untuk melindungi bayi dari SIDS adalah untuk selalu menempatkan dia tidur telentang. Tingkat kematian SIDS menurun secara signifikan sejak American Academy of Pediatrics meluncurkan kampanye 'Back to Sleep'. Tanyakan kepada dokter mengenai langkah-langkah lain yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko tersebut.

2. Apakah bayi langsung mengenali saya, dan apa yang harus saya lakukan jika ia tidak mengenali?
Banyak orangtua khawatir jika mereka tidak mendapatkan perhatian pada pandangan pertama ketika bayi mereka baru saja lahir. Cobalah bersabar hingga ikatan itu mulai terbentuk. Pada permulaannya memang tidak mudah untuk Anda atau bayi Anda dan akan memakan waktu cukup lama untuk mengenal satu sama lain.

3. Kapankah bayi saya harus menjalani pemeriksaan fisik pertama setelah meninggalkan rumah sakit? Apa yang akan terjadi saat pemeriksaan pertama?
Kebanyakan dokter menjadwalkan pemeriksaan pertama pada usia 2 minggu, terutama untuk bayi pertama. Tanyakan tentang vaksin dan tes skrining awal yang akan diterima bayi Anda. Semua bayi yang baru lahir harus diperiksa dan mulai mendapat imunisasi rutin pada usia 2 bulan.

4. Bagaimanakah seharusnya merawat tali pusar bayi dan area sunat?
Dokter Anda dapat memberikan petunjuk rinci untuk merawat tali pusar bayi dan area sunat. Dokter juga dapat menyaranka apa yang harus diperhatikan mengenai infeksi.

5. Seberapa lama bayi saya akan tertidur, dan bagaimana saya bisa tahu jika ia tidur terlalu banyak?
Bayi yang baru lahir banyak tidur selama hari-hari awal mereka. Dokter Anda akan dapat memberitahu apa yang normal dan apakah Anda harus membangunkan bayi untuk memberi makan.

6. Seberapa sering bayi harus diberi makan, dan bagaimana saya mengatasi permasalahan menyusui?
Tanyakan dokter Anda atau staf rumah sakit untuk nama-nama konsultan laktasi sekadar berjaga-jaga apabila Anda memiliki masalah menyusui. Seorang konsultan ASI yang memenuhi persyaratan perawatan bayi baru lahir akan membantu Anda dan bayi Anda untuk memulai menyusui.

ASI adalah makanan yang sempurna untuk bayi yang baru lahir selama setidaknya enam bulan pertama kehidupannya. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI terus menerus setidaknya selama 12 bulan, dan setelah itu selama yang diinginkan ibu dan bayi. Manfaatnya adalah untuk melindungi bayi terhadap infeksi melalui transfer antibodi ibu yang tidak bisa dilakukan oleh susu formula.

7. Seberapa sering bayi pergi ke kamar mandi, dan bagaimana saya bisa tahu jika ada masalah?
Dokter dapat memberitahu Anda apa masalah yang harus diperhatikan.

8. Kapan dan seberapa sering saya harus memandikan bayi saya?
Tanyakan dokter ketika Anda harus memandikan bayi Anda untuk pertama kalinya dan tentang kebersihan dasar bayi. Jangan berlebihan, bayi baru lahir tidak memiliki kesempatan untuk menjadi sangat kotor. Mandi terlalu banyak dapat membuat iritasi kulit lembut.

9. Bagaimana saya bisa tahu apakah bayi saya mengalami ikterus (bayi kuning)? Apakah ada kondisi kesehatan lainnya yang harus diwaspadai?
Banyak bayi baru lahir mengalami ikterus ringan karena hati mereka tidak sepenuhnya berkembang. Tanyakan kepada dokter Anda tentang ikterus dan kondisi kesehatan bayi baru lahir.

10. Kapan saya harus menghubungi dokter?
Cari tahu apa gejala atau perilaku bayi yang Anda anggap tidak wajar lalu hubungi dokter.

Jumat, 22 Juli 2011

, , ,

Vaksin Hepatitis B Sebaiknya Sebelum Bayi Berusia 1 Minggu


Bayi umumnya menerima banyak imunisasi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dari berbagai penyakit. Tapi untuk vaksin hepatitis B sebaiknya diberikan sebelum bayi berusia 7 hari.

