Tampilkan postingan dengan label Baju Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baju Bayi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

,

Cara Aman Mencuci Pakaian Bayi



Perawatan baju bayi membutuhkan perhatian ekstra. Selain harus bersih, bahan pencucinya pun harus ramah bagi kulit bayi yang masih sensitif. Praktekkan cara dan langkah mencuci pakaian bayi berikut ini:

* Cuci pakaian baru sebelum dipakai. Anda takkan tahu berapa lama baju tersebut dipajang di toko. Untuk itu, cuci lah setiap pakaian yang baru dibeli untuk menjaganya lebih steril.

* Pilih deterjen yang aman. Waspadai jika bayi menunjukkan tanda-tanda alergi setelah mengenakan pakaian yang baru saja dicuci. Penyebabnya bisa jadi deterjen yang digunakan. Hentikan pemakaian deterjen tersebut dan segera konsultasikan kondisi si kecil ke dokter.

* Hindari pemutih dan deterjen yang menggunakan pemutih. Bahan kimia dalam pemutih pakaian bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Bahkan pada kasus yang lebih parah dapat menyebabkan penyakit kulit.

* Pilih pelembut pakaian yang aman. Pelembut menjadikan pakaian lebih nyaman dipakai. Produk-produk ini umumnya akan mencantumkan tulisan  "Aman untuk bayi" pada kemasannya.

* Atur temperatur paling rendah di mesin cuci saat mengeringkan pakaian bayi agar baju-baju tidak menyusut.

Langkah mencuci:
1. Pisahkan pakaian, popok, celana yang ada sisa kotoran dengan yang hanya sekadar kotor.
2. Bersihkan sisa kotoran buang air besar dengan air keran yang mengalir.
3. Kucek dengan sabun untuk menghilangkan sisa kotoran buang air besar pada celana atau popok.
4. Rendam pakaian bayi di air biasa minimal 15 menit. Khusus untuk yang terkena noda dan susah hilang, rendam 30 menit.
5. Bilas dan kucek baju bayi dengan air bersih.
6. Rendam lagi pakaian bayi dengan deterjen yang aman, dan kucek setelah direndam.
7. Bilas pakaian 2-3 kali dengan air mengalir atau air di ember.
8. Rendam dengan pelembut yang aman bagi kulit bayi selama 10 menit. Keringkan dengan pengering khusus pakaian atau jemur di panas matahari.

Senin, 01 Agustus 2011

,

Tip Membeli Baju Bayi


Hindari membeli baju bayi hanya karena modenya trendi. Untuk bayi, utamakan memilih baju yang nyaman untuknya. Teliti sebelum membeli-perhatikan bahan, ukuran, disain dan hiasan-hisaan yang bisa jadi tak aman untuk bayi.
  • Jangan membeli baju dari bahan sintetis seperti nilon dan polyester. Karena bahan-bahan tersebut tidak mudah menyerap keringat. Akibatnya bayi berkeringat berlebihan. Jika pori-pori kulitnya tersumbat, keringat akan merembes ke kulit di dekatnya. Kondisi inilah yang memicu timbulnya biang keringat. Sebaiknya pilih bahan yang terbuat dari katun Karena mudah menyerap keringat.
  • Jangan membeli mode baju yang terlalu ‘pas’ di badan meski Anda jatuh cinta pada modelnya. Misalnya, model baju yang pas di bagian leher, ketiak, lengan, perut dan selangkangan. Karena kulit bayi masih tipis, belum sempurna, belum ada lapisan lemak tebal sepetti orang dewasa. Bahkan hingga usia 1 tahun, lapisan kulit terluarnya (epidermis) 20-30 persen lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Sehingga, ketika tergesek, kulit mereka gampang luka dan iritasi. Selain itu, baju yang sempit akan membuat bayi sulit bergerak.
  • Jangan memilih baju yang berkancing besar di bagian belakang, atau kancing dari bahan logam. Karena sampai usia 3 bulan bayi belum data tengkurap. Ia masih berada dalam posisi telentang sehingga bila kancing baju terlalu besar, dapat menyakiti tubuhnya. Sebaiknya pilih baju yang memiliki kancing di depan karena mudah dikancingkan, tidak melukai bayi dan tidak perlu melewati kepala bayi. Ini berkaitan dengan kepala bayi yang masih lemah.
  • Jangan memilih baju berkerah tebal dan kaku yang dapat membuat kulit leher bayi gatal-gatal. Karena baju model seperti itu bila dipakai di udara tropis dapat menyebabkan bayi berkeringat berlebihan dan memicu biang keringat. Baju model ini boleh saja dipakai di udara dingin karena membuatnya hangat.
  • Jangan memilih mode baju penuh kerutan (smock) di bagian dada. Karena jika terlalu rapat atau sempit, smock dapat menekan bagian dada bayi sehingga ia sesak napas. Sebenarnya, baju model smock sah-sah saja untuk bayi, namun perhatikan apakah smock itu terlalu rapat dan sempit di badan bayi atau tidak. Sebaiknya pilih model smock yang agak longgar di dada.
  • Jangan memilih baju dengan karet elastis di bagian pinggang, lengan, paha dan pergelangan tangan yang terlalu ketat. Karena selain bisa berbekas di kulit bayi dan menyakitkan, juga dapat mengganggu aliran darah bayi.
  • Jangan memilih baju dengan aksesori kancing, tapi, pita, mote, payet. Karena mulai bayi senang berekplorasi dengan tangannya. Ia akan mencoba memegang sesuatu kemudian mengenalinya dengan masukan ke dalam mulut. Bila payet, mote atau kancing terlepas dan tercecer, bukan tak mungkin tertelan olehnya.