Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2014

,

Bagusan diasuh Ibu atau nenek ?

 

Tak perlu khawatir jika pola asuh Anda dan kakek nenek Si Kecil cenderung berbeda. Hal ini justru dapat menjadi stimulasi emosi yang berguna untuk perkembangan buah hati. Masalah perbedaan cara asuh memang lumrah terjadi. Ada kalanya, orangtua yang mencoba mendidik anak untuk disiplin harus berkompromi dengan sikap Sang Nenek yang justru ingin memanjakan cucunya. Atau, bisa juga sebaliknya. Anda memanjakan anak sementara orangtua Anda sangat keras dan disiplin kepada cucunya. Bahkan, tak jarang Anda ditegur karena pola asuh yang dinilainya salah.
Perbedaan pola asuh memang mungkin saja terjadi. Setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda saat memperlakukan cucu atau buah hatinya. Bahkan bukan tak mungkin jika seorang nenek menerapkan pola pengasuhan yang disiplin kepada anaknya, namun justru bersikap sangat memanjakan pada cucunya,.

Hangat & Dekat
Jika ditarik dari sejarah, meski setiap individu memilik cara yang berbeda, namun kecenderungan pola asuh zaman dahulu kental dengan gaya disiplin yang kaku. Dalam artian, anak tidak memiliki banyak pilihan dan hukuman yang diberikan pada setiap kesalahannya seolah dianggap lumrah. Sampai aliran behaviorisme ditemukan dan dipopulerkan di masyarakat, terbentuklah pemikiran bahwa pengasuhan yang baik itu bukan selalu menghukum, melainkan juga memberikan pujian. Jadi lebih ke reward dan punishment .

Penemuan di dunia parenting yang menyebutkan bahwa attachment orangtua dan anak sangat penting. Di atas segala jenis pola asuh, yang terpenting adalah kehangatan, kedekatan, dan rasa sayang antara ibu dan anak, yang disertai dengan batasan-batasan yang jelas. Jika pola attachment orangtua dan anak sudah kuat, Si Kecil tak akan terpengaruh dengan pola asuh yang diberlakukan orang lain kepadanya.

Harus Konsisten
Terkadang, sikap orangtua yang mencampuri cara Anda membesarkan buah hati terasa mengganggu. Anda pun terjebak dalam dilema. Di satu sisi, keakraban Sang Nenek dengan cucunya adalah hal yang begitu Anda harapkan. Di sisi lain, Anda juga khawatir Si Kecil akan bingung dengan perlakuan atau peraturan yang berbeda.

Rasa khawatir semacam ini justru tidak perlu. Perbedaan pola asuh Anda dan orangtua Anda yang diberlakukan pada Si Kecil justru dapat menstimulasi aspek sosial buah hati. Dia akan mendapat pelajaran mengenai cara membedakan perilaku orang dan berperilaku yang pantas pada orang yang berbeda. Maka, itu membantu dia belajar mengenai perkembangan sosial. Hal ini juga akan berguna untuk buah hati di kemudian hari.

Satu hal yang penting dan seringkali dilupakan adalah menjaga konsistensi. Anda harus konsisten pada pola asuh yang telah diberlakukan sehingga dapat menetap di pikiran anak. Jangan sampai hari ini mengizinkan, besok melarang. Jika Anda memberlakukan pola asuh disiplin dengan konsisten, lambat laun anak akan tahu bahwa itu yang diharapkan Anda dan ia akan berusaha mematuhinya. Dan tak masalah jika Anda yang melarang namun Sang Nenek atau Sang Kakek mengizinkan karena akan menguntungkan anak. Ia akan kaya dengan nuansa perbedaan individuala.

Jangan Berjarak
Semakin sering terjadi interaksi antara nenek dan cucu memang memperbesar terjadinya perbedaan pola asuh yang diterima buah hati. Sebagai orangtua, Anda tetap paling berhak menentukan apa yang sebaiknya diterapkan pada Si Kecil. “Maka jika eyang, orangtua, dan anak tinggal dalam satu atap, Anda dan buah hati harus memanfaatkan area privat semaksimal mungkin.

Sebut saja jika buah hati sedang tantrum. Nenek atau kakek bersikeras untuk menggendong buah hati dan mengabulkan keinginannya. Sementara Anda memiliki cara sendiri untuk meredakan tantrumnya. Sebelum orangtua Anda turun tangan, bawa buah hati ke kamar dan ajak ia bicara hingga tangisnya mereda.

Setelah urusan Anda dan buah hati usai, baru keluar dari kamar. Pasalnya, pada siapa pun Anda memercayakan pengasuhan, baik pada eyang atau pada pengasuh, namun tetap saja ibu dan anak membutuhkan waktu khusus untuk menebalkan ikatan tadi. Sementara ketika Anda mulai merasa orangtua terlalu banyak turun tangan dalam menangani Si Kecil, Anda tak perlu menciptakan jarak antara orangtua Anda dan buah hati. Dekati orangtua, bukan justru memberi jarak. Pasalnya, jika Anda dekat dengan orangtua dan orangtua melihat perlakuan Anda yang tegas namun penuh kasih sayang pada buah hati, misalnya, pada akhirnya orangtua akan respek pada Anda dan mempercayakan pola pengasuhan yang Anda terapkan.

Proses membuat orangtua Anda percaya memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun pada akhirnya, jika pola asuh yang Anda yakini terbukti membawa hasil menyenangkan pada buah hati, orangtua Anda pun akan percaya dan menghargai Anda.

