Tampilkan postingan dengan label Ruam Popok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruam Popok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2011

,

6 Kebiasaan Pemicu Ruam Popok


Kulit bayi yang sensitif membutuhkan perawatan yang tepat. Sejumlah kebiasaan di rumah kerapkali menyebabkan berbagai masalah kulit pada bayi, mulai iritasi ringan hingga terinfeksi jamur dan bakteri, termasuk masalah ruam popok yang dialami satu dari tiga bayi di Indonesia.

"Ruam popok disebabkan infeksi jamur dan bakteri. Bayi yang menggunakan popok kain maupun popok sekali pakai bisa mengalami ruam popok jika terinfeksi jamur dan bakteri akibat kebiasaan yang salah. Hal itu terutama karena kebersihan di area yang ditutupi popok tidak terjaga dengan baik. Jamur tumbuh tidak normal jika kebersihan di area yang ditutupi popok tidak terjaga," ujar dr Stephani Dewi dari Jansen-Cilag, saat talkshow di acara "Family Health Expo" diadakan Tabloid Gaya Hidup Sehat di Atrium Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (9/7/2011).

Sejumlah kebiasaan salah yang memicu ruam popok di antaranya:

1. Asal membersihkan. Tak terjaganya kebersihan memengaruhi tumbuhnya jamur dan bakteri di area yang ditutupi popok. Pastikan Anda membersihkan dengan sempurna area yang ditutupi popok dari urine maupun setelah bayi buang air besar. Jangan asal membuang atau mengganti popok. Pastikan area yang ditutupi popok bersih dari kotoran.

2. Lalai ganti popok.
Tak perlu menunggu popok penuh untuk menggantinya dengan yang baru. Saat bayi rewel atau menangis, jangan hanya berpikir ia sedang lapar atau haus. Cek juga popoknya. Bisa jadi ia sudah tak nyaman dengan popok yang basah atau penuh.

3. Lembab dan basah
. Sebelum memakaikan popok baru, pastikan area yang ditutupi popok kering. Setiap kali sehabis mandi, atau seusai membersihkan area yang ditutupi popok, pastikan area ini benar-benar kering. Jika area ini masih basah, atau bahkan lembab sekalipun, jangan langsung memakaikan popok.

4. Pakai tisu basah. Tisu basah memang praktis, terutama saat sedang bepergian bersama bayi. Jika harus menggunakan tisu basah untuk membersihkan area yang ditutupi popok, sebaiknya lap sampai kering setelahnya.

"Pada bayi yang kulitnya lebih sensitif, tisu basah menyebabkan alergi. Kalaupun menggunakan tisu basah, pastikan mengelap kering setelahnya agar area yang ditutupi popok tidak basah dan lembab," ujarnya.

5. Mencuci popok kain dengan pewangi dan pelembut pakaian. Khusus pengguna popok kain, sebaiknya hindari penggunaan pewangi atau pelembut pakaian saat mencuci popok kain.

"Hindari mencuci popok kain menggunakan pewangi dan pelembut pakaian. Pewangi dan pelembut pakaian bisa menyebabkan alergi pada kulit bayi yang sensitif," katanya.

6. Bedak menggumpal. Pemakaian bedak terlalu tebal di area yang ditutupi popok bisa memicu ruam popok. Apalagi, jika bedak ini bercampur dengan air dan menggumpal. Penggumpalan bedak ini memengaruhi kelembaban kulit bayi. Sebaiknya, gunakan bedak tipis-tipis pada kulit bayi dengan cara menepuk-nepuk saja.

"Menggunakan bedak dengan cara menggesek kulit bayi bisa menyebabkan iritasi. Iritasi pada kulit bayi ini menjadi cikal-bakal infeksi jamur dan bakteri, termasuk menyebabkan ruam popok," tutur dr Stephani
, ,

Tindakan Dini Atasi Ruam Popok


Perawatan kulit bayi yang keliru menyebabkan terjadinya infeksi jamur dan bakteri pada area yang ditutup popok. Inilah sebab ruam popok sering kali terjadi berulang. Begitu kulit bayi mengalami iritasi, segera lakukan tindakan dini.

