Tampilkan postingan dengan label Makanan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Bayi. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2011

,

Daftar Makanan Ini Pantang Bagi Bayi



Setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk buah hatinya. Dan, menyiapkan makanan sendiri merupakan salah satunya.

Dalam menyiapkan makanan untuk buah hati, harus kita ingat bahwa pola makan bayi tidaklah sama dengan orang dewasa. Beberapa bahan makanan yang biasa bagi orang dewasa, ternyata bisa menyebabkan alergi, masalah pencernaan, keracunan, hingga membuat bayi tersedak. Dan, mayoritas deretan bahan makanan berikut ini harus dihindari hingga usia anak mencapai angka minimal 1 tahun.

Alergi

1. Putih telur, protein telur seperti ovalbumin dan ovomucoid bisa menjadi ancaman bagi buah hati.

2. Susu sapi, kandungan proteinnya membuat sistem imun bayi 'berpikir' bahan tersebut adalah berbahaya, sehingga terjadi perlawanan. Alergi susu merupakan salah satu alergi paling umum yang terjadi pada bayi.

3. Cokelat

4. Kerang dan ikan, orang dewasa saja ada yang alergi, apalagi anak-anak.

5. Susu kedelai, kebanyakan bayi yang alergi susu kedelai juga alergi terhadap susu sapi.

6. Strawberry dan tomat, bisa menyebabkan ruam. Lagipula tingkat keasamannya terlalu tinggi untuk sistem imun bayi.

7. Jagung.

Masalah pencernaan

1. Produk gandum, gluten, dan ragi merupakan beberapa makanan yang sulit dicerna oleh bayi. Bahkan produk tersebut bisa juga menimbulkan alergi.

2. Keluarga jeruk, terutama jeruk dan nanas yang terlalu asam untuk sistem pencernaan bayi.

3. Jagung ternyata juga bisa menimbulkan masalah dalam sistem cernanya, karena bisa membuat perut bayi kembung dan kram. Hal ini dikarenakan serat jagung tidak larut dalam air, sehingga bayi bisa kena diare.

Madu

Madu memang bisa menjadi pemanis alami, namun madu mengandung spora bakteri yang memproduksi bakteri Clostridium botulinum. Jika bayi mengonsumsi madu, maka bayi bisa keracunan.

Tersedak

Makanan lain yang bisa menyebabkan bayi tersedak antara lain seperti potongan buah, sayur, dan daging, buah ceri, popcorn, kacang-kacangan, biji-bijian, dan kismis.

Ada baiknya sebelum memberikan daftar makanan di atas, ibu hendaknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Jumat, 29 Juli 2011

, ,

Panduan Makan yang Aman Untuk Bayi


Makanan dan cara makan yang sepertinya biasa saja, bisa jadi berbahaya untuk bayi Anda.

Ketika bayi mulai bisa makan makanan semi-solid, Anda harus waspada akan kemungkinan bayi tersedak dan juga mengalami alergi makanan. Pada orang dewasa, tersedak makanan sepertinya biasa saja, tapi pada bayi ini bisa menyebabkan kematian bahkan oleh makanan yang semi-padat sekalipun. Untuk menghindari risiko mematikan pada bayi akibat makanan, berikut ini panduannya.

1. Jangan biarkan bayi seorang diri dengan makanan. Tetap perhatikan bayi Anda saat makan dan pelajari bagaimana menangani bayi tersedak sedini mungkin.

2. Hindari memberi kacang, stik biskuit, keripik, anggur, sosis dan makanan lain yang bisa menyebabkan bayi tersedak. Bayi hanya boleh diberi makan dalam bentuk gilingan lembut atau makanan yang mudah larut di mulut bayi.

3. Jangan beri madu sebelum 18 bulan. Madu adalah perantara Clostridium botulinum dan tidak bisa hilang oleh pemanasan. Racun botulinum bisa menyebabkan kelumpuhan dan masalah pernafasan pada bayi.

4. Hati-hati dengan riwayat alergi keluarga. Jika ada anggota keluarga yang alergi terhadap makanan tertentu, maka ada kemungkinan bayi Anda juga alergi. Diperlukan konsultasi dengan dokter anak untuk hal ini.

5. Jangan simpan sisa makanan bayi. Buat makanan dalam jumlah secukupnya, dan jika berlebihan harus dibuang karena setelah terkena air liur dan udara luar, makanan tersebut bisa terkontaminasi bakteri.

6. Jangan gunakan microwave untuk memanaskan makanan. Walaupun diaduk-aduk, panas dari microwave tahan lama dan bisa tersimpan dalam gumpalan-gumpalan makanan. Jika tidak diturunkan suhunya dengan baik, panas microwave bisa melukai mulut bayi Anda.