3 Pola Asuh
Tiga jenis pola asuh yang dikategorikan oleh Diana Baumrind, ahli psikologi perkembangan dari New Yorka. Secara umum pola asuh memiliki tiga jenis, yaitu:

1. Otoriter: Tipe pengasuhan ini umumnya bersifat parent center. Jadi, memberi hukuman pada anak lumrah saja karena semua dilakukan atas kehendak orangtua.
2. Permisif: Tipe pengasuhan ini bersifat child center, orangtua cenderung sangat memanjakan anak dan mengikuti apa saja yang diinginkan anaknya.
3. Otoritatif: Tipe pengasuhan yang menyeimbangkan sisi otoriter dan permisif, yaitu tidak melulu menghukum atau memanjakan, namun bisa mengatur dan menghargai dengan disesuaikan pada konteksnya.

Tipe otoritatif dianggap paling ideal karena hubungan orang tua dan anak akan hangat namun anak juga mengenal batasan. Namun, masih sulit untuk menanamkan pola ini pada orangtua. Karena yang banyak terjadi justru otoriter sekalian atau permisif sekalian. Jarang ada yang dapat menyeimbangkan keduanya.

Tantangan Baru
Nina memaparkan sebuah fenomena yang bisa dikatakan baru yaitu bertambahnya orangtua yang justru takut kepada anaknya. “Takut membuat anak sedih, kecewa, atau marah. Akhirnya segala keinginan anak dituruti saja. Itu termasuk pada pola permisif,” ujarnya.

Nina juga memaparkan bahwa kini, baik orangtua maupun anak memiliki tantangan baru. “Tantangan itu utamanya dilihat dari dunia yang kian mengglobal. Perkembangan internet dan teknologi tak dapat dibantah sangat memengaruhi perubahan sikap seseorang menjadi lebih menuntut kecepatan dan kemudahan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih tidak sabar dalam mencapai tujuan, termasuk dalam pola pengasuhan. Padahal, dalam membentuk sikap yang menetap pada buah hati tentu tidak dapat diraih dengan instan, kan?

Di lain sisi, jika dilihat dari perkembangan kognitif dan emosional anak, tingkatan perkembangan anak zaman dahulu dan sekarang sebenarnya sama saja. Misalnya usia anak belajar berjalan, mulai berbicara, itu dari dulu hingga sekarang, kan, sama. Perkembangan kognitif dan emosional anak memang akan tetap sama, hanya dengan tantangan yang berbeda.[tabloidnova]

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Jumat, 04 Januari 2013

,

Cara Jitu Membuat Anak Cerdas Sejak Bayi

Cara Membuat Anak Cerdas sejak Bayi. Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi tahukah Anda, 4 hal ini tidak hanya baik tapi juga dapat membuat anak lebih cerdas dan sehat sejak bayi. 

Nah… bagi para orang tua, silakan ikuti Tips berikut ini Cara membuat anak cerdas sejak bayi hingga dewasa nanti, seperti  disadur dari laman Parenting berikut ini :

1. Bicara dengan cerdas
Ajak bayi Anda bicara sesering mungkin

Menurut Dr.Jean Ashton –pengajar dan pemerhati pendidikan anak usia dini dari Universitas Sydey, Asutralia, mengajak bayi bicara bukan hanya terbatas pada memuji, mengeluarkan kata-kata lucu atau memanggil-manggil namanya.

“Ajak bayi Anda bicara dan belajar juga menjadi pendengar yang baik untuknya. Bayi mungkin belum bisa menjawab dengan kata-kata, namun mereka pandai merespon melalui ekspresinya. Respon ini yang perlu diperhatikan dan dihargai sebagai bentuk awal bayi belajar berkomunikasi dengan lingkungannya.”

Anda juga dapat mengajak bayi berbicara cerdas dengan memanggil namanya, menanyakan sesuatu, menjelaskan hal sesuai logika serta menggunakan kalimat lengkap.

2. Ikut bermain
Masih menurut Dr. Ashton, keterlibatan Mama saat anak bermain dapat megajarkan cara bermain yang seharusnya. Kegiatan ini juga akan membantu mempercepat proses belajar anak, mengembangkan potensi sosialnya, mengenali kemampuan atau bakat, minat, hingga kebutuhan emosionalnya.

3. Bacakan cerita
Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai membacakan cerita untuk anak. Seperti yang dikatakan Dr.Rosmarie Truglio, seorang ahli pendidikan, “Membaca dapat menumbuhkan kecintaan anak pada buku, meningkatkan kemampuan kosakata serta membantu mengembangkan keterampilan berbahasa.”
Pilih buku-buku sederhana dengan gambar dan warna yang menarik agar anak dapat turut melihat dan memainkannya.

4. Bernyanyilah!
Pilih lagu yang memiliki syair berima, memiliki nada-nada atau bunyi-bunyi unik serta membuat Anda bergerak. Cicak-cicak di dinding, hap! Mudah, bukan? “Ini cara yang sangat menyenangkan untuk mengajak anak mempelajari beragam bunyi dan menamabah perbendaharaan kata. Anak juga akan terdorong untuk ikut bergerak dan bergembira.

bayi pintar....

Sabtu, 29 Desember 2012

,

Subhanallah, Janin Umur 15 Minggu Bisa Hidup Hingga Saat Ini

Gambar yang anda lihat dibawah ini adalah kaki dari janin yang dilahirkan ketika umur nya baru saja 15 minggu . Janin kecil dan merah itu mempunyai berat 10 ons dengan panjang 10,2 inchi, janin itu kemudian diberi nama Kimberly Mueller.

[imagetag]

Janin ini diperbolehkan bersama ayah ibunya hanya beberapa saat saja setelah dilahirkan sebelum akhirnya dibawa pergi oleh para ahli yang bekerja ekstra keras untuk menyelamatkannya. Ayahnya hanya sempat membisikkan ke telinga sang janin "Kimberly, you can do it baby . . ."

Harapan hidup nya cuma 1 banding 1000. Bahkan Doktor pakar jantung yang merawatnya berkata, peluang untuk hidup nya sangat tipis. Namun begitu, bayi ini terus mengalami lika-liku hidupnya dengan penuh perjuangan.