Tanda kemerahan pada area yang ditutupi popok dan bayi rewel karena iritasi kulit yang bikin gatal bisa menjadi pertanda terjadinya ruam popok. Jika bayi Anda mengalami hal ini, segera periksa kulit di area yang ditutupi popok tersebut. Ruam popok bisa berawal dari iritasi kulit yang kemudian memicu infeksi jamur dan bakteri. Segera atasi iritasi kulit pada bayi untuk menghindari risiko lebih lanjut dari ruam popok.

"Jika kulit bayi pada area yang ditutupi popok mengalami iritasi, bisa dikatakan 70 persen kemungkinan kulit bayi juga terinfeksi jamur dan bakteri, atau mengalami ruam popok," ujar dr Stephani Dewi dari Jansen-Cilag, kepada Kompas Female di sela acara "Family Health Expo" yang diadakan Tabloid Gaya Hidup Sehat, di Atrium Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (9/7/2011).

Rendam dengan hangat
Jika kulit bayi di area yang ditutupi popok mengalami iritasi, tindakan yang bisa Anda lakukan di rumah adalah merendam area tersebut dengan air hangat selama 10-15 menit, dua kali dalam sehari.

"Iritasi biasa bisa diatasi dengan merendam area yang ditutupi popok dengan air hangat. Saat mandi pagi dan sore hari, rendam area tersebut di air hangat selama 10-15 menit. Lihat perkembangannya dalam tiga hari. Jika tidak mengalami perubahan, artinya kulit bayi sudah terinfeksi jamur dan bakteri atau mengalami ruam popok," kata dr Stephani.

Selanjutnya, Anda bisa memberikan obat atau krim untuk mengatasi ruam popok yang banyak tersedia di apotek. Namun, jika dalam 2-3 hari ruam popok tak juga membaik dengan cara ini, sebaiknya segera temui dokter.

"Sebaiknya, begitu bayi positif terdeteksi ruam popok, langsung saja temui dokter. Pengobatan yang tepat bisa mengurangi rasa gatal, bayi juga berkurang rewelnya, meski ruam popok tak langsung hilang," saran dr Stephani.

Ruam popok biasanya banyak dialami bayi usia 9-12 bulan, terutama saat bayi mulai mengasup makanan padat pendamping ASI. Perubahan pola makan memengaruhi pola pencernaan bayi. Biasanya bayi mengalami diare. Nah, perawatan kulit bayi yang tak higienis dan kebiasaan yang salah menjadi sebab utama ruam popok pada bayi.

Meski demikian, ruam popok juga bisa dialami balita yang masih menggunakan popok, baik popok kain maupun popok sekali pakai. Jadi, pastikan area kulit yang ditutup popok terjaga kebersihan dan tingkat kelembabannya.

Jumat, 22 Juli 2011

, ,

Mengatasi Ruam Popok


Anak ibu sering menangis karena sebab yang tidak jelas? Apa dia sering memegang / menggaruk pantatnya? Waspada, mungkin si kecil terkena ruam popok!

Ruam popok adalah peradangan yang terjadi akibat penggunaan popok yang kurang benar. Popok biasanya terlalu ketat, terlalu lembab, terlalu panas atau kurang terjaga kebersihannya. Kulit bayi di daerah pantat dan pangkal paha menjadi merah-merah. Tak jarang rasa gatal yang hebat juga menyerang dan mengakibatkan adanya lecet-lecet pada bagian kulit yang terkena peradangan.

Ruam popok yang mengakibatkan rasa gatal pada si kecil akan menjadikannya mudah rewel. Ini lah salah satu sebab bayi anda sering menangis dan walau sudah anda periksa semua sebab dia menangis (lapar, perlu diganti popok, bosan dll) si kecil akan tetap menangis karena rasa gatal dan perih (jika sudah lecet)

Untuk menghindari terjadinya peradangan, sebaiknya popok yang kotor/basah karena urin/pup segera diganti. Produk diaper yang mengakibatkan si kecil alergi juga harus dihindari. Untuk itu selalu kenali produk diaper yang menyebabkan terjadinya peradangan bagi si kecil. Ganti diaper tersebut dengan produk lain yang tidak mengakibatkan peradangan bila perlu.

sumber : Bayi dan Ruam Popok