Tampilkan postingan dengan label Posisi Tidur Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posisi Tidur Bayi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

, ,

Tips Agar Bayi Aman Saat Tidur



Saat tidur bayi nampak begitu damai, namun jangan terbuai hingga mengabaikan keselamatannya.

Kebiasaan manusia dewasa tentu tidak bisa diterapkan pada bayi. Seringkali ini dilupakan oleh para ibu, padahal akibatnya bisa fatal. Kita biasa tidur dengan memakai selimut, bergulung-gulung sesuka hati dan juga makan sebelum tidur. Apakah ini juga aman untuk bayi? Berikut beberapa hal tentang tidur yang perlu Anda ketahui.

Baju hangat, bukan selimut

Jangan pakaikan selimut pada bayi karena bisa menutupi wajahnya atau membelit tubuh sehingga bisa membuat bayi Anda sulit bernafas. Sebagai gantinya, pakaikan baju hangat yang memadai untuk bayi Anda atau gunakan kantong tidur bayi.

Posisikan telentang

Bayi umumnya suka berguling dalam tidur dan tidur tengkurap. Beberapa orang tua juga suka menidurkan tengkurap untuk alasan pertumbuhan rambut bayi, namun hal ini berbahaya. Jika bayi berguling sendiri, itu tidak apa-apa, namun jangan dengan sengaja ditengkurapkan. Tidurkan bayi dalam posisi telentang, atau jika harus tidur tengkurap untuk tujuan tertentu, pastikan Anda mengawasinya dan jangan terlalu lama.

Pilih ranjang yang benar

Saat ini banyak produk bayi berharga murah, namun tidak benar-benar memedulikan faktor keamanan. Pilih tempat tidur yang kokoh, jika rakitan, maka pastikan penguncinya rapat dan kuat, tidak ada ukiran atau ornamen yang bisa membuat bayi terantuk, dan sebisa mungkin pilih yang berwarna lembut.

Pilih matras yang tepat

Kemudian pastikan matrasnya tidak terlalu empuk dan juga tidak terlalu keras. Ukuran matras juga harus pas benar dengan ranjang agar tidak ada celah yang membahayakan bayi. Ukuran matras yang lebih kecil akan bergeser ketika bayi Anda bergerak sehingga bisa mengakibatkan kepala bayi terbentur.

Jangan beri botol dalam susu

Kebiasaan bayi adalah minum susu dari botol sebelum tidur, sembari menunggu kantuk datang menjemput. Namun bayi bisa tersedak dan susu tersebut bisa tumpah mengalir memasuki hidungnya. Biasakan untuk minum susu atau makan dengan baik, kemudian biarkan sejenak sebelum menidurkan bayi. Jika bayi kenyang, maka dia akan mudah tertidur walaupun tidak minum susu dari botol dotnya saat tiduran.

Rabu, 10 Agustus 2011

, ,

Agar Bayi Merasa Nyaman Saat Tidur



Tidur adalah bagian penting dalam keseharian bayi. Saat tidur, ia terus tumbuh dan berkembang. Orangtua sebaiknya terus menjaga kondisi dan keamanan lingkungan si bayi agar ia bisa tidur dengan aman dan nyaman. Berikut ini langkah-langkah menciptakan lingkungan sekitar yang aman untuk bayi.

1. Di ranjang khusus bayi
Jika Anda menempatkan bayi dalam ranjang khusus bayi, sebaiknya upayakan matras yang digunakan dalam keadaan baru. Jika matras yang ada merupakan pinjaman atau hibah, pastikan dengan teliti kebersihannya, dalam keadaan kering, bebas dari retak atau sobekan. Cek pula kekerasannya, jangan sampai ada cekungan yang artinya tidak menyokong kujur bayi dengan sempurna. Jangan sampai ada sisa ruang antara matras dengan pinggiran tempat tidur. Matras berventilasi dengan lubang tidak disarankan, karena sulit untuk dijaga kebersihannya. Jangan mencoba menaruh bayi tertidur pada bantal orang dewasa, kasur dari biji-bijian, kasur air, atau sofa.

2. Temperatur
Suhu ruangan untuk bayi tidur adalah antara 16-20 derajat Celsius. Untuk kebanyakan kita, suhu tersebut mungkin akan terasa dingin, tetapi riset membuktikan bahwa suhu tersebut aman untuk bayi dan membuatnya nyaman untuk tidur. Untuk melihat apakah si bayi dalam keadaan panas atau dingin, coba rasakan suhu tubuhnya pada perut atau leher, jangan bagian kaki atau tangannya, karena pada bagian tersebut, umumnya tubuh bayi dalam keadaan lebih dingin.

3. Posisi
Posisi terbaik yang disarankan untuk bayi tertidur adalah telentang, tidak tengkurap atau menyamping. Sebaiknya selimut tidak melebihi batas dada dan dieratkan pada sisi tempat tidur dengan erat untuk memastikan si bayi tidak bergerak ke arah yang berbahaya atau membuat selimutnya menutupi wajahnya. Jauhkan tempat tidur bayi dari sinar matahari.

4. Perlengkapan tidur
Bayi di bawah 1 tahun tidak disarankan untuk menggunakan bantal. Lebih aman untuk menggunakan seprai lapisan selimut dari bahan katun. Selimut ringan terbuat dari bahan katun atau tambahan pakaian adalah hal-hal yang bisa Anda gunakan untuk menambah kehangatan bayi saat ia kedinginan, pastikan si bayi tidak dalam keadaan terlalu panas.