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Alhasil setelah 6 bulan perjuangan, sang janin untuk hidup, kini sang janin sudah boleh disebut bayi. Jika Tuhan punya kehendak, maka segalanya akan sangat mudah bagi-Nya.

Minggu, 23 Desember 2012

7 Cara Mendeteksi Gangguan Pertumbuhan Bayi

Perkembangan bayi di belahan dunia manapun akan mengikuti pola yang sama. Setelah menguasai satu tahapan milestone, bayi belajar menguasai tahapan selanjutnya. Sayangnya ada bayi yang lebih lambat berkembang dari milestone yang berlaku. Namun, hal tersebut tidak perlu Anda khawatirkan.


Bila secara keseluruhan Anda lihat perkembangan bayi tidak mengalami masalah, mungkin saja bayi Anda hanya mengalami pertumbuhan yang lambat. Namun bila dia mengalami pertumbuhan yang lambat dan mengalami masalah perkembangan lainnya, Anda harus waspada. Bayi Anda mungkin mengalami masalah tumbuh kembang. Berikut tanda-tanda yang harus Anda waspadai:

1. Pola tidur tidak teratur
Pada bulan pertama, bayi tidur selama 13-16 jam sehari, tapi dalam pola yang tidak teratur. Ketika menginjak usia 4-6 bulan, bayi seharusnya sudah mengembangkan pola tidur yang teratur dan bisa tidur sepanjang malam. Namun, bayi yang mengalami masalah perkembangan tidak punya pola tidur yang teratur. Waktu tidur bayi tidak konsisten dan dia tidak bisa tertidur sendiri. Pantau selalu tidur bayi untuk mengetahui apakah bayi mengalami gangguan seperti sleep apnea (napas terhenti). Gangguan tidur ini bisa mempengaruhi kualitas tidurnya. Kurang tidur menciptakan reaksi berantai pada perilakunya di siang hari, misalnya anak rewel atau terlalu aktif.

2. Pola makan tidak teratur.
Makanan yang cukup dan sehat selama satu tahun pertama penting karena pertumbuhan dan perkembangan bayi banyak terjadi di tahun pertama hidupnya. Disarankan bayi makan sesuai kebutuhannya, kapanpun dia lapar tidak perlu dijadwalkan. Bayi pasti membentuk pola makannya sendiri. Seiring dia tumbuh, pola makannya tumbuh juga. Jarak waktu antar makan semakin jauh dan bayi akan makan dengan lahap. Lihat tanda-tanda apakah bayi sudah cukup makan. Bayi yang makan dengan baik dalam dua minggu akan mendapatkan berat badannya kembali sama seperti ketika dia lahir. Karena biasanya bayi berkurang berat badannya setelah lahir. Berat badan bayi normalnya akan bertambah sekitar 1-1,5 ons perhari.

3. Hampir selalu menangis.
Menangis adalah bentuk komunikasi bayi pada orang tuanya. Hal ini normal dilakukan oleh bayi ketika dia merasa lapar, mengantuk, butuh perhatian, merasa tidak nyaman, popoknya perlu diganti dan lain-lain. Biasanya begitu kebutuhannya terpenuhi, bayi akan berhenti menangis. Memang adakalanya Anda kesulitan untuk mengetahui penyebab dia menangis. Tapi bayi yang punya masalah dalam pertumbuhannya hampir selalu menangis. Menghadapi bayi dengan tenang membantu Anda mengenali kebutuhan si kecil.

4. Hampir selalu rewel.
Bayi biasanya rewel ketika dia berusia 2-3 minggu dengan puncaknya pada usia 6 minggu. Rewelnya akan hilang di usia 3-4 bulan. Biasanya berlangsung 2-4 jam sehari. Rewel yang normal, umumnya terjadi di waktu yang sama setiap hari dengan intensitas yang sama. Bayi juga merespon hal yang sama ketika ditenangkan, seperti digendong atau diayun-ayun. Namun, cara tersebut hanya belangsung beberapa hari sehingga Anda butuh menggunakan cara berbeda untuk menenangkannya. Bayi yang punya masalah perkembangan hampir selalu merasa terganggu. Bila mulai rewel, dia sulit ditenangkan. Waspada bila hal ini terjadi ketika sudah lewat usia 4 bulan, bisa jadi bayi mengalami cidera fisik seperti terkilir atau patah tulang, atau bayi menderita penyakit.

5. Jarang bersuara.
Bayi mulai mengeluarkan suara “ooh” atau “aah” sekitar usia 2-3 bulan. Ketika menginjak usia 4-6 bulan bayi mulai mengoceh (babling) mengeluarkan kata “da-da” atau “ma-ma.” Dia tampak memberi respon ketika Anda tertawa atau menggelitikinya. Bayi menyerap kata-kata yang dia dengar, sehingga jika Anda ingin membantu perkembangan bahasanya ajak anak bicara atau bacakan dia buku cerita. Penting juga bagi Anda untuk mendengarkan dengan menatap matanya ketika dia ngoceh. Anda harus waspada bila usia 6 bulan anak tidak mengeluarkan suara atau berhenti ngoceh. Bawa anak ke dokter untuk membicarakan kemungkinan bayi mengalami keterlambatan bahasa atau punya masalah pendengaran.

6. Tidak tertarik dengan mainannya. 
Ketika menginjak usia 2-4 bulan, bayi mulai tertarik pada benda-benda di sekitarnya. Anda bisa berikan dia mainan yang mengeluarkan bunyi, seperti rattle atau mainan bertekstur seperti soft book. Sayangnya rentang konsentrasi bayi memang masih pendek. Ketika Anda berikan mainan, bayi hanya mainkan sebentar kemudian sudah dia lupakan. Walaupun hanya sebentar, tapi si kecil sudah menunjukkan minatnya ketika disodori mainan tersebut. Anda tidak juga perlu khawatir bila si kecil lebih memilih memainkan benda-benda lain yang bukan mainannya seperti sendok atau gelas plastik. Bayi usia 5-6 bulan sudah bisa duduk dan menjangkau benda-benda yang ada di sekitarnya yang menarik perhatiannya. Bayi selalu tertarik dengan benda baru dan tidak harus berbentuk mainan. Anda harus waspada bila bayi tidak tertarik dengan benda-benda baru yang Anda berikan padanya.