7. Jangan kurangi jumlah lemak pada makanannya. Bayi masih membutuhkan lemak untuk perkembangan tubuhnya, jadi jangan pilih makanan yang low fat atau reduce fat.

8. Jangan menaruh sereal atau bubur semi solid di botol bayi. Cara makan yang demikian membuat bayi lebih mudah tersedak dan tidak baik untuk pertumbuhan gigi bayi.

9. Jangan memberi makanan bayi saat di mobil. Guncangan saat berkendara, bahkan guncangan yang kecil saja bisa menyebabkan bayi tersedak. Jika harus memberinya, Anda harus memerhatikan saat dia makan.

10. Hati-hati dengan makanan yang lengket di gigi/gusi. Makanan bayi banyak yang kental dan lengket, jangan lupa seka gusi dan giginya dengan kain basah hingga dia cukup umur untuk menggosok gigi.

Kamis, 28 Juli 2011

, ,

Cara Mengenalkan Makanan Padat pada Bayi


Mengubah kebiasaan makan bayi dari usia 0 - 6 bulan hingga 1 tahun butuh kreativitas ibu. Menurut Dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, MS, peran ibu dimulai saat bayi mulai dikenalkan dengan makanan padat peralihan dari susu.

"Pengenalan bisa dimulai saat bayi berumur enam bulan. Jika terlambat nantinya anak tidak bisa mengunyah sempurna, dan dia akan ngemut ketika makan. Problemnya adalah ibu biasanya kurang telaten dalam mengenalkan makanan," papar dr Fiastuti dalam konferensi pers "100 % Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan oleh MeadJohnson di Jakarta, beberapa waktu lalu. Padahal, kata dr Fiastuti, kemampuan mengunyah baik untuk stimulasi otot leher.

Untuk mengenalkan makanan padat untuk bayi Anda bisa mencoba beberapa trik berikut:

Berikan makanan tanpa rasa (plain)
Sebaiknya kenalkan anak sejak dini dengan rasa yang plain. Kurangi gula, garam, atau berikan susu tawar (bukan vanila apalagi cokelat). Jika sejak bayi anak dibiasakan makan makanan dengan variasi rasa, ketika balita anak akan cepat bosan dengan makanan. Sebaliknya, jika rasa plain yang dikenalkan pertama kali, begitu balita anak mulai menikmati makanan manis atau asin yang kemudian membuatnya lebih lahap makan. Terlalu sering memberikan makanan manis akan menyebabkan anak menjadi terlalu aktif. Jangan heran kalau anak masih senang dengan mainannya meski jam tidur sudah tiba.

Variasi menu yang cocok untuk anak
Biasanya demi kepraktisan, masakan dibuat seragam untuk dikonsumsi orangtua maupun anak-anak. Misalnya, Anda menyiapkan sayur bening dan perkedel jagung untuk makan siang, dan memberikan menu tersebut untuk si kecil. Cara ini menyulitkan bagi batita yang sedang belajar makanan barunya. Berikan variasi menu yang cocok untuk batita, dan bukan makanan orang dewasa.

Potong kecil-kecil
Dalam menyajikan makanan, sesuaikan dengan si anak. Jika Anda membuatkan roti isi, potong ukuran kecil dengan tampilan yang dekoratif. Buat anak melirik makanan, dan siap menyantapnya. Dengan begitu, mulut kecilnya bisa mengunyah perlahan, dan sajiannya pun membuat mereka senang makan.

Jangan campur makanan dengan air
Seberapa sering Anda mencampur nasi dengan sup untuk makanan si kecil? Cara ini ternyata tidak membantu anak untuk menghabiskan makanannya, apalagi jika anak butuh waktu lama untuk makan. Campuran nasi dengan sup membuat anak cepat kenyang karena makanan lebih padat. Jangan heran jika tiga kali suap, anak sudah tak nafsu makan.

Kombinasikan karbohidrat, protein, dan lemak
Asupan gizi dalam makanan harus diberikan bertahap. Tak perlu khawatir berlebihan jika komposisi makanan belum sempurna. Pastikan saja dalam setiap makanan anak mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, dengan komposisi karbohidrat lebih besar (2/3 dari porsi makanan). Ukuran untuk melihat sejauh mana asupan gizi terpenuhi sederhana, berat badan harus sesuai usia. Anak dengan berat badan kurang bisa dikatakan kurang gizi, begitupun yang kelebihan berat badan. Namun, hal ini kembali kepada usia anak. Dr Fiastuti mengatakan ada rumusannya mengenai hitungan gizi, tapi sederhananya tiap tahun berat badan anak seharusnya naik sekitar 2 kg.

sumber : Trik Mengenalkan Makanan Padat pada Bayi