"Vaksin hepatitis B sebaiknya diberikan sebelum 7 hari, lebih baik lagi jika bisa diberikan dalam waktu 1 hari atau 12 jam," ujar dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Jumat (22/7/2011).

dr Soedjatmiko menuturkan begitu bayi dilahirkan dan dibersihkan darahnya, tempel di dada ibunya untuk mendapatkan imunisasi menyusu dini (IMD) lalu berikan vitamin K dan 3 jam kemudian berikan vaksin hepatitis B setidaknya maksimal hingga 7 hari.

"Hal ini untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anaknya, karena kadang seseorang tidak tahu jika ia memiliki hepatitis B," ujar dokter yang juga menjabat sebagai Satgas Imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Indonesia).

Dengan memberikan vaksin hepatitis B dalam waktu cepat setelah dilahirkan bisa membantu melindungi bayi dari virus yang sampai saat ini sulit disembuhkan. Virus hepatitis B ini biasanya menyebar melalui kontak darah atau cairan tubuh lainnya.

Virus hepatitis B sangat mudah menular dan dapat bertahan hidup selama 1 minggu hingga berbulan-bulan di luar tubuh. Salah satu penyebab penularannya adalah dari ibu penderita hepatitis B kepada bayinya saat dalam kandungan atau dilahirkan.

Vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan hepatitis B ini mengandung imunoglobulin HBV dan diulang sebanyak 3 kali yaitu saat bayi baru lahir, 3 bulan kemudian dan 6 bulan kemudian.

Penyakit hepatitis B bisa menjadi kronis pada dewasa sebesar 1-5 persen, anak-anak sebesar 50 persen dan bayi sebesar 90 persen. Jika penyakit ini ditemukan dalam tahap akut maka masih bisa disembuhkan, namun jika sudah kronis bisa menyebabkan fibrosis, serosis dan kanker hati.

Penderita hapatitis B kronis bisa saja terlihat sehat. Hal ini karena sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis B tidak menunjukkan gejala papun. Kalaupun ada gejala yang muncul kebanyakan orang tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terinfeksi hepatitis B.
, , ,

6 Cara Agar Bayi Aman Sejak Hari Pertama di Rumah


Setelah buah hati lahir ke dunia, hidup Anda sekeluarga menjadi lebih semarak. Mengingat sebagian besar kehidupannya akan dihabiskan di rumah, tentu Anda ingin memastikan bahwa semua ruangan serta sudut selalu dalam kondisi bersih dan juga aman untuk tumbuh-kembangnya yang begitu pesat. Inilah hal-hal yang perlu Anda cermati keamanannya.

1. Memasang car seat

Saat menempatkannya di kursi khusus anak-anak di mobil, perhatikan posisi tali pengamannya. Pastikan tali berada di area pinggul dan bahu, sementara klip pengaman yang berada di area dada sejajar dengan garis ketiaknya.

2. Menidurkan bayi
Posisi tidur yang paling baik adalah telentang. Singkirkan barang-barang yang membuat boks tempat tidurnya jadi terlalu penuh dan sempit, seperti tumpukan selimut, bantal, atau mainan.

3. Meletakkan bayi di kursi tinggi atau kereta dorong
Meski Anda sangat yakin sang bayi sudah aman, tetaplah mematuhi aturan untuk menggunakan tali pengaman. Terutama bila dia berada pada posisi yang tinggi dan jauh dari lantai. Hindari juga meninggalkannya tanpa pengawasan, bahkan di kala Anda sudah mengikatkan tali pengaman.

4. Membersihkan rumah
Memiliki bayi membuat Anda harus dua kali lebih teliti saat membersihkan rumah. Awasi agar tidak ada benda-benda kecil yang berserakan yang mungkin dapat tertelan oleh bayi. Inspeksi juga celah-celah sempit di antara sofa dan lemari untuk memastikan tidak ada koin, baterai, atau kertas tisu yang tercecer di sana. Selain itu, jangan pernah biarkan anak makan tanpa diawasi.

5. Memandikan bayi
Saat bayi mulai semakin besar, dia akan semakin gemar bermain di bak mandi. Pastikan selalu ada orang dewasa yang mengawasinya di dalam bak mandi dan tidak meninggalkannya untuk alasan apa pun juga. Bayi dan anak-anak dapat tercelup ke dalam bak mandi dalam hitungan detik. Jadi, jangan longgarkan pengawasan.

6. Interaksi dengan anjing
Punya anjing di rumah? Hindari meninggalkan bayi bermain-main bersama anjing tanpa diawasi oleh orang dewasa. Sebaik apa pun anjing Anda, tindak-tanduknya tidak dapat diprediksikan. Jangan sampai pada akhirnya anak Anda digigit anjing karena mencoba menarik ekornya.