7. Tidak menatap mata
Sekitar usia 6-8 minggu, bayi mulai melakukan kontak mata untuk pertama kali. Peristiwa ini sepertinya hanya sesuatu yang sederhana, tapi menunjukkan otak bayi berkembang dengan baik. Kontak mata juga menunjukkan perkembangan kemampuan komunikasinya. Milestone bayi memang tidak selalu sama. Bila bayi menatap Anda, tapi tidak fokus melihat Anda, mungkin perkembangannya hanya sedikit terlambat. Namun, jika hingga usia bayi lebih dari 3 bulan dan belum melakukan kontak mata, sebaiknya ajak bayi ke dokter untuk melakukan tes untuk mengetahui apakah bayi Anda mengalami masalah mata atau justru menemukan masalah lainnya. 

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Rabu, 19 Desember 2012

Fakta2 Tentang Bayi yg harus diketahui Ibu


Tidak semua orang tua ataupun masyarakat tau mengetahui semua fakta tentang bayi. Mari kita baca article ini agar anda tahu faktah menarik tentang tingkah pola bayi. Apapun latar belakang etnisnya, semu a bayi dilahirkan dengan kulit yang berwarna agak merah muda akibat kulit bayi yang masih sangat tipis sehingga warna pembuluh darah terlihat.

1. Bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui suara yang didengarnya saat dilahirkan, sekitar 14 hari kemudian baru belajar mengenali suara ayahnya.
2. Bayi yang baru lahir selalu dilahirkan dengan mata biru, tapi warna ini bisa berubah dalam beberapa menit setelah kelahiran.
3. Wajah bayi berubah sangat cepat, biasanya wajah bayi akan terlihat sangat berbeda dalam beberapa hari.
4. Bayi laki-laki maupun perempuan lahir dengan sedikit payudara yang membengkak. Ini dikarenakan bayi menerima asupan hormon perempuan dari plasenta sebelum kelahiran.
5. Bayi hingga usia 6-7 bulan bisa bernapas dan menelan pada waktu yang bersamaan, sedangkan orang dewasa tidak bisa.
6. Bayi tidak memiliki keringat karena kelenjar keringatnya belum berkembang secara sempurna.
7. Sidik jari baru akan terbentuk saat bayi berusia 3 bulan.
8. Bayi yang baru lahir hanya terfokus pada obyek yang berjarak 25 cm dari hidungnya, diperkirakan itu adalah jarak dari payudara ibunya ke mata si bayi.
9. Bayi sering terlihat sedang tersenyum saat di USG, tapi proses kelahiran merusak suasana hatinya sehingga bayi jarang sekali tersenyum selama sekitar 1 bulan setelah kelahiran.
10. Tak peduli tanggal berapa bayi tersebut lahir, tapi di tanggal yang sama dia akan berbagi ulang tahun dengan sekitar 9 juta orang lain di seluruh dunia.
11. Saat kelahiran otak bayi terdiri lebih dari 10 juta sel saraf.
12. Rata-rata bayi tidak akan mengeluarkan air mata saat menangis hingga berusia 3-6 minggu.
13. Tangan kanan atau kiri yang akan dominan digunakan oleh bayi sudah ditentukan sejak usia kehamilan 10 minggu di dalam rahim.
14. Berat kepala bayi yang baru lahir sebesar seperempat dari total berat tubuhnya.
15. Bayi yang baru lahir tidak akan memiliki tempurung lutut, bayi akan mengembangkannya pada usia antara enam bulan sampai satu tahun.
16. Bayi memiliki indra penciuman yang sangat kuat, sehingga bayi mudah mengenali ibunya melalui penciuman sendiri.
17. Satu dari sepuluh bayi yang lahir memiliki setidaknya satu tanda lahir.
18. Bayi bernapas lebih cepat dari orang dewasa yaitu sekitar 30-50 kali dalam 1 menit, sedangkan orang dewasa sekitar 15-20 kali dalam satu menit.
19. Bayi sering merasa gugup atau takut pada jenis makanan baru. Untuk mengatasinya cobalah bermain-main sedikit dengan makanan tersebut atau meletakkan sedikit makanan pada jari telunjuknya.
20. Jantung janin mulai berdetak 3 minggu setelah pembuahan.

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :




Senin, 17 Desember 2012

,

Iffa, Bayi Terkecil Terlahir 650 Gram yang Berjuang Untuk Hidup


Iffa, Srikandi Kecil Terlahir 650 Gram yang Berjuang Untuk Hidup

Iffa Ulfia Dhitanti, terlahir 27 September 2012 pada usia kehamilan 24 minggu (6 bulan) dengan berat 650 gram dan panjang 31 cm. Merupakan anak ke-2 pasangan Ibu Atika dan Bapak Rudiyanto yang terus berdoa dan berusaha demi keselamatan putrinya ini yang terlahir dengan status BBLER (Bayi Berat Lahir Ekstrem Rendah).



Iffa ketika lahir dengan berat badan 650 gram

Pada pagi hari tanggal 27 September 2012, Ibu Atika merasakan kontraksi meskipun kehamilan baru memasuki bulan ke-6. Bermaksud memeriksakan tentang apa yang terjadi, ketika sampai di IGD RSI Hidayatullah ternyata pembukaan telah lengkap sebagaimana yang terjadi pada kehamilan 9 bulan. Saat itu juga Ibu Atika dibawa ke ruang bersalin untuk mendapatkan penanganan langsung, dan tidak berselang lama segera masuk ke proses melahirkan. Dek Iffa terlahir prematur dengan berat 650 gram dan panjang badan 31 cm (berat kelahiran bayi normal adalah berkisar antara 2.500 4.000 gram).