5. Bersama orangtua
Sebagian orangtua memilih mengajak anaknya tidur satu ranjang. Namun, yang lebih disarankan untuk bayi hingga 6 bulan adalah ia tidur di ranjang khusus bayi di ruangan yang sama dengan Anda.

Sebaiknya hindari tidur satu ranjang dengan Anda bila:
* Salah satu atau kedua orangtua adalah perokok (meski tidak merokok di rumah).
* Salah satu atau kedua orangtua baru saja minum alkohol atau baru saja minum obat yang bisa menyebabkan kantuk.
* Satu atau kedua orangtua sangat lelah.
* Bayi lahir dengan kondisi prematur dan berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg).
* Bayi masih berusia di bawah 3 bulan.

Jika Anda tetap memilih si bayi tidur di ranjang bersama Anda, pastikan ia jauh dari bahaya terguling jatuh, terjepit, tercekik, atau terperangkap antara matras dan tembok.

Minggu, 07 Agustus 2011

, , ,

Sleep Apnea, Apa Itu?



Sleep apnea yang dikenal sebagai henti napas saat tidur, merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan mendengkur dan rasa kantuk berlebihan. Pada orang dewasa, sleep apnea menjadi penyebab hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hingga strokes. Sleep apnea pada anak mengganggu tumbuh kembangnya.

Pada anak yang sedang tidur mendengkur, saat dengkuran menghilang, anak tampak merasa sesak seolah tercekik. Sebenarnya, saat itu yang terjadi adalah penyempitan jalan nafas yang mengakibatkan udara tidak bisa masuk dan keluar. Akibat oksigen yang merosot dan kadar karbondioksida yang banyak, anak akan terbangun disertai suara hentakan keras seolah nafas baru terbebas.

Episode bangun ini disebut episode bangun mikro, karena walau gelombang otak terbangun, tetapi anak tidak terjaga. Ini akan terus berulang sepanjang malam hingga mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, kualitas tidur anak akan berkurang dan justru anak akan menjadi lebih aktif secara fisik.

Cukup tidur memang penting untuk bayi dan balita. Saat tidur, otak memproses memori dan pengetahuan baru. Tidak hanya itu, otot, kulit, sistem jantung, pembuluh darah, tulang, dan metabolisme tubuh juga mengalami pertumbuhan pesat saat bayi anda terlelap karena saat tidur, tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan lebih banyak dibanding saat dia terjaga. Anak yang kurang tidur akan rewel karena untuk melawan rasa kantuknya anak justru semakin aktif. Efek samping kurang tidur pada anak berpengaruh pada banyak hal.

Fisik
Karena banyak hormon pertumbuhan dikeluarkan optimal pada saat tidur, maka kurang tidur akibat sleep apnea bisa membuat pertumbuhan fisik anak terganggu.

Kognitif
Tidur mimpi berperan dalam perkembangan kognitif dan emosional anak. Ketika anak bermimpi, kemampuan otaknya berkembang. Tidur mimpi biasanya ditandai dengan gerak cepat bola mata atau REM (Rapid Eye Movement). Anak yang menderita sleep apnea, perkembangan otaknya akan terganggu dan potensi yang seharusnya berkembang akan hilang selamanya.

Gerak
Kondisi kurang tidur pada anak dapat mengganggu perkembangan saraf dan otot-ototnya. Pada anak yang menderita gangguan tidur, gerak motorik kasar lebih berkembang dibanding gerak motorik halusnya.

Mental dan Emosional
Anak yang kurang tidur lebih mudah rewel dan anak, serta tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan orangtuanya.

Kamis, 21 Juli 2011

,

Posisi Tidur Bayi yang Aman


Mungkin Anda gemas jika melihat ia tidur di tengah-tengah boneka yang lucu-lucu. Ia terlihat bagaikan malaikat termanis di antara peri-peri penuh bulu yang menggemaskan. Namun sebenarnya tidur dengan dikelilingi boneka penuh bulu itu tak sehat lho.

Posisi tidur demikian akan membuat bayi sulit bernafas, mudah merasa gerah, dan tidur tidak nyenyak. Akibatnya ia akan mudah rewel dan membangunkan Anda di tengah malam. Belum lagi bulu-bulu boneka yang bisa kapan saja terbang masuk ke mulut atau hidungnya, bulu ini akan sangat berbahaya bila masuk ke saluran pernafasan. Jika sulit bernafas, bayi terancam SIDS atau dikenal dengan Sudden Infant Death Syndrome, sebuah kematian mendadak.

Selain itu, para peneliti juga tidak menganjurkan bayi tidur tengkurap. Seperti dikutip dari parenttime.com, bayi yang gemar tidur tengkurap punya potensi lebih terkena SIDS.

Pada posisi tengkurap, perut bayi akan menopang tubuhnya, paru-paru akan sulit bekerja maksimal karena ia harus terjepit di antara tubuh dan kasur. Pernafasan kemudian mulai terganggu dan kesulitan nafas menjadi potensi utama kematian.

Memang terlihat menggemaskan apabila ia tidur nyenyak di posisi tengkurap, namun Anda harus lebih mempertimbangkan bahaya ketimbang kelucuannya.

Para ahli menyarankan untuk membalik posisi bayi yang gemar tidur tengkurap. Telentangkan si kecil, atau beri guling di kedua sisi. Apabila pernafasannya lancar, maka tidurnya akan lebih nyenyak dan bayi akan lebih sehat.