Foto cap kaki Iffa yang sangat kecil
Waktu itu Ibu Atika dan Pak Rudi pasrah dengan apa yang terjadi, namun berdasarkan instruksi dari dokter anak di rumah sakit tersebut bahwa sang bayi ini bisa dipertahankan, maka mereka mengambil keputusan bahwa apapun yang terjadi, Iffa harus tertolong dan yakin bisa tumbuh sebagaimana anak yang normal.


Sementara itu, rumah sakit memberikan rujukan ke rumah sakit yang memiliki peralatan yang lebih lengkap untuk penanganan dan perawatan Iffa. Peralatan yang dibutuhkan waktu itu adalah inkubator, CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dan beberapa peralatan lain untuk penanganan bayi terlahir dibawah 1 kg. Alternatif rujukan yang pertama adalah rumah sakit di Jogja, namun semua rumah sakit yang memiliki peralatan tersebut ternyata penuh dan terpakai. Sedangkan Iffa harus segera mendapatkan perawatan intensif secepatnya.


Rujukan perawatan dilanjutkan ke RSU PKU Bantul, Iffa diterima di NICU RSU PKU Bantul dan mendapatkan perawatan intensif selama hampir 2 bulan lamanya. Selama di NICU Iffa menggunakan alat tambahan oksigen dengan CPAP, menerima 2 kali transfusi darah (karena HB drop), infus dan selang yang disambungkan langsung ke saluran pencernaan (untuk jalur asupan ASI yang diberikan). Saat ini Iffa dirawat di Ruang Patologi rumah sakit tersebut, di dalam box inkubator, dan masih menggunakan selang pencernaan. Setiap hari Ibunda mengantar ASI untuk Iffa.

Pada tanggal 8 Desember 2012 kami melakukan pengecekan tagihan rumah sakit selama Iffa dirawat. Jumlah tagihan sampai dengan hari ini berjumlah Rp. 31.000.000 lebih dan masih terus bertambah. Segala macam usaha dilakukan untuk membayar biaya rumah sakit ini. Mulai dari pengurusan Jaminan Kesehatan, sampai dengan permohonan keringanan biaya rumah sakit bermodalkan surat keterangan kurang mampu untuk biaya rumah sakit yang dikeluarkan oleh pihak kelurahan setempat (SKTM).

Biaya sebesar ini sungguh memberatkan beban mereka. Ibu Atika adalah seorang tenaga bantu honorer (kader KB) di lingkungannya, sedang Pak Rudi adalah seorang pekerja harian lepas yang beberapa waktu yang lalu bekerja sebagai buruh proyek di luar propinsi, dan tidak bisa bekerja sejak Iffa lahir sampai dengan sekarang karena harus mengurusi berbagai keperluan Dek Iffa. Saat ini mereka kembali tinggal di rumah orangtua mereka karena sewa kontrakan rumah telah habis bulan lalu dan tidak diperpanjang lagi.

Dari surat keterangan Diagnosa RSU PKU Bantul diperoleh informasi diagnosa sebagai berikut : BBLER (Bayi Berat Lahir Ekstrem Rendah), KB KMK, SIM, PRESBO, SEPSIS, HMD SUSP., dan AP. OF PREMATURITY. Perawatan intensif terus dilakukan sampai dengan sekarang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dr. Nurcholid Umam, Sp.A., dokter yang selama ini merawat Iffa, perkembangan Iffa sangat baik. Pengecekan berat badan hari ini : 1.350 gram pada usia 70 hari atau 2 bulan dirawat di rumah sakit. Asupan yang diterima Dek Iffa adalah ASI dan susu formula sebagai tambahan jika sewaktu-waktu ASI habis. KMC (Kangaroo Mother Care) dilakukan Ibu Atika di rumah sakit setiap hari minimal selama 2 jam untuk mengatasi hypothermia pada Dek Iffa. Jika dengan KMC tersebut perkembangan Iffa baik, minggu depan akan dilakukan review oleh tim dokter. Apabila memungkinkan, maka perawatan bisa dilanjutkan di rumah dengan syarat harus memiliki box inkubator sendiri dan dipersiapkan tempat yang steril untuk Iffa. Tagihan rumah sakitpun harus dipikirkan karena sudah menembus angka lebih dari 31 juta rupiah dan terus bertambah, pada saat pulang nanti biaya tagihan rumah sakit harus dilunasi. Kontrol rutin ke dokter dan pengobatan tetap harus dilakukan secara berkala setelah pulang.

Pasrah, doa dan usaha mereka untuk mempertahankan bayi Iffa adalah luar biasa. Apapun yang terjadi, Tuhan pasti memberikan yang terbaik. Mereka yakin Iffa yang terlahir dengan berat 650 gram bisa selamat dan tumbuh selayaknya anak-anak sehat yang lain

Demikian tulisan ini kami susun, saat ini orangtua Iffa membutuhkan bantuan dana untuk membayar biaya rumah sakit dan pengadaan box inkubator di rumah agar Iffa bisa segera pulang sebelum beban biaya rumah sakit menjadi lebih berat lagi. Kepada segenap donatur yang mau berbagi dan meringankan beban mereka, silahkan klik disini.



Untuk Laporan penyaluran dana dan update berita tentang dik Iffa, silakan kunjungi www.eryepeduli.com


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Rabu, 31 Oktober 2012

13 Kegiatan Untuk Merangsang Motorik Halus Anak

Pagi boi...

saya mau share sedikit beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di rumah.. untuk merangsang perkembangan motorik halus pada anak balita niih..

kebetulan di rumah juga masih ada anak2 balita.. jadi sedikit-sedikit saya ngerti dah soalnya biasa dikerjakan anak2 cewek di rumah, boi..hehe..

Semoga bermanfaat...


13 kegiatan untuk merangsang motorik halus pada anak:

Berpakaian
Memasang dan melepas kancing, membuka dan menutup resleting

Tali Temali
Mengikat dan melepas ikatan. meronce dan menjahit. Di kegiatan ini anak bisa diarahkan untuk mengenali pola an belajar beritung juga lho boi.. misalnya memasan ronce engan pola selang-selling hanya 2 model, atau tiap 3 model sama, lalu berganti model

Menulis
Menulis dengan menghubungkan titik-titik.. Nah kalau ini harus disesuaikan dengan kemampuan anak.. awalnya adalah titik2 membentuk garis2 saja.. misal: garis lurus, garis zigzag, garis bergelombang, lingkaran besar, dst sampai akhirnya membentuk huruf dan angka atau membentuk gambar yang rumit.

Play Dough
Naah ini yang paling disukai anak2 saya di rumah.. mereka mengatakan sebagai: bermain tepung, boi. Jadi adonan playdough kita buat sendiri, bersama anak.

Proses membuat adonan ini juga sarat ilmu, boi.. Anak2 jadi tau langkah-langkah pembuatan adonan, ini mengajarkan sekuen: pertama tuang tepung, lalu tuang bahan2, dst.

Aktivitasnya juga bervariasi, dari mengayak tepung, menuangkan air sedikit-demi sedikit, mengaduk-aduk, dan ketika sudah menjadi adonan legit, anak2 bisa eksplore lebih banyak lagi: menggiling, mencetak, menggunting, dll.

Mewarnai di dalam garis (tidak keluar garis)

Konstruksi
Menyusun balok, mengencangkan n melepas baut, memukul palu

Menggunting
Cara mengajari anak untuk menggunting sebenarnya paling aman dengan bermain play dough, namun sudah pasti tantanngan menggunting kertas dan menggunting adonan playdough berbeda jauh. Yang penting adalah ajarkan anak memegang gunting dengan benar (ibu jari mengarah ke atas), selebihnya nanti mereka akan mengerti sendiri.

Puzzle
Permainan puzzle juga memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi, pilih yag sesuai dengan kemampuan anak, terlalu sulit akan membuat anak frustasi.

Melipat
Melipat bisa menggunakan kertas atau kain. Menggunakan kain bisa dipancing ketika bermain rumah2an, misalnya pada aktivitas menyetrika pakaian

Memilah
Benda kecil Kegiatan ini membutuhkan ketrampilan tangan untuk menjumput, dan mengorganisasi.. untuk aktivitas ini, bisa saja memilah bentuk/ warna..

Melepas dan Menempel Sticker
Naaah... ini yang paling disenangi anak saya boi.. melepas dan menempel sticker. Saking senengnya, untuk menghemat saya suka sodorin selotip bening aja boi.. jadi dia sekaligus belajar gunting dan tempel

Menyobek Kertas
Beri saja anak2 kertas yang tidak terpakai untuk disobek-sobek.. anak-anak pasti senang sekali, Gan.. suara ketika kertas tersobek itu unik, lho. Kalau arahkan untuk bisa menyobek kertas dan menghasilkan garis lurus (arah potongannya lurus. Jadi beda yaa, antara menarik kertas sampai sobek dengan menyobek kertas

Makan Sendiri
Menyendok makanan dan menyuapkanya.

Kalau Aboi ada yang mau menambahkan< silahkan yaa... nanti akan satu tarmbahkan di mariii


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !




Sabtu, 13 Oktober 2012

,

Tokoh2 Kartun Yang Suka Ditiru Anak-Anak

Kartun Karakter # 7: Powerpuff Girls



Menyimpan hari hanyalah sesuatu anak panutan. Anak-anak meniru Powerpuff Girls karena gaun lucu mereka dan kekuatan dan keberanian untuk melawan monster dan hal-hal buruk lainnya dalam acara kartun. Mereka bahkan sampai memukuli orang-orang jahat.



Kartun Karakter # 6: Winnie the Pooh




Winnie the Pooh juga salah satu kartun klasik tertua karakter hari ini. Penampilan cute dan cara berbicara perlahan juga unik bahwa anak-anak meniru dia. Anak-anak juga menyalin cara berbicara dan tindakan teman-teman Winnie Pooh di kali. Mereka mungkin makan madu dalam botol atau menjadi seperti gelisah seperti Tigger.



Kartun Karakter # 5: Scooby Doo




Program Scooby Doo adalah tentang memecahkan teka-teki dan misteri. Plot ini mempesona anak-anak yang membuat mereka bahkan menonton kartun bahkan lebih. Anak-anak menyukai Scooby Doo karena pada dasarnya, Scooby tahu bagaimana melakukan hal-hal gila anjing normal tidak bisa, dan nomor dua: Dia bisa berbicara beberapa kata saja.



Kartun Karakter # 4: Tom dan Jerry




Tom dan Jerry, seperti yang kita semua dapat mengingat, dimulai pada awal 1940-an. Ya karakter ini bahkan mungkin lebih tua dari Anda, namun keunikan dan hiburan menarik perhatian pemirsa di segala usia. Sama seperti anak-anak, karakter ini suka berlari-lari dan mengejar satu sama lain. Anak-anak di akhir mereka, kadang-kadang meniru bagaimana mereka berbicara dan bagaimana mereka melakukan pranks satu sama lain. Anda harus selalu memeriksa pada perilaku anak-anak Anda ‘jika mereka terus-menerus menonton Tom and Jerry.



Kartun Karakter # 3: Bugs Bunny




Akui atau tidak, Bugs Bunny juga telah di televisi selama beberapa dekade sekarang. Hal ini seperti saluran Kartun tidak lengkap jika mereka tidak memiliki menunjukkan dengan Bugs Bunny. Anak-anak dan bahkan orang dewasa menemukan Bugs Bunny sedikit kurang ajar, menyenangkan, terusik dan cerdas. Jika Anda telah menyadari, anak-anak pada 4 tahun sampai 5 tahun usia meniru bagaimana perundingan Bugs Bunny. Ini anak-anak kecil menemukan cara dia berbicara lucu dan menghibur. Garis terkenal “Wazzup Dok?” Datang dari dia. Ungkapan ini masih digunakan bahkan oleh orang-orang tua yang digunakan untuk menonton program.



Kartun Karakter # 2: SpongeBob Squarepants




Ada sesuatu dengan Sponge bob Squarepants bahwa anak-anak kecil cinta. Karakter ini menarik perhatian dari pemirsa karena keunikan lokasi mereka dan kegiatan yang mereka lakukan di bawah air. Dengan empat tahun sampai lima tahun, anak-anak sangat ingin tahu begitu banyak hal. Dan bawah air hanyalah salah satu dari banyak hal anak-anak cinta untuk mengeksplorasi. SpongeBob memiliki gaya aneh dan unik dari berbicara dan ini hanya menarik anak-anak dan membuat mereka salin tindakan SpongeBob.



Kartun Karakter # 1: Dora the Explorer




Dora telah mempengaruhi gadis kecil sejak awal. Anak-anak menikmati bagaimana Dora pergi ke tempat yang berbeda dan melihat hal yang berbeda. Anak-anak kecil Anda juga menikmati bagaimana Dora berbicara dua bahasa yang berbeda, Inggris dan Spanyol. Tiga sampai empat tahun usia memperoleh dan belajar bahasa lebih cepat dari yang kita bisa, jadi mungkin ingin memeriksa pada gadis kecil Anda jika mereka tahu kata-kata lebih Spanyol daripada yang Anda lakukan.

Rabu, 18 Juli 2012

,

7 Cara Membuat Otak Anak Lebih Jenius


1. Belajar Musik



Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri Minum Air Susu Ibu



Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan Kesehatan



Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. blogbelajarpintar.blogspot.com. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan



Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak Junk Food



Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. blogbelajarpintar.blogspot.com. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk Rasa Ingin Tahu



Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca



Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kamis, 28 Juni 2012

, ,

Sebaiknya Minum Susu Pada Malam Hari

Susu, sudah banyak yang mengetahui kandungan gizi di dalamnya banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya?
 Hal ini dibahas dalam diskusi di grup facebook Gerakan Sadar Gizi. Kurnia Ayu melontarkan pertanyaan, "Minum susu itu baiknya pagi atau malam hari ya?"

Dalam diskusi ini, dr Rini Sjoekri menulis susu mengandung asam amino tryptophan suatu prekursor untuk neurotransmitter serotonin. Neurotransmitter ini bersifat menenangkan sehingga membantu proses tidur. 

"Jad sebaiknya susu diminum sebelum tidur," kata Rini.

Nor Hasanah, dalam diskusi ini menambahkan, kalsium dalam susu merupakan salah satu nutrisi terbaik untuk menjaga kesehatan tulang karena kalsiumnya lebih mudah diserap tubuh. Untuk hasil maksimal sebaiknya susu dikonsumsi pada malam hari. 

Pada malam hari osteoklas atau sel-sel penghancur tulang tidak bekerja. Pada malam hari aktivitas kita juga tidak banyak sehingga kalsium susu terserap optimal. 

"Kerja kalsium terutama malam hari. Jadi, jika tujuannya untuk meningkatkan penyerapan kalsium mengkonsumsi susu sebaiknya pada malam hari," tulis Nor Hasanah.




Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz
,

Permainan yang Harus Dijajal Anak Sebelum Berusia 12 Tahun


Semakin bertambah umur, anak makin malas bermain di alam. Anak sekarang cenderung lebih suka berkutat di depan TV, komputer atau video game. Ajak anak mengenal 20 permainan ini sebelum ia berumur 12 tahun.

Kadang tak cuma anaknya saja yang enggan bermain di luar, orangtuanya pun punya andil membuat anak malas bermain di luar. Alasannya adalah ketika anak bermain bebas di luar rumah, anak akan lebih berisiko untuk jatuh dan terluka.

Berdasarkan survei di Inggris oleh Play England, dari sekian banyak anak, hanya seperempatnya saja yang pernah bermain bebas di luar, sepertiga tidak pernah memanjat pohon dan sisanya bahkan tidak bisa naik sepeda.

Menurut sebuah laporan yang dibuat oleh National Trust, lebih dari 80 persen dari anak-anak ingin memiliki lebih banyak kebebasan untuk bermain di luar, tetapi yang mendapatkan izin dari orang tuanya hanya kurang dari 10 persen saja.

"Bermain adalah bagian yang penting dalam masa perkembangan anak menjadi menjadi dewasa karena dapat menanamkan ketrampilan," kata Adrian Voce, mantan direktur Play England, Inggris seperti dilansir dari mirror, Kamis (28/6/2012).

National Trust kini telah meluncurkan kampanye untuk mendorong anak mendapatkan kebebasan bermain di luar rumah tetapi masih dalam batas yang aman. Pilihlah permainan alam untuk anak yang akan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan dan ketrampilannya.

Ada 20 permainan yang bisa dilakukan anak sebelum ia berumur 12 tahun yaitu:
1. Memanjat pohon
2. Berguling menuruni bukit
3. Berkemah di alam bebas
4. Membuat kandang hewan peliharaan
5. Bermain Congklak
6. Berlarian di tengah hujan
7. Bermain layang-layang
8. Menangkap ikan dengan jaring
9. Memetik buah-buahan langsung dari pohon
10. Mencari kerang di pantai
11. Membuat kue dari lumpur
12. Bermain ayunan
13. Menyaksikan matahari terbit
14. Mendaki bukit kecil
15. Bermain di air terjun
16. Memberi makan burung dari tangan
17. Berburu serangga seperti belalang
18. Menangkap kupu-kupu dengan jaring
19. Menanam bunga
20. Bermain masak-masakan di atas tungku batu

Jumat, 22 Juni 2012

Inilah Tahapan Perkembangan Remaja

Tahapan Perkembangan Remaja

Fiqhislam.com - Remaja dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Adolescence yang berarti periode perkembangan fisik dan psikologi seseorang dari masa pubertas sampai kepada tahap pertumbuhan yang maksimal dan kematangan organ-organ tubuh. 

Atau secara etimologi, remaja dapat di defenisikan sebagai periode perkembangan seseorang mulai dari puncak pubertas sampai kepada status dewasa. Kondisi ini biasanya dimulai antara umur 11 atau 13 tahun sampai umur 18 atau 20 tahun. 

Selama periode ini seseorang akan mengalami perkembangan fisik yang cepat, psikologi, emosional dan perubahan kepribadian (1).

Beberapa refrensi juga menguraikan bahwa remaja merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan tahap transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa. Remaja juga sering di istilahkan dengan masa/usia muda atau masa pubertas, akan tetapi kedua istilah tersebut sangat jauh berbeda, dimana pubertas mengacu pada perubahan hormonal sedangkan masa/usia muda bisa diartikan secara luas bahkan melewati masa remaja itu sendiri (2).

Tidak ada satupun defenisi ilmiah tentang batasan umur remaja, karena masing-masing orang memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda, tergantung genetic, asupan makanan dan kondisi lingkungan. Akan tetapi banyak peneliti dan ahli tumbuh kembang di Amerika menggunakan rentang usia 10-24 tahun sebagai rentang usia remaja (3).

Selanjutnya the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry membuat pengelompokan remaja menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :

  1. Remaja awal, dengan rentang usia antara 11-13 tahun

  2. Remaja pertengahan, dengan rentang usia antara 14-18 tahun

  3. Remaja akhir, dengan rentang usia antara 19-24 tahun
Setiap tahapan usia di atas memiliki karakteristik masing-masing, mulai dari perkembangan fisik, kogitif dan social-emosional. Uraian tentang karakteristik tersebut akan kami uraian pada tulisan berikutnya. 

Tahapan Perkembangan Remaja

Remaja awal (11-13 tahun)

Perkembangan fisik

Beberapa perkembangan fisik yang terjadi pada periode ini adalah pertumbuhan rambut pada beberapa area tubuh, meningkatnya produksi dan pengeluaran keringat serta minyak pada rambut dan kulit, kejadian ini biasa juga disebut dengan istilah tanda-tanda pubertas pada seseorang.

Pada remaja perempuan, payudara mulai mengalami pembesaran serta mulai mengalami menstruasi, sedangkan pada remaja laki-laki, alat kelamin mulai mengalami pertumbuhan, mimpi basah serta perubahan suara. Periode ini juga merupakan periode dimana berat badan dan tinggi badan mengalami perkembangan yang luar biasa.

Perkembangan Kognitif

Pada tahapan ini, kemampuan berfikir mulai tumbuh dan pada umumnya sudah mulai berfikir tentang masa depan meskipun dalam taraf terbatas dan aspek moral selalu menjadi perhatian.

Perkembangan Sosial-Emosional

Remaja pada tahapan ini mulai berusaha menunjukkan identitas dirinya,  muncul perasaan canggung  saat bertemu dengan seseorang, konflik dengan orang tua meningkat, pengaruh teman sebaya sangat besar, memiliki perasaan bebas dan tidak mau diatur, memiliki kecenderungan berperilaku kekanak-kanakan khususnya jika mereka mengalami stress, sifat moodi meningkat, ketertarikan kepada lawan jenis juga meningkat.

Remaja pertengahan (14-18 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan pubertas pada tahapan ini sudah sempurna, disisi lain pertumbuhan fisik pada perempuan mulai melambat akan tetapi pada remaja laki-laki terus berlanjut.

Perkembangan Kognitif

Kemampuan berfikir terus meningkat, sudah mulai mampu menetapkan sebuah tujuan, tertarik pada hal-hal yang lebih rasional dan mulai berfikir tentang makna sebuah kehidupan

Perkembangan Sosial-Emosional

Pada periode ini, remaja mulai melibatkan diri secara intens dalam sebuah kegiatan yang ia senangi, mengalami perubahan dari harapan yang tinggi tetapi dengan konsep diri yang kurang. Body Image terus berlanjut, kecenderungan untuk jauh dari orang tua semakin meningkat dan semakin ingin bebas dari orang tua, pengaruh teman sebaya juga masih sangat kuat, issu popularitas bisa mejadi sangat penting dalam periode ini, perasaan cinta dan gairah pada lawan jenis semakin meningkat.

Remaja akhir (19-24 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan fisik pada remaja putri biasanya sudah mencapai pada puncaknya atau sudah sempurna, sedangkan pada remaja putra, masih terus berlanjut khususnya pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut pada tubuh.

Perkembangan Kognitif

Mereka sudah mulai memiliki kemampuan untuk memikirkan sebuah ide mulai dari awal sampai akhir, kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan, mulai peduli pada masa depan dan berpikir rasional.

Perkembangan Sosial-Emosional

Identitas diri semakin kuat, termasuk identitas seksual, stabilitas emosi dan kepedulian terhadap orang lain semakin meningkat, semakin mandiri, hubungan antar teman sebaya tetap menjadi issu yang penting dan hubungan dengan lawan jenis semakin serius.
Sumber : The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry: Facts for Families © All rights reserved. 2008

Suka dengan postingan diatas ? Langganan aja lewat email, gak perlu buka internet bisa baca artikel terbaru di sini deh...caranya gimana ? Ya tinggal klik